Modernisasi Militer Tiongkok Jadi Tantangan AS
C-5 | Kamis, 15 Februari 2018 | 10:30

http://sp.beritasatu.com/home/modernisasi-militer-tiongkok-jadi-tantangan-as/122819

Tiongkok meningkatkan kemampuan dan kapasitas militernya. [Istimewa] 

Berita Terkait

  a.. Tiongkok Kirim Duta Khusus ke Korut 
  b.. Orang Kaya Tionghoa Gandrungi Pengawal Wanita 
  c.. Saat Imlek, Tiongkok Diprediksi Alami Polusi Berat 
  d.. Rekor, Trump Ditinggalkan 20 Staf dalam Setahun 
  e.. Sikap Politik Trump Hadapi Tantangan Berat pada 2018
[LONDON] Tiongkok siap untuk menantang dominasi udara Amerika dan telah 
menunjukkan dirinya sebagai kekuatan angkatan laut yang tangguh. Dalam 
peluncuran laporan tahunan berjudul “Keseimbangan Militer” yang dipublikasikan 
Rabu (14/2), Institut Internasional untuk Studi-studi Strategis (IISS) yang 
berbasis di London, Inggris, menyebutkan modernisasi cepat Tiongkok atas 
kekuatan angkatan darat dan lautnya.

Lembaga itu juga menyebut kemajuan Tiongkok dalam pertahanan udara sebagai hal 
yang luar biasa. “Perkembangan persenjataan Tiongkok yang muncul dan kemajuan 
teknologi pertahanan yang lebih luas artinya (Tiongkok) telah menjadi sebuah 
inovator pertahanan global dan tidak hanya 'mengejar' Barat,” kata Dirjen dan 
Kepala Eksekutif IISS, Dr. John Chipman.

Berdasarkan lembaga pemikir itu, pesawat tempur Tiongkok Chengdu J-20 yang muda 
diamati berada di jalur untuk memasuki garis terdepan skuardon pada 2020. Ini 
berarti membahayakan monopoli AS atas pesawat tempur silumannya.

Laporan itu juga menekankan perkembangan gudang senjata rudal Tiongkok, 
termasuk rudal udara ke udara yang diperluas PL-15, yang diyakini dilengkapi 
dengan radar elektronik. Radar itu merupakan teknologi yang telah sukses 
dipakai dalam rudal udara ke udara hanya oleh segelintir negara lain.

“Perkembangan ini adalah bagian dari sasaran pasukan udara Tiongkok untuk mampu 
menantang setiap musuh di wilayah udara. Selama tiga dekade terakhir, dominansi 
udara telah menjadi kunci keuntungan untuk AS dan para sekutunya. Ini tidak 
lagi bisa diasumsikan,” sebut Chipman.

Beijing memiliki ambisi serupa untuk angkatan lautnya. Berdasarkan Chipman, 
sejak tahun 2000, Tiongkok telah membangun lebih banyak kapal selam, kapal 
penghancur, frigate, dan korvet dibandingkan gabungan negara Jepang, Korea 
Selatan, dan India.

Total tonase dari kapal-kapal perang baru yang diluncurkan oleh Tiongkok dalam 
empat tahun terakhir sendiri secara signifikan lebih besar daripada total 
tonase dari keseluruhan angkatan laut Prancis.

Dengan perkembangan angkatan lautnya yang cepat, Tiongkok bertransformasi 
menjadi kekuatan militer global dan basis terbarunya di Djibouti akan 
memungkinkan lebih banyak penempatan angkatan laut. [RT/C-5]


Kirim email ke