----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Tsasando' [email protected] [wahana-news] <[email protected]>Kepada: 'Yahoo! Inc.' <[email protected]>Terkirim: Selasa, 20 Februari 2018 03.28.07 GMT+1Judul: [wahana-news] Siapa di Balik Mobilisasi Isu Kebangkitan PKI?
https://www.kompasiana.com/ariswaykanan/5a89bf7ff133441ad45a7892/siapa-penunggang-kuda-di-balik-mobilisasi-isu-kebangkitan-pki Siapadi Balik Mobilisasi Isu Kebangkitan PKI? Aris Way Kanan 19 Februari 2018 Siapapun mendengar kata PKI saat ini seperti diseret kembali kemasa dimana Lubang Buaya diwarnai tetesan darah para Pahlawan Revolusi.Terlebih bagi mereka yang terlahir semasa era Orde Baru ketika film kekejamanG30S/PKI sempat menjadi tontonan wajib pergantian bulan September ke Oktobersetiap tahunnya. Darah parajenderal kusuma bangsa seperti dipertontonkan dan didogmakan membekas di benakanak bangsa betapa kejamnya PKI kepada bangsa Indonesia. Wajar jika kemudianrasa trauma berkepanjangan terhadap PKI layaknya diwariskan dari generasi kegenerasi secara turun-temurun. Ketakutanserupa kini seperti sedang dibangun oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkansituasi tersebut. Trauma masyarakat yang berlebihan terhadap PKI dicoba untukdibangkitkan kembali melalui isu-isu yang tidak jelas sumbernya.. Bahkan merekatidak segan-segan membuat skenario sehingga ada adegan settingan yangseolah-olah menggambarkan komunis telah bangkit di bumi pertiwi. Padahalyang terjadi sebenarnya bukan kebangkitan PKI melainkan kebangkitan isu PKIyang sengaja dibuat untuk menyerang Pemerintah Jokowi. Sejak pertama menjabat,Jokowi memang menjadi sasaran tembak isu PKI bahkan difitnahkan dengan beragamisu terkait komunis. Tidak sampai di situ PDI Perjuangan sebagai partaipengusungnya pun difitnah sebagai partai yang dekat dengan komunis.. Mereka yangmenuduh dan memfitnahkan demikian tak ubahnya para oportunis yang tak pernahmembuka buku sejarah. PDI Perjuangan dilahirkan ketika rasa nasiolisme sedangdiusik amat kuat. Ketika kecintaan kepada Tanah Air dan bangsa sedang dalamujian terberat. Dan sama sekali berbeda dengan paham marxisme ataupun komunismeyang lahir bukan dari akar budaya bangsa. PDI Perjuangan yang juga telah banyakmelahirkan para pemimpin bangsa termasuk Jokowi lahir dan tumbuh dari akarbudaya bangsa Indonesia yang berbhineka tunggal ika. Sayangnyahantaman isu PKI begitu keras dibenturkankepada Jokowi dan PDI Perjuangan secara tidak adildalambeberapa waktu terakhir. Namun bukan sesuatu yang sulit untuk mengetahui siapasaja para penunggung kuda di bali upaya kebangkitan isu PKI. Sebab semuanyabisa ditelusuri secara ilmiah. SaifulMujani Research and Consulting (SMRC) misalnya melakukan survei opini publiknasional tentang isu kebangkitan PKI pada akhir tahun lalu dan ditemukan bahwaopini kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di masyarakat tidak terjadisecara alamiah. Lembagasurvei terpercaya itu menemukan bahwa isu tersebut ternyata merupakan hasilmobilisasi opini kekuatan politik tertentu, terutama pendukung Prabowo, mesinpolitik PKS dan Gerindra. Hasil tabulasi silang dengan preferensi partaipolitik juga menunjukkan, mereka yang percaya PKI 'bangkit' kebanyakanmerupakan pemilih PKS (37 persen), Gerindra (20 persen), dan PAN (18 persen). Melaluimetode ilmiah tersebut dapat diketahui siapa saja yang menjadi penunggangkepentingan atau mereka yang menginginkan isu kebangkitan PKI kembali menjaditren di kalangan masyarakat. Di sisilain melalui tangan-tangan pihak berwajib pula bukan sesuatu yang sulit untukmencokok mereka yang berkepentingan isu PKI bangkit. PolresBogor misalnya sudah berhasil mengamankan enam pelaku dan penyebar videopersekusi terhadap tunawisma yang dituduh komunis di Kampung Dayeuh, KecamatanCileungsi. Adapun kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (10/2) dini hari. Darikasus tersebut juga diketahui bahwa video PKI di Bogor yang sempat viralbeberapa waktu lalu ternyata hanya settingan para pelaku yang kini telahditangkap aparat tersebut. Misi merekasudah jelas, membuat kisruh tahun politik menuju 2019. Koalisi penunggang isuPKI pun jelas sudah terlihat gambarannya. Bahkan mereka yang bisa saja berpikirjejak digitalnya tak bisa diungkap secara ilmiah bisa ditelusuri dengan amatmudah dan tak perlu waktu lama. Sebagaimana pameo sepandai-pandai tupaimelompat pasti akan jatuh juga. Hukum alam pasti berlaku bagi mereka parapenyebar fitnah dan koalisi oportunis yang ingin mencapai puncak kekuasaandengan menghalalkan cara apapun.
