Menteri Rini Pastikan Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung MolorKompas.com 
- 19/02/2018, 16:02 WIB
Dubes China untuk Indonesia, Xie Feng (kiri) bersama Menteri BUMN, Rini 
Soemarno (dua kiri) melihat miniatur atau contoh kereta cepat milik China saat 
pembukaan pameran Kereta Cepat dari Tiongkok (China) di Senayan City (Sency), 
Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan 
kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pemerintah Tiongkok merupakan salah satu pihak 
yang menawarkan kerja sama dalam pembangunan kereta cepat tersebut. 
TRIBUNNEWS/JEPRIMA(JEPRIMA)
KOMPAS.com - Pembangunan kereta cepat Jakarta - Bandung masih terkendala 
pembebasan lahan. Dengan demikian, target penyelesaian pembangunannya juga 
molor dari 2019 ke 2020.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di 
kantor Kemenko Perekonomian, Senin (19/2/2018).

Rini menjelaskan progres pembebasan lahan kereta cepat ini baru 54 persen 
dengan rincian 55 kilometer (km) sudah diserahkan kepada pihak kontraktor.

Sementara, 22 km sudah persiapan tahap pembangunan, dan 33 km persiapan land 
clearing.

Baca juga : Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut, Konstruksi Dimulai Mei

"Kalau pembangunan sih molor. Karena pebebasan lahannya juga lambat. Karena 
kita baru dapat penlok (penetapan lokasi) pada 31 Oktober 2017, dan sampai 
sekarang ini kan masih banyak pebebasan lahan yang harus diminta persetujuan 
dari kementerian Kehutanan," kata Rini.

Ia menambahkan, penyelesaian pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung baru bisa 
dilakukan 32 bulan terhitung pada Februari ini atau selesai pada Oktober 2020.

"Kami masih sangat berharap. Kan sekarang hitungannya 32 bulan. 32 bulan dari 
pembangunan kan sekarang sudah mulai land clearing di Halim," lanjut Rini.

Baca juga : HSBC Sebut Akan Terlibat dalam Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung



Dana Pinjaman

Rini juga menargetkan dana pinjaman proyek kereta cepat Jakarta-Bandung 
(JKT-BDG) ini ditargetkan keluar pada Maret 2018 ini.

Dia bilang, pada Maret itu pula dana itu sudah bisa disalurkan, "Pada dasarnya 
sekarang sudah jalan, karena kita sudah masukkan modal. Dari kita juga, dari 
sana juga," ucap dia.

Menurutnya, di tahap pertama, kemungkinan yang akan disalurkan oleh China 
Development Bank (CDB) sebesar 500 juta dollar AS atau Rp 6,75 triliun dari 
total pinjaman sebesar 5,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 78,6 triliun.

Baca juga : Kemenhub Desak China Segera Realisasikan Kereta Cepat 
Jakarta-Bandung

Penyaluran pinjaman melalui PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), yang 
merupakan konsorsium BUMN Indonesia dan Konsorsium China Railways dengan skema 
business to business. (Ghina Ghaliya Quddus)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Pembangunan kereta cepat 
Jakarta-Bandung dipastikan molor dari target" pada Senin (19/2/2018).


Kirim email ke