Ernest Prakasa: 'sari rapet jangan dioles di mata', ejekan tentang keturunan 
Cina yang jadi terapi http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43076863 9 jam 
lalu

 Bagikan artikel ini dengan Facebook 
http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43076863#  Bagikan artikel ini dengan 
Twitter http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43076863#  Bagikan artikel ini 
dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43076863#  Bagikan 
artikel ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Ftrensosial-43076863
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43076863#share-tools




 
 Hak atas fotoDOKUMENTASI ERNEST PRAKASAImage captionErnest Prakasa mengatakan 
pengalamannya dirisak karena keturunan Cina dijadikannya sebagai bahan komedi 
dan sekaligus terapi. Komedian dan artis Ernest Prakasa mengatakan ejekan yang 
ia terima termasuk "makanya sari rapet jangan dioles di mata" membuatnya sedih 
tapi sekaligus menjadi terapi.
 Ernest - yang sempat berkunjung ke London pekan ini dan berdiskusi tentang 
filmnya Cek Toko Sebelah dengan para mahasiswa Indonesia- mengatakan 
pengalamannya yang sering dirisak sebagai keturunan Cina menjadi bahan 
'keresahan' yang dia angkat saat melawak.
 "Pengalaman pahit jadi bahan lawakan karena waktu awal belajar stand-updengan 
mencari keresahan yang jujur, yang paling gampang ya di-bully sebagai orang 
Cina di Indonesia, itulah karenanya materi itu muncul di awal kemunculan saya 
di panggung," kata Ernest kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.
 Emas Olimpiade Owi Butet: Tagar Twitter paling sensasional di Indonesia 
http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-41022134 Selebrasi pemain Hindu, 
Kristen, Muslim ala Bali United yang menuai pujian 
http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-40203528 Internet 2016: Pokemon Go, 
Ahok, hingga Aung San Suu Kyi http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-38441576 
"Kata-kata diskriminatif paling sering sih... 'jangan ketawa lu ntar ditinggal 
kabur.' Terus 'makanya sari rapet jangan dioles di mata.' Terus... yang lebih 
ringan tapi sering, kalau kita ngobrol, terus (ada yang bilang) 'ngobrol ya 
ngobrol jangan tidur dong,'" tambahnya.
 Setelah menjadi komedian, Ernest terjun ke industri film dengan menggarap 
sejumlah film termasuk Ngenest, dan Susah Sinyal.
Hak atas fotoDOKUMENTASI ERNEST PRAKASAImage captionErnest dan istrinya Meira 
Anastasia di depan teater Harry Potter, London. "Jeri mendengar Cina jadi 
lawakan" Lompati Instagram pesan oleh ernestprakasa 
http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43076863#jump-linkhttps://www.instagram.com/p/BeH-xORg3AM/?hl=en&taken-by=ernestprakasa
 Hentikan Instagram pesan oleh ernestprakasa




 Namun Ernest - yang disapa "kokoh" termasuk oleh pengikutnya di media sosial 
mengatakan ia tidak memiliki misi khusus dengan mengangkat pengalaman 
diskriminatif ini.
 "Saya hanya ingin mengangkat good values (kebaikan)," kata Ernest.
 Tetapi Ernest mengakui ada generasi tua keturunan Cina "terutama mereka 
yangngalamin jangankan 1998 bahkan 1965 yang masih saja jeri mendengar Cina 
dijadikan lawakan."
 "Tapi anak muda rata-rata merasa ada keterwakilan, ada sesuatu yang jadi cair 
karena kita tertawakan bareng-bareng," tambahnya.
 Eric Sasono, pengamat film yang tengah studi di London, mengatakan, "Iya good 
values itu yang memang dibutuhkan karena seharusnya hal itu bisa diterima dan 
menjadi bagian penting orang dengan latar belakang etnis apapun."
 "Menurut saya itu yang jadi poin penting materi humor Ernest, baik dalam 
bentuk stand up maupun dalam film CTS (Cek Toko Sebelah)," kata Eric.
Hak atas fotoDOKUMENTASI ERNEST PRAKASAImage captionAda generasi tua Cina yang 
masih jeri mendengar soal Cina, kata Ernest. Ditanya soal isu intoleransi yang 
muncul belakangan ini, Ernest mengatakan ia yakin hal itu terjadi karena 
dipolitisasi.
 "Fenoma intoleransi setahun dua tahun belakangan, aku percaya itu terjadi 
dalam setahun dua tahun belakangan itu politisasi. Karena dari dulu orang 
Indonesia baik-baik saja, kita hidup berdampingan, tetangga beda suku beda 
agama. Tapi karena ada kepentingan politik, jadi ya dimain-mainin lah biar 
berantem gitu," katanya.
 Tekanan kasih angpau besar Ernest mengaku, dalam peraayaan Imlek, keluarganya 
tak punya tradisi khusus, selain hanya kumpul-kumpul bersama keluarga.
 "Sejak jadi artis gitu ya, ada beban untuk kasih angpau yang lebih banyak,... 
Sering ada yang kurang ajar, terima langsung dibuka di depan kita.... kasih 
Rp10.000, Rp5.000... terus di depan kita mereka bilang, ya artis kasihnya 
goceng! Kan nggakenak di depan keluarga besar."
Hak atas fotoDOKUMENTASI ERNEST PRAKASAImage captionErnest dan istrinya, 
penggemar Harry Potter.
 

Kirim email ke