From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Friday, February 16, 2018 2:56 AM





http://nasional.kompas.com/read/2018/02/15/13315011/8-anggota-bem-ui-terbang-ke-asmat-zaadit-taqwa-tidak-ikut


8 Anggota BEM UI Terbang ke Asmat, 
Zaadit Taqwa Tidak Ikut
Ihsanuddin
Kompas.com - 15/02/2018, 13:31 WIB

Bantuan kemanusiaan dari Makassar dengan pengiriman tim medis dan obat-obatan 
untuk mengatasi masalah campak dan gizi buruk di Suku Asmat telah tiba di 
Pelabuhan Agats, Jumat (9/2/2018) sore.(KOMPAS.com/Hendra Cipto)

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia ( BEM UI) 
sudah memberangkatkan tim ke Asmat, Papua, untuk membantu warga di sana yang 
mengalami gizi buruk dan penyakit campak.

Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI Averous Noor Esa mengatakan, ada 
delapan orang yang sudah diberangkatkan dan dibagi ke dalam dua tim.

Empat orang di tim pertama sudah berangkat.

Tim pertama yang terdiri dari empat mahasiswa sudah berangkat pada Senin 
(12/2/2018) bersama relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan lokasi tujuan di 
Distrik Siret.

Tim kedua yang juga terdiri dari empat mahasiswa berangkat bersama Satgas 
Kesehatan TNI dengan tujuan Distrik Fayet pada Kamis (15/2/2018) pagi ini.

Rombongan bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma pukul 05.00 menggunakan 
pesawat angkut militer dan akan tiba di Timika pukul 16.00 WIT.

"Ada dua tim dan dua-duanya sudah berangkat," kata Averous Noor Esa kepada 
Kompas.com, Kamis (15/2/2018).

(Baca juga: Biaya Pembangunan Infrastruktur di Asmat Dua Kali Lebih Mahal)

Ave mengatakan, tim akan menyalurkan donasi yang sudah digalang BEM UI di situs 
kitabisa.com. Hingga Kamis siang ini, sudah terkumpul dana Rp 230 juta..

"Donasi akan terus kami buka sampai tanggal 18 Februari," ucap Ave.

Ave mengakui, Ketua BEM UI Zaadit Taqwa yang memberi kartu kuning kepada 
Presiden Joko Widodo tidak ikut berangkat ke Asmat.

Ia mengatakan, memang ada pembagian tugas di BEM UI, di mana terkait aksi 
kemanusiaan dipimpin langsung Wakil Ketua BEM UI Eto Idmand Perdina.

"Wakil Ketua BEM itu memang langsung membawahi departemen sosial masyarakat.. 
Jadi, memang ini job desk-nya Wakil Ketua BEM. Kalau dua-duanya berangkat, 
nanti enggak ada yang mengomandoi BEM di rumahnya sendiri," kata Ave.

"Jadi, ya, memang kemarin yang menjawab Pak Jokowi, Wakil Ketua BEM-nya, bahwa 
kami memang ada rencana ke sana itu Wakil Ketua BEM yang ngomong," tambahnya.

Ketua BEM UI Zaadit Taqwa sebelumnya melakukan aksi mengacungkan kartu kuning 
kepada Presiden Joko Widodo. Aksi itu dilakukan saat Jokowi menghadiri Dies 
Natalies UI di Kampus UI, Depok, Jumat (2/1/2018).

(Baca juga: Sulitnya Medan Asmat dan Upaya Mewujudkan Harapan)

Kartu kuning diberikan sebagai peringatan kepada Jokowi atas berbagai masalah 
yang terjadi, salah satunya gizi buruk di Asmat yang sudah menewaskan puluhan 
orang.

Menanggapi hal itu, Jokowi ingin agar pengurus BEM UI ikut melihat dan 
menyaksikan kondisi yang ada di Kabupaten Asmat, Papua.

"Mungkin nanti, ya, mungkin nanti saya akan kirim semua ketua dan anggota di 
BEM untuk ke Asmat, dari UI, ya," kata Presiden Joko Widodo setelah menghadiri 
Haul Majemuk Masyayikh di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, 
Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018), seperti dikutip Antara.

"Biar lihat bagaimana medan yang ada di sana kemudian problem-problem besar 
yang kita hadapi di daerah-daerah, terutama Papua," kata Presiden.

Sehari setelah pernyataan Jokowi itu, BEM UI pun langsung menggalang donasi 
untuk Asmat di situs kitabisa.com.



Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, mengirim bantuan obat dan 
makanan bagi warga Kabupaten Asmat, Papua.(Kompas TV)









Kirim email ke