----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sri Isni <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Kamis, 
15 Februari 2018 18.08.13 GMT+1Judul: Bangun Karakter Bangsa, Pendidikan Budi 
Pekerti Perlu Dihidupan Lagi
      Toggle navigation   
   - NEWS       
      - Ekonomi dan Bisnis
      - Liputan Khusus
      - Mancanegara
      - Nasional
      - Parlemen Zaman Now
      - Pilkada Serentak
      - Semarang Metro
      - Solo Metro
      - Suara Banyumas
      - Suara Kedu
      - Suara Muria
      - Suara Pantura
      - Indeks News

   - ENTERTAINMENT       
      - Musika
      - Sastra
      - Selebrita
      - Sinema
      - Indeks Entertainment

   - GAYA HIDUP       
      - Elektronik
      - Fashion
      - Gadget
      - Unik
      - Indeks Gaya Hidup

   - KESEHATAN       
      - Herbal
      - Ibu dan Anak
      - Medis
      - Tips
      - Indeks Kesehatan

   - SEPAKBOLA       
      - Dunia
      - Liga Indonesia - Nasional
      - Liga CHampions - Europa
      - Liga Inggris
      - Liga Italia
      - Liga Jerman
      - Liga Spanyol
      - Futsal
      - Indeks Sepakbola

   - SPORT & OTOMOTIF       
      - Balap
      - Cabang Olahraga
      - Formula 1
      - MotoGP
      - Otomotif
      - Raket
      - Indeks Sport & Otomotif

   - KULTUR       
      - Kejawen
      - Kronik
      - Pringgitan
      - Indeks Kultur

   - TRAVEL       
      - Hobi
      - Hotel
      - Komunitas
      - Kuliner
      - Seni dan Budaya
      - Wisata
      - Indeks Travel

   - EKSPRESI       
      - LIFESTYLE
      - SOULUTION
      - CELEBS
      - EVENT
      - SKULTURE
      - INDIE CORNER
      - FYI
      - REVIEW
      - INDEKS EKSPRESI

   - SMCETAK
   - SMTV
   - LAINNYA       
      - EPAPER
      - GENDER
      - FOTO

  15 Februari 2018 | 20:43 WIB | Suara Kedu
Bangun Karakter Bangsa, Pendidikan Budi Pekerti Perlu Dihidupan Lagi
 
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com- Guna meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan 
bermasyarakat serta berbangsa, rasanya pendidikan budi pekerti perlu dihidupkan 
kembali oleh Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal ini dilakukan untuk 
membangun karakter generasi muda sebagai anak bangsa.  

Sebab, menurut Eko Suwanto, Ketua Fraksi A DPRD DIY, melalui pendidikan budi 
pekerti yang baik kaum muda bisa mengenali akar masalah di internal dirinya 
maupun sekitarnya. "Pendidikan budi pekerti, rasanya baik bila bisa dihidupkan 
kembali," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, 
Kamis (15/2).

Menurut politikus muda dari PDIP DIY, hasil FGD (Focus Group Discussion) 
bersama dengan pimpinan parpol, pimpinan perguruan tinggi, Kepala Sekolah, 
Kesbangpol DIY, Satpol PP DIY serta tokoh masyarakat menghasilkan empat butir 
rekomendasi.

"Kita mendukung Polri dan aparat hukum lainnya bertindak tegas terhadap 
teroris. Termasuk mengembangkan penyidikan guna mengungkap jaringannya dan 
pihak lain yang terlibat. Teroris atau siapapun yang terlibat harus dihukum 
seberat-beratnya," jelas Eko Suwanto.

Kegiatan Focus Group Discussion 'Strategi Pencegahan dan Penegakan Hukum Aksi 
Teror' yang diselenggarakan DPRD DIY dengan menghadirkan nara sumber Kombes Pol 
Hadi Utomo, Direskrimum Polda DIY serta Sulistyo, Asisten Pemerintahan Pemda 
DIY.

Kegiatan ini akhirnya memberi rekomendasi mendukung Pemda DIY, segera melakukan 
konsolidasi bersama Polri, TNI berbasis desa dan kelurahan untuk bersama 
membantu pemetaan masalah atau potensi ancaman disetiap wilayah terkecil, 
melakukan pendidikan bagi warga, menjalankan fungsi deteksi dan cegah dini agar 
terhindar dari berbagai ancaman yang ada.

Rekomendasi yang lain, Pemda DIY berkonsolidasi dengan perguruan tinggi, 
sekolah dan tokoh keluarga, tokoh masyarakat agar menyelenggarakan suatu 
pendidikan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Budi Pekerti dengan 
mengedepankan strategi kebudayaan berbasis desa/kelurahan.

"Khusus mensikapi perkembangan teknologi informasi. Kepada masyarakat 
diharapkan, berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi informasi. Kita dukung 
Pemda DIY melalui Dinas Kominfo bekerjasama dengan jajaran polri, agar 
melakukan 'patroli cyber' serta secara intensif melakukan literasi media sosial 
yang sehat," katanya. 

"Netizen kita ajak agar gerakan internet sehat ini menggelora. Harapan kita 
edukasi pemanfaatan IT bagi masyarakat ini dapat menghindarkan penyalahgunaan 
internet. Pada tahun 2018 ini, kita dukung Pemda laksanakan 78 pertemuan untuk 
literasi media bagi generasi zaman now. Anak anak muda jago internet inilah 
yang akan menjadi garda terdepan wujudkan pemanfaatan internet yang sehat," 
tambah Eko Suwanto. 

(Sugiarto /SMNetwork /CN40 )
 
Berita Lainnya
 ADDRESS:

 
About UsAdvertisePolicyPedoman Media SiberContact Us

Copyright © 2017. Suara Merdeka CyberNews
 

-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
  

Kirim email ke