http://nasional.kompas.com/read/2018/02/15/13315011/8-anggota-bem-ui-terbang-ke-asmat-zaadit-
taqwa-tidak-ikut
8 Anggota BEM UI Terbang ke Asmat, Zaadit
Taqwa Tidak Ikut
Ihsanuddin <http://indeks.kompas.com/profile/575/Ihsanuddin>
Kompas.com - 15/02/2018, 13:31 WIB
Bantuan kemanusiaan dari Makassar dengan pengiriman tim medis dan
obat-obatan untuk mengatasi masalah campak dan gizi buruk di Suku Asmat
telah tiba di Pelabuhan Agats, Jumat (9/2/2018) sore.
Bantuan kemanusiaan dari Makassar dengan pengiriman tim medis dan
obat-obatan untuk mengatasi masalah campak dan gizi buruk di Suku Asmat
telah tiba di Pelabuhan Agats, Jumat (9/2/2018) sore.(KOMPAS.com/Hendra
Cipto)
*JAKARTA, KOMPAS.com* — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia
( BEM UI <http://indeks.kompas.com/tag/BEM-UI>) sudah memberangkatkan
tim ke Asmat <http://indeks.kompas.com/tag/Asmat>, Papua, untuk membantu
warga di sana yang mengalami gizi buruk dan penyakit campak.
Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI Averous Noor Esa mengatakan,
ada delapan orang yang sudah diberangkatkan dan dibagi ke dalam dua tim.
Empat orang di tim pertama sudah berangkat.
Tim pertama yang terdiri dari empat mahasiswa sudah berangkat pada Senin
(12/2/2018) bersama relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan lokasi
tujuan di Distrik Siret.
Tim kedua yang juga terdiri dari empat mahasiswa berangkat bersama
Satgas Kesehatan TNI dengan tujuan Distrik Fayet pada Kamis (15/2/2018)
pagi ini.
Rombongan bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma pukul 05.00
menggunakan pesawat angkut militer dan akan tiba di Timika pukul 16.00 WIT.
"Ada dua tim dan dua-duanya sudah berangkat," kata Averous Noor Esa
kepada /Kompas.com/, Kamis (15/2/2018).
(Baca juga: Biaya Pembangunan Infrastruktur di Asmat Dua Kali Lebih
Mahal
<http://properti.kompas.com/read/2018/02/09/100000121/biaya-pembangunan-infrastruktur-di-asmat-dua-kali-lebih-mahal>)
Ave mengatakan, tim akan menyalurkan donasi yang sudah digalang BEM UI
di situs /kitabisa.com/. Hingga Kamis siang ini, sudah terkumpul dana Rp
230 juta.
"Donasi akan terus kami buka sampai tanggal 18 Februari," ucap Ave.
Ave mengakui, Ketua BEM UI Zaadit Taqwa
<http://indeks.kompas.com/tag/Zaadit-Taqwa> yang memberi kartu kuning
kepada Presiden Joko Widodo tidak ikut berangkat ke Asmat.
Ia mengatakan, memang ada pembagian tugas di BEM UI, di mana terkait
aksi kemanusiaan dipimpin langsung Wakil Ketua BEM UI Eto Idmand Perdina.
"Wakil Ketua BEM itu memang langsung membawahi departemen sosial
masyarakat. Jadi, memang ini /job desk-/nya Wakil Ketua BEM. Kalau
dua-duanya berangkat, nanti enggak ada yang mengomandoi BEM di rumahnya
sendiri," kata Ave.
"Jadi, ya, memang kemarin yang menjawab Pak Jokowi, Wakil Ketua BEM-nya,
bahwa kami memang ada rencana ke sana itu Wakil Ketua BEM yang
/ngomong/," tambahnya.
Ketua BEM UI Zaadit Taqwa sebelumnya melakukan aksi mengacungkan kartu
kuning kepada Presiden Joko Widodo. Aksi itu dilakukan saat Jokowi
menghadiri Dies Natalies UI di Kampus UI, Depok, Jumat (2/1/2018).
(Baca juga: Sulitnya Medan Asmat dan Upaya Mewujudkan Harapan
<http://properti.kompas.com/read/2018/02/08/220000521/sulitnya-medan-asmat-dan-upaya-mewujudkan-harapan>)
Kartu kuning diberikan sebagai peringatan kepada Jokowi atas berbagai
masalah yang terjadi, salah satunya gizi buruk di Asmat yang sudah
menewaskan puluhan orang.
Menanggapi hal itu, Jokowi ingin agar pengurus BEM UI ikut melihat dan
menyaksikan kondisi yang ada di Kabupaten Asmat, Papua.
"Mungkin nanti, ya, mungkin nanti saya akan kirim semua ketua dan
anggota di BEM untuk ke Asmat, dari UI, ya," kata Presiden Joko Widodo
setelah menghadiri Haul Majemuk Masyayikh di Pondok Pesantren Salafiyah
Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018), seperti
dikutip /Antara/.
"Biar lihat bagaimana medan yang ada di sana kemudian problem-problem
besar yang kita hadapi di daerah-daerah, terutama Papua," kata Presiden.
Sehari setelah pernyataan Jokowi itu, BEM UI pun langsung menggalang
donasi untuk Asmat di situs /kitabisa.com/.
Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, mengirim bantuan obat dan
makanan bagi warga Kabupaten Asmat, Papua.(Kompas TV)