https://www.antaranews.com/berita/687628/mahasiswa-stpp-bogor-ciptakan-
mesin-penyiang-padi
Mahasiswa STPP Bogor ciptakan
mesin penyiang padi
Rabu, 21 Februari 2018 22:25 WIB
Ilustrasi: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua kiri) bersama
Bupati Demak M Natsir (ketiga kanan) secara simbolis mengawali penanaman
padi Musim Tanam II (MT II) menggunakan mesin 'rice transplanter' saat
kunjungan kerja di areal persawahan Desa Sari, Gajah, Demak, Jawa
Tengah, Selasa (23/1/2018). (ANTARA /Aji Styawan) ()
Bogor (ANTARA News) - Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian
(STPP) Bogor, Jawa Barat, menciptakan mesin sederhana yang berfungsi
untuk menyiang sekaligus memupuk padi di sawah.
Mesinnya yang diberi nama Si Tepuk, singkatan dari siang terus pupuk,
itu merup[akan karya Aceng Muhammad Badrudin Muttaqin bersama Dani Kurnia.
"Si Tepuk menggunakan daya listrik dari baterai yang sudah dapat
diproduksi di Indonesia," kata Aceng di Bogor, Rabu.
Mesin ini mengombinasikan kegiatan penyiangan dan pemupukan. Prinsip
kerjanya adalah pisau pemotong berfungsi untuk memotong gulma sampai
pada akarnya.
Mesin dilengkapi roda pertama yang berfungsi untuk membenamkan gulma
yang telah terpotong. Corong pengeluaran pupuk berfungsi untuk
menaburkan pupuk di dekat akar tanaman dan roda belakang berfungsi untuk
membenamkan pupuk yang telah ditebarkan.
Menurut Aceng, konsep pembuatan mesin penyiang dan pemupuk padi tersebut
telah dimulai sejak bulan Oktober 2017 hingga Januari 2018. Proses
pembuatan berlangsung kurang lebih dua minggu lamanya.
"Kami membuat mesin bekerja sama dengan bengkel las," katanya.
Latar belakang pembuatan alat pertanian tersebut berdasarkan pengalaman
dengan petani ketika praktik lapang ternyata ada petani yang memupuk
padi tidak melakukan penyiangan terlebih dahulu dengan alasan rumput
masih kecil sehingga susah dilakukan penyiangan.
Padahal, lanjutnya, jika dilihat dari tujuan dari dua kegiatan itu
adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dengan penyerapan unsur
hara yang tepat sasaran.
"Sejak itu mulai terpikir oleh kami untuk membuat alat pertanian ini,"
katanya.
Si Tepuk telah diikutsertakan dalam Kompetisi Penemu Muda Teknologi
Pertanian bertajuk Agriventor 2017 yang diselenggarakan oleh Gerakan
Pemuda Tani Indonesia (Gempita).
Aceng mengatakan kompetisi tersebut diikuti oleh 36 tim penemu muda
seluruh Indonesia. Tanggal 20 Februari 2018 tim mempresentasikan hasil
temuannya kepada juri.
Dani Kurnia menjelaskan ketertarikan mereka mengikuti lomba tersebut
mendorong mereka untuk menciptakan alat sederhana yang bermanfaat untuk
sektor pertanian.
"Sebagai mahasiswa jurusan penyuluh pertanian, kami termotovasi untuk
menciptakan alat yang bisa digunakan oleh petani," kata Dani.
Menurut Dani, mesin Si Tepuk sebagai aksi nyata mahasiswa STPP Bogor
untuk memajukan pertanian Indonesia.
Dani menambahkan banyak masukan yang mereka terima dari tim juri
kompetisi. Alat tersebut memerlukan lebih banyak uji coba sehingga bisa
betul-betul digunakan oleh petani.
Pewarta: Laily Rahmawati
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018