Kalau pangkalan militer di Djibouti itu jelas digunakan untuk mengawasi 
keamanan kapal-kapal Tiongkok dari bajak-laut yg sering terjadi dalam 
perdagangan dengan negara-negara Afrika saja, ... apa dikira utk menaklukkan 
negara2 Afrika? Hehehee, ...



From: Sie Tik Tan 
Sent: Wednesday, February 14, 2018 5:15 AM
To: Chan CT 
Cc: Tatiana Lukman ; Yahoogroups ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry 
Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; 
in...@ozemail.com.au ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; 
da...@telia.com ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu 
Nugroho 
Subject: Re: [GELORA45] Tiongkok akan membangun basis militer di Afganistan

Numpang tanya......di Djibouti,ditanduk Afrika, ada 3 pangkalan militer asing, 
milik Prancis, USA dan RRT, lha kalo Prancis dan  USA keberadaannya untuk 
menduduki Djubouti atau menodong negeri2 sekitaranya.....lalu keberadaan 
pangkalan RRT buat melawan USA, lha....rame dong disana bertempur 
melulu........kemana rakyat Djibouti ngungsi menghindari perang? Lha wong  
Djibouti cuma 23 ribu km2?

Verstuurd vanaf mijn iPad

Op 11 feb. 2018 om 15:06 heeft Chan CT <sa...@netvigator.com> het volgende 
geschreven:


  Lalu, ... bagaimana pemikiran nenek yg satu ini menghadapi dan melawan 
imperialisme AS, yg bukan saja memiliki puluhan armada kapal induk, begitu 
banyak sudah terbangun basis-mi9liter diberbagai negara didunia? Cukup dengan 
berteriak-teriak “GANYANG Imperialisme AS!” dan berdemo-demo ria saja? 

  Kenyataan basis militer AS yg dibangun dibanyak negara untuk menundukkn 
negara tsb dan kangkangi dunia, sedang basis militer yg hendak dibangun RRT 
adalah untuk melawan imperialisme AS yg sampai sekarang mengangkangi dunia!

  Kalau saja, AS dan negara-maju boleh memiliki senjata-senjata modern yg ampuh 
dan mematikan sampai pada rudal dan nuklir, kenapa pula RRT tidak boleh, lalu 
menuding sama dengan imperialisme? 



  From: Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45] 
  Sent: Saturday, February 10, 2018 12:41 AM
  To: Yahoogroups ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry Singgih ; Farida 
Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; in...@ozemail.com.au ; 
Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; da...@telia.com ; Sie Tik Tan ; 
Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho 
  Subject: [GELORA45] Tiongkok akan membangun basis militer di Afganistan

    
  Sayang beritanya dalam bahasa Spanyol. Inilah hasil "kejayaan" dan 
"keunggulan" sistim kapitalisme dengan ciri Tkk yang dibanggakan Chan: terus 
membangun basis militer... Kali ini di Afganistan dengan alasan menghadapi 
terorisme...Di mana-mana Tkk dengan sangat agresif membangun pengaruh 
ekonominya dan militernya. Kontradiksi antar imperialis terus meningkat, 
terutama antara AS dan Tiongkok dan antara AS+EU dan Rusia. Semuanya rebutan 
pasar, ruang untuk penanaman modalnya, kekayaan alam/bahan baku dan pengaruh. 
Masing-masing menjaga dan membela kepentingan nasional masing-masing dan kaum 
pemodal. Kedua Perang Dunia pada hakekatnya adalah perang antar imperialis, 
karena imperialis adalah sumber perang yang sebenarnya. Hanya perjuangan rakyat 
yang bisa mencegah perang dunia.


  China construirá una base militar en Afganistán para hacer frente a la 
expansión del terrorismo hacia Asia
  <!--[if !vml]--><!--[endif]-->
   
  Resumen Medio Oriente/ 8 de febrero 2018 .-
  China ha estado en conversaciones con el vecino Afganistán para ayudar a 
construir una base militar allí, en medio de preocupaciones de Pekín por la 
expansión del Daesh al territorio afgano y por los militantes uigures que 
regresan al territorio chino desde Siria e Iraq, dijeron funcionarios afganos.
  La base militar se construirá en el remoto y montañoso Corredor Wakhan, en el 
noreste de Afganistán, donde testigos informaron haber visto soldados chinos y 
afganos realizando patrullas conjuntas, informó AFP el viernes.
  El informe citó al portavoz adjunto del Ministerio de Defensa de Afganistán, 
Mohammad Radmanesh, que dijo que responsables chinos y afganos habían discutido 
el plan durante unas conversaciones en diciembre del año pasado en la capital 
china, pero añadieron que “aún están trabajando en los detalles.”
  “Vamos a construirla (la base) y el gobierno chino se ha comprometido a 
ayudar financieramente al Ejército afgano y a proporcionar equipos y entrenar a 
los soldados afganos”, dijo Radmanesh.
  En respuesta a las preguntas sobre el proyecto, un alto funcionario de la 
Embajada de China en Kabul solo dijo que Pekín estaba involucrado en el 
“desarrollo de las capacidades” de Afganistán.
  El congelado y árido territorio fronterizo situado entre Afganistán y la 
región de Xinjiang de China es escenario, sin embargo, de contactos entre los 
pueblos de ambos lados de la frontera.
  La participación de China en la construcción de la base militar afgana se 
produce en un tiempo en el que el presidente chino, Xi Jinping, busca expandir 
la influencia económica y geopolítica regional de Pekín.
  China está invirtiendo en la construcción de infraestructuras en el Sur de 
Asia, en un esfuerzo conocido como la Nueva Ruta de la Seda, y busca defender 
sus intereses y su seguridad a través de una presencia militar en Afganistán.
  Algunos expertos señalan que el grupo terrorista Daesh, que ha sufrido graves 
derrotas en Oriente Medio, está emigrando a Afganistán con ayuda de EEUU. Eso 
podría representar una amenaza contra la seguridad de Rusia, China y los países 
de Asia Central.
  

Kirim email ke