Lhaa, iyaaalaah, ... makanya Rizieq belum bisa pulang karena dia tunggu-tunggu 
petunjukkan Allah di tanah suci sana, belum juga datang! Jadi sampai sekarang 
belum juga berani pulang! Artinya belum diridoi Allah! Hehehee, ...

From: kh djie [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, February 22, 2018 7:43 AM
To: Gelora45 ; Sunny ambon 
Subject: Re: [GELORA45] Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia, Ini Alasannya + 
...Massa di Bandara Diminta Bubar

  

-------  
Sukma melanjutkan, bahwa semua pihak telah berusaha semaksimal mungkin untuk 
kepulangan Habib Rizieq namun semua Allah yang menentukan. ------ 


Lha, kok Allah dibawa bawa. Yang menentukan berani pulang atau tidak kan si 
Habib sendiri. Masa Allah kirim malaikat beri petunjuk pada Habib.......


2018-02-21 23:37 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>:

    
  
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/18/02/21/p4h6q8409-habib-rizieq-batal-pulang-ke-indonesia-ini-alasannya

  Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia, Ini Alasannya
  Rabu 21 Februari 2018 07:58 WIB

  Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Andri Saubani


  Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada 
awak media sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Direkorat Kriminal 
Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2). 

  Foto: Republika/ Raisan Al Farisi 

  Panitia penyambutan telah mendapatkan konfirmasi langsung dari Rizieq.

  REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Informasi kepulangan Imam Besar Habib Rizieq 
akhirnya menemui kepastian. Habib Rizieq dipastikan batal pulang ke Indonesia 
sesuai pernyataan yang diberikan oleh Ketua Panitia Penyambutan Imam Besar 
Habib Rizieq, M. Nur Sukma.

  "Atas Nama Panitia Penyambutan Imam Besar (PPIB) HRS, menyampaikan bahwa HRS 
menunda kepulangannya ke Tanah Air sesuai hasil istikharahnya," ujar Sukma 
dalam keterangan tertulis yang didapat Republika, Rabu (21/2).

  Sukma menegaskan, batalnya kepulangan Habib Rizieq sesuai dengan hasil 
istikharah yang telah dilakukan olehnya selama beberapa hari terakhir. Kepada 
seluruh umat Islam dan masyarakat Indonesia yang menunggu kepulangan HRS agar 
selalu istiqamah dan bersabar.

  "Kepada seluruh umat Islam dan Bangsa Indonesia yang sangat mengharapkan 
kepulangan beliau dan telah bersungguh-sungguh melakukan berbagai upaya 
menyambut kepulangan beliau, kami mengucapkan jazakumullohu khoiron katsiiro, 
semoga Allah selalu memberikan kepada kita keistiqamahan dalam perjuangan 
diatas jalan-Nya," lanjutnya.

  Baca: FPI Menanti Kepulangan Habib Rizieq.

  Perjuangan yang dimaksud yaitu termasuk penegakan keadilan di NKRI. Sehingga 
Indonesia menjadi negara yang maju, berkah, aman dan sentosa, serta baldatun 
thoyyibatun warobbun ghofuur.

  Sukma melanjutkan, bahwa semua pihak telah berusaha semaksimal mungkin untuk 
kepulangan Habib Rizieq namun semua Allah yang menentukan. Tentu apa yang 
dilakukan Rizieq saat ini adalah yang dianggap terbaik saat ini. "Mari kita 
lanjutkan perjuangan kita dan mohon maaf atas segala kekurangan yang ada," 
ujarnya.

  Berita kepulangan HRS memang penuh ketidak pastian sejak beberapa hari yang 
lalu. Sebelumnya, berdasarkan foto tiket yang beredara di media sosial, Rizieq 
berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Arab Saudi pada Selasa 
(20/2) waktu setempat tiba di Jakarta, Rabu (21/2) dengan menumpang pesawat 
Saudi Arabian Airlines.

  Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan Rizieq sebagai tersangka dugaan 
pornografi bersama seorang wanita Firza Husein. Rizieq dan Firza dijerat Pasal 
4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 
juncto Pasal 35 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

  Baca: Pasal-Pasal UU Pornografi yang Menjerat Habib Rizieq


       
       
       
       
       


  ++++++++++


  
http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/18/02/21/p4h7pd409-habib-rizieq-batal-pulang-massa-di-bandara-diminta-bubar





  Habib Rizieq Batal Pulang, Massa di Bandara Diminta Bubar
  Rabu 21 February 2018 08:20 WIB

  Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Andri Saubani





Kirim email ke