Kalau saya baca di lontar Sengkala bumi, katanya orang yang lahir pada hari senin badannya akan gatal-gatal jika makan daging anjing dan yang lahir pada hari rabo mereka akan susah buang air besar jika makan daging babi. Sama halnya dengan orang yang alergi jika makan telur dan ikan laut kulitnya akan bintik-bintik serta panas dingin. Ini bukan untuk semua orang, karena kekebalan tubuh setiap orang kan berbeda-beda
From: Chan CT [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, February 22, 2018 10:17 AM To: [email protected]; Karma, I Nengah [PT. BI-POS] <[email protected]> Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Dalam Sehari 1.200 Anjing Dikonsumsi di Kota Solo Saya YAKIN itu hanyalah masalah pengaruh kepercayaan saja yang merasakan telah “BERSALAH” termakan daging anjing yg haram itu saja! Karena kenyataan begitu banyak orang pemakan daging anjing dan saya sendiri berulangkali makan daging anjing juga TIDAK bