Kiriman dari seorang sahabat, terjemahan isi pokok dari bhs. Tionghoa (dibagian 
bawah):



Isi pokok -- Menlu Jerman Sigmar Gabriel: 

"Strategi- OBOR - Tiongkok telah merusak orde/tataan dunia barat"


Pada konferensi keamanan ke-54 yg diselenggarakan di Munchen, setelah pada hari 
kedua pd 17 feb.yl Ms. Fu Ying sbg delegasi Tiongkok menyampaikan pidatonya yg 
berjudul "Dari sudut pandangan kebersamaan nasib manusia, perlu adanya 
perbaikan dlm masalah keamanan diseluruh dunia", menlu Jerman Sigmar Gabriel 
memberikan reaksinya dgn mengatakan bahwa strategi "One belt one road" (OBOR) 
Tiongkok merupakan ancaman bagi Eropa.



Tiongkok bersama-sama dgn Rusia sedang berusaha mencoba untuk merusak 
orde/tataan liberalisme dunia barat kami. Selanjutnya menyatakan bhw. Eropa 
harus bersatu dan untuk itu dlm 3 hal ini kita perlu maju, yakni: kekuatan utk 
merapatkan kesatuan intern, mengembangkan kepentingan politik luar negri 
bersama dan menemukan sarana untuk mencapai kepentingan bersama. Kita 
memerlukan saat2 untuk Eropa, kita harus bersatu dan jangan satu sama lain 
saling bertentangan. Kerjasama antara Eropa dan AS penting sekali. 



Gabriel telah sekali lagi mengarahkan ujung tombaknya kpd Tiongkok dgn 
mengatakan bhw kebangkitan Tiongkok dgn OBORnya, merupakan ancaman yg besar 
bagi Eropa dan dimata orang Jerman (kata dia, ...) Tiongkok mau menegakan satu 
sistim baru agar posisi Tiongkok menjadi menonjol didunia. 



Gabriel bahkan melukiskan politik luar negeri Tiongkok sedemikian rupa 
mengembangkan satu sistim pengganti yg samasekali baru dan menyeluruh yg 
bertentangan dgn sistim kita yg berlaku yg didasarkan pada liberalisme dan 
demokrasi. Ini merupakan strategi global mereka yg sedang dengan teguh berusaha 
mewujudkannya.



Sekalipun Gabriel tidak menyalahkan Tiongkok, karena Tiongkok berhak melakukan 
itu, tapi jelas Gabriel mengecam sebagai negara barat yang maju TIDAK MEMPUNYAI 
STRATEGI Baru untuk mengimbangi dengan baik Strategi OBOR Tiongkok itu. 


Dengan demikian mengharapkan agar AS beserta sekutunya berbuat utk kebersamaan, 
kini bukan saatnya diantara kita hanya memikirkan kepentingannya masing2. 
Seiring dengan meningkatnya posisi Tiongkok dipanggung politik dunia, Eropa dan 
AS perlu bersatu, kalau tidak kita akan dicampakkan mereka jauh ketinggalan 
dibelakang. Sesudah perang dunia ke2, kita semua (Eropa) terutama Jerman telah 
belajar sistim demokrasi, kebudayaan pluralisme dan perdagangan bebas dari AS. 
Tapi kini kita hampir tidak melihatnya lagi AS seperti yg kita kenal dulu, 
sehingga Jerman merasa "tidak aman".


Eropa tidak mempunyai satu strategi baru yang mampu menghadapi Tiongkok dan 
Rusia dan mampu mengimbangi pesatnya kebangkitan Tiongkok. Dia mengajukan agar 
Eropa memiliki satu politik luar negri yg sama utk menghadapi kedua negri ini.


Jawaban Deplu Tiongkok:
OBOR itu terbuka lebar2 secara keseluruhan dengan toleransi, tidak membentuk 
klik atau lingkungan kecil tertentu dan juga tidak menjadi satu ancaman 
terhadap siapapapun, sebaliknya malah menyambut siapa saja yg mau ambil bagian 
didalam usaha menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan dan berkembang 
maju ber-sama2. Mengharapkan agar negri2 yg bersangkutan secara objektif dan 
rasionil melihat dan menghadapi OBOR ini.


Tiongkok tidak akan menjadi negri besar supra yg mendomasi dunia, karena ini 
berlawanan dg tradisi kebudayaan kami. Perkembangan Tiongkok secara damai 
justru merupakan satu kesempatan yg sangat baik bagi dunia dan samasekali bukan 
menjadi satu ancaman bagi siapapun. Masyarakat internasional perlu memahaminya 
dan mendukungnya.



中国推“一带一路”德国外交部长竟称破坏西方世界秩序 
观察者网百家号02-18 10:42
【编译/观察者网 徐蕾】当地时间2月17日,第54届慕尼黑安全会议(慕安会)进入第二天。

据央视消息,全国人大外事委员会主任委员傅莹当天发表了题为“从人类命运共同体的角度看核领域全球治理”的主旨讲话。提出应改进全球安全治理,以更好地反映当前世界全球化与高度一体化的趋势。

傅莹参加慕安会 图源:慕安会官网

据德媒报道,德国外交部长西格马·加布里尔(Sigmar 
Gabriel)当天在会上发表讲话,但他却将中国“一带一路”项目视为对欧洲的威胁,甚至称中国和俄罗斯正试图“试探和破坏”西方自由主义的世界秩序。

加布里尔发表讲话 德媒视频截图

慕安会官网


首先,加布里尔呼吁欧洲的团结,表示有三件事是必须向前推进的:产生内部凝聚力,发展共同的外交政策利益,并找到能追求共同利益的工具。

“我们需要一个欧洲时刻……我们坚信,欧洲需要合作而不是对抗。”

同时,他还强调欧洲与美国合作的重要性。

但是随后,加布里尔又把矛头转向中国和俄罗斯:将中国的崛起看作是对欧洲的巨大威胁。

他提到中国的“一带一路”,在德国人眼中,是在建立一个体系,让中国在世界上留下印记。

他甚至如此形容:“中国正在发展一个全面替代体系,这个体系不同于我们建立在自由、民主之上的体系。中国似乎有一个真正的全球战略构想,他们正在坚持不懈地追求这一理念。”

他说,他“不指责中国这么做,因为中国有权利这么做”,但是他话锋一转,又说,作为西方世界,“没有一个新的战略来在新的世界秩序中找到平衡”,是要接受指责的。

在讲话中,他强调中国日益增长的地缘政治自信带来的挑战,甚至称中国和俄罗斯正试图“试探和破坏”西方自由主义的世界秩序。

因此,他再次把目光投向美国,称希望美国等盟友支持欧盟,表示现在不是“仅仅追求各自国家利益”的时刻。

他表示,随着中国对世界舞台的影响力上升,美国和欧洲需要一起合作,否则就有可能被落在后面。

他说,尤其是德国,在二战之后,向美国学习了很多,比如民主制度、多元文化、自由贸易。但是如今,“我们似乎不认识我们的美国了”,他表示这德国感到“不安”。

“该相信实际行动、文字,还是推特?”

“西方国家没有一个新的战略来对付这两个大国,权力将随着中国的崛起而改变。”他甚至提出,欧盟需要制定一项共同的外交政策议程,以应对中国和俄罗斯等国日益增长的自信。

“没有人可以试图分裂欧洲,俄罗斯不行,中国不行,美国也不行。”

演讲最后,他说,当今世界一方面是民主的,一方面是独裁的,这是民主与独裁之争。“未来是否是我们的,这取决于我们自己。”

外交部:“一带一路”是开放、包容的

对于德国外长炮制出的这番“一带一路”威胁论,我国外交部曾多次强调过,“一带一路”倡议旨在促进沿线国家的基础设施建设和互联互通,对接各国政策和发展战略,实现共同发展。中方秉持共商、共建、共享原则推进“一带一路”合作,也就是有事大家商量着办,不存在“一言堂”的情况。中方从来没有、也不会寻求建立一国主导的规则。

“一带一路”倡议不是要搞什么“小圈子”,也不针对任何国家,而是开放、包容的。我们欢迎各方积极参与其中,也希望有关方面客观、理性看待“一带一路”建设。

“‘国强必霸’有违中华传统文化,背离世界发展潮流,绝不是中国的选择。中国的和平发展对世界是机遇而不是挑战,需要国际社会的理解和支持。”

-- 
您收到此邮件是因为您订阅了Google网上论坛上的“沸騰45”群组。
要退订此群组并停止接收此群组的电子邮件,请发送电子邮件到gelora45+unsubscr...@googlegroups.com。
要发帖到此群组,请发送电子邮件至gelor...@googlegroups.com。
访问此群组:https://groups.google..com/group/GELORA45。
要查看更多选项,请访问https://groups.google.com/d/optout。

Kirim email ke