Ya, terpaksa. Di indonesia sulit dapat pekerjaan.
Di luar negeri gaji lebih besar.
Yang kerja di luar negeri jutaan orang ?
Tampaknya yang kerja di Belanda lebih baik :
Sewa kamar sendiri 200 -300 Euro.
Kerja 1 jam E 10,-
Yang baru datang ikut temannya yang sudah biasa kerja,
belajar dulu cara bersihkan kaca, lemari, kamar mandi, toilet,
cara pakai alat2 seperti stoom apparaat, stofzuiger dll.
Ada juga yang tinggal dalam, merawat orang tua, memandikan,
memakaiani. Kalau makanan ada perusahaan Belanda yang
tiap siang mengantar makanan, tanpa perlu dikunyah. Setelah
selesai memakaiani, boleh kerja di luar, cari tambahan penghasilan.

2018-02-15 5:02 GMT+01:00 Chalik Hamid chalik.ha...@yahoo.co.id [GELORA45] <
GELORA45@yahoogroups.com>:

>
>
>
>
> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> *Dari:* 'gri. mhmd' gri.m...@gmail.com [sastra-pembebasan] <
> sastra-pembeba...@yahoogroups.com>
> *Kepada:* "sastra-pembeba...@yahoogroups.com" <sastra-pembebasan@
> yahoogroups..com>
> *Terkirim:* Kamis, 15 Februari 2018 01.57.01 GMT+1
> *Judul:* Re: #sastra-pembebasan# Adelina: TKI yang meninggal di Malaysia
> akibat kurang gizi dan luka-luka membuat 'marah bangsa'
>
>
>
> Persoalan paling mendasar adalah kenapa warga indonesia sampe mau dan
> bahkan ada yang bangga menjadi tki?
> Pada tanggal 15 Feb 2018 07:07, "'Chan CT' sa...@netvigator.com
> [sastra-pembebasan]" <sastra-pembeba...@yahoogroups.com
> <sastra-pembeba...@yahoogroups..com>> menulis:
>
>
>
> Kalau orang Malaysia saja MARAH mengetahui dinegaranya bisa terjadi
> penganiayaan terhadap Adelina, bagaimana pula dengan bangsa Indonesia yang
> anakbangsanya dianiaya sampai meninggal itu, ...... bagaimana dengan sikap
> PEMRLINDUNGAN PEMERINTAH terhadap anakbangsa yang dieksport keluarnegeri
> itu???
>
> Bahwa dimanapun juga didunia ini bisa terjadi adanya orang SINTING yang
> tega-teganya memperlakukan sesama umat manusia bagaikan BUDAK yg lebih
> rendah dari hewan, tapi PEMERINTAH yang berkuasa harus berkemampuan utk
> MEMBELA dan MELINDUNGI setiap warganya dimanapun dia berada!
>
>
>
> Kalau saja kenyataan yang terjadi keberadaan seperti Adelina masuk bekerja
> di Malaysia secara illegal, pemerintah tentunya harus menyumbat
> lubang–lubang, menindak TEGAS pejabat-pejabat nakal yang masih saja
> MELOLOSKAN TKI illegal keluarnegeri! Dan, ... hendaknya pemerintah
> menggunakan kasus Adelina ini dengan TEGAS mengusut dimana dan dan
> bagaimana pengiriman TKI illegal masih saja terjadi, dan, ... tentunya
> berdampak mempersulit kedudukan Duta Besar RI dalam membela warga illegal
> dinegara-asing itu.
>
>
>
>
> Adelina: TKI yang meninggal di Malaysia akibat kurang gizi dan luka-luka
> membuat 'marah bangsa'
>
> ·         14 Februari 2018
>
> ·         <http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43044843>
> http://www.bbc.com/indonesia/ trensosial-43044843
> <http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43044843>
>
> [image: Adelina, TKI di Malaysia]Hak atas fotoPOR CHENG HANImage 
> captionKondisi
> Adelina saat dijemput polisi pada tanggal 10 Februari lalu.
>
> *Adelina, seorang TKI yang meninggal di Penang akibat kurang gizi dan
> luka-luka yang diduga disebabkan aksi kekerasan majikan, membuat 'marah
> bangsa', kata anggota parlemen Malaysia.*
>
> Steven Sim Chee Kong, anggota parlemen di Bukit Mertajam menemui Adelina
> pada Sabtu (10/02) lalu setelah mendapat pengaduan dari tetangga yang
> melihat tenaga kerja asal Nusa Tenggara Timur ini mengalami luka-luka parah
> termasuk di tangan.
>
> Adelina meninggal di rumah sakit pada keesokan harinya, Minggu (11/02).
> Kepolisian Malaysia telah menahan tiga tersangka atas meninggalnya tenaga
> kerja Indonesia yang telah bekerja di negara tetangga ini sejak 2014.
>
> "Kematian Adelina menyebabkan orang Malaysia marah, marah kepada majikan
> karena Adelina diperbuat (diperlakukan) sedemikian," kata Steven kepada
> wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.
>
> Lalu Muhamad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia
> Kementerian Luar Negeri, mengatakan belum ada kesimpulan final dari dokter
> forensik.
>
> Namun, menurutnya, "salah satu penyebab yang ditemukan adalah Adelina
