Kondisi anak korban penganiayaan di Solo belum stabil
 Senin, 19 Februari 2018 15:56 WIB
 
ilustrasi - kekerasan terhadap anak. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Solo (ANTARA News) - Anak empat tahun yang dianiaya di sebuah hotel di Solo 
hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi Solo, 
kondisi psikisnya belum stabil meski fisiknya sudah membaik menurut dokter.

"Kondisi pasien anak laki-laki BJ ini secara fisik sudah membaik, tetapi 
kondisi psikis belum stabil, karena mereka masih merasa takut ketemu orang," 
kata dokter spesialis anak Hari Wahyu Nugroho selaku Ketua Tim Perlindungan 
Pasien terhadap Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPKBGA) RSU Dr. Moewardi 
Solo, Senin.

Menurut Hari Wahyu anak korban kekerasan tersebut masuk rumah sakit pada Jumat 
(16/2) siang dalam keadaan kekurangan cairan dan sampai sekarang masih 
menjalani perawatan di ruang khusus.

"Pasien sekarang sudah bisa berkomunikasi dengan tim dokter dan petugas Dinas 
Sosial yang mendampingi selama perawatan. Namun dia masih perlu penanganan 
secara psikisnya untuk mengurangi traumanya," katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Surakarta Kompol Agus Puryadi 
mengatakan polisi masih mendalami informasi mengenai dua tersangka pelaku 
tindak kekerasan terhadap anak empat tahun itu, Dedi bin Loe Wie Wie (32) dan 
adiknya Iwan Winardi Loe Wie Wie (22), keduanya warga Kampung Krendang RT 01 RW 
07 Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat.

Menurut hasil visum, Agus menjelaskan, korban mengalami luka memar bekas benda 
yang lentur dan luka bekas siraman air panas di beberapa tempat.

"Kami masih menunggu hasil visum secara menyeluruh dari rumah sakit untuk 
pengembangan kasus. Ada kemungkinan jumlah tersangka bertambah," kata Agus. 

Aparat Polres Kota Surakarta mengungkap kasus penganiayaan anak di kamar Hotel 
Wismantara di Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (16/2).

Menurut Kepala Polsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana, setelah menemukan 
korban dalam keadaan mulut dilakban dan tangan-kaki diikat dengan kulit terluka 
akibat siraman air panas di kamar hotel, polisi langsung menangkap tersangka 
Dedi bin Loe Wie Wie (32), dan adiknya Iwan Winardi Loe Wie Wie (22) pada Jumat 
(16/2) sore.

"Kami menemukan korban di dalam hotel dalam kondisi mulutnya dilakban, dan 
diikat kaki dan tangannya. Korban ada luka kulit mengelupas bekas terkena air 
panas di bagian tangan dan selangkangannya," kata Sarjana. 

Saat itu, menurut dia, korban yang mulut dan tubuhnya terluka dalam keadaan 
trauma dan ketakutan serta tidak mau bertemu dengan ibu kandungnya yang bernama 
Maria.

Menurut Sarjana tersangka Dedi mengaku sebagai calon suaminya ibu kandung 
korban, dan sudah berkumpul seperti suami istri dengan ibu korban sejak delapan 
tahun lalu. Korban yang merupakan anak Maria dengan suami sebelumnya diduga 
sering dianiaya oleh pelaku.


Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Maryati

Kirim email ke