Gagal Shalat Istikharah Aliansi UNHAS Bersatu Pantang Surut Semangat 15 Februari 2018
143 viewsSumber gambar (foto/catatan kaki unhas)Makassar, apakabarkampus.com- puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi UNHAS Bersatu dan FMN Makassar gagal menyalurkan aspirasi kepada presiden RI karena mendapatkan larangan dari pihak kampus, Kamis (15/02).Kedatangan Jokowi dan menteri riset dan teknonologi pendidikan tinggi (MENRISTEK DIKTI) dalam agenda pertemuan rektor seluruh Indonesia di universitas Hasanuddin mendapat sambutan dari pihak mahasiswa.Kali ini Jokowi disambut dengan berbagai aspirasi yang hendak disampaikan oleh mahasiswa terkait kondisi pendidikan tinggi yang dianggap tidak lagi memiliki keberpihakan kepada rakyat kecil.“Kami berharap agar mahasiswa Makassar mendapatkan ruang demokratis dari pemerintah maupun kampus. Karena, gerakan yag kami lakukan bukan tanpa sebab melainkan karena banyaknya persoalan yang dihadapi mahasiswa dalam dunia pendidikan tinggi. Mulai dari semakin sempitnya akses masyarakat dalam memgakses pendidikan tinggi karena biayanya yang kian mahal, hingga sempitnya ruang berekspresi maupun berpendapat mahasiswa baik di dalam maupun di luar kampus” ujar Iqbal selaku pimpinan FMN Makassar.Puluhan mahasiswa dihadapkan dengan aparat pada saat ingin menyampaikan aspirasiMassa aksi sempat menawarkan metode penyampaian aspirasi dengan cara yang lain tetapi tidak direstui oleh pihak kampus. Mereka justru diperhadapkan dengan aparat militer dengan senjata lengkap.“Tindakan tadi sudah memperterang kepada kita bahwa rezim yang berkuasa saat ini adalah rezim yang fasis dan anti demokrasi. Bagaimana tidak, massa aksi yang awalnya hanya ingin berkampanye malah diperhadapkan dengan aparat militer yang dipersenjatai lengkap. Bahkan kampus juga melakukan tendensi kepada massa aksi tadi. Sempat massa aksi merubah rencana aksinya dengan melakukan shalat istikharah. Metode ini bertujuan agar pemerintah bisa memandang objektif dan mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Namun hal itu juga ditolak pihak kampus” lanjut mahasiswa yang akrab disapa Cibal.Massa aksi tetap tidak diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi sampai presiden Jokowi meninggalkan lokasi pertemuan.Karena merasa aspirasinya tidak digubris pihak kampus, maka mereka akan terus berupaya mencari metode yang tepat agar aspirasinya dapat tersampaikan dan diterima dengan baik.