> mengalami malnutrisi satu bulan terakhir, ada luka...... kemungkinan bekas
> gigitan binatang."
>
>    - *TKI di Hong Kong: Angka penganiayaan fisik, seksual dan
>    diskriminasi rasial 'tinggi'*
>    <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42493279>
>    - *Bankir Inggris 'siapkan pembunuhan WNI di Hong Kong dengan ' riang'*
>    <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-37844207>
>    - *Bulan puasa dan pengajian para TKI di Hong Kong*
>    <http://www.bbc.com/indonesia/majalah-40317364>
>
> Steven Sim mengatakan saat bertemu kondisi Adelina lemah dengan luka parah
> di tangannya.
>
> Adelina sempat menuturkan bahwa selama sebulan terakhir dia dipaksa tidur
> di luar rumah bersama anjing peliharaan majikan, tak diberi makan, dan
> mengalami penganiayaan.
>
> *Perlindungan** pekerja domestik di Malaysia*
> [image: Luka-luka yang diderita Adelina.]Hak atas fotoMIGRANT CAREImage
> captionLuka-luka yang diderita Adelina.
>
> Steven Sim menyerukan agar pemerintah Malaysia dan juga Indonesia
> memperkuat perundang-undangan agar pekerja mendapatkan perlindungan.
>
> Lalu Muhamad Iqbal mengatakan dalam dua tahun terakhir ini tidak ada
> payung hukum antara dua negara menyangkut pekerja domestik karena sudah
> berakhirnya *Memorandum **o**f Understanding* (MoU) pada 2016.
>
> "Kita sudah sampaikan keinginan kita untuk membuat sebuah MoU yang baru
> sama sekali, bukan perpanjangan dari yang lama tapi belum mendapatkan
> respons dari Malaysia hingga saat ini. Kita harap ini bisa menjadi momentum
> untuk Malaysia untuk mendorong pembahasan MoU tersebut," kata Lalu.
>
> Perjanjian kerja sama ini juga diperlukan bagi "majikan untuk memastikan
> apa yang mereka bayar untuk pekerja domestik dengan nilai uang seperti yang
> mereka harapkan," tambahnya.
>
> Lalu juga mengatakan "Malaysia juga perlu melakukan penguatan di sektor
> regulasi ini, harapan kita supaya bisa mengakomodir fenomena yang muncul
> belakangan khususnya perdagangan manusia."
> [image: Adelina, TKI di Malaysia]Hak atas fotoPOR CHENG HANImage 
> captionAdelina
> tidur di beranda bersama anjing peliharaan majikannya.
>
> BBC Indonesia telah menghubungi Kementerian Sumber Daya Manusia Malaysia
> yang mengatakan tidak akan memberikan pernyataan karena kasus ini dalam
> penyelidikan polisi.
>
> Saat ini terdapat sekitar 2,5 juta WNI yang bekerja di Malaysia dan 50% di
> antaranya ilegal.
>
> Glorene Das, direktur Tenaganita, organisasi hak asasi manusia di Kuala
> Lumpur yang menangani pekerja migran menyatakan kekerasan ini antara lain
> akibat istilah "pembantu rumah tangga" dalam hukum Malaysia.
> Ada majikan dan budak
>
> "Ini terjadi karena akta (hukum) untuk pembantu atau pekerja rumah tangga
> tidak memadai untuk melindungi mereka. Sekarang ini, ada istilah pembantu
> atau budak. Istilah yang terdapat di hukum Malaysia ini...menciptakan
> pemikiran bahwa ada majikan dan budak," kata Glorene.
>
> Tim Tenaganita juga sempat menjumpai Adelina, yang dijemput di rumah
> majikannya bersama polisi.
>
> "Kondisinya begitu parah dan dia takut memberitahu apa yang terjadi
> terhadap dirinya, parah terutama karena luka-luka yang dia derita...(Saat
> ditanya), dia tak mau menjawab, dan kelihatan takut," tambahnya.
>
> Wahyu Susilo dari organisasi pekerja migran, Migrant CARE, mengatakan,
> "Kematian Adelina memperpanjang daftar kematian buruh migran Indonesia asal
> NTT yang ditahun 2017 mencapai 62 orang."
>
> Wahyu juga menyatakan perlu ada "pengusutan dugaan bahwa Adelina adalah
> korban perdagangan manusia."
>
> Kasus "terburuk" penganiayaan tenaga kerja Indonesia adalah yang dialami
> Nirmala Bonat pada 2004. Penyiksaan yang dilakukan majikannya membuat dia
> mengalami trauma berat.
>
> Saat persidangan pada 2014, Nirmala antara lain mengatakan majikannya
> meletakkan setrika panas di payudaranya.
>
> "Saya menderita kesakitan yang sangat parah. Saya tak bisa mandi atau
> tidur karena sakitnya tak tertahankan," kata Nirmala.
>
> Pengadilan Tinggi Malaysia pada 2015 mengabulkan gugatan Nirmala terhadap
> majikannya, Yim Pek Ha, dan suaminya, Hii Ik Ting, untuk membayar ganti
> rugi sekitar Rp1,1 miliar.
>
> 
>

Kirim email ke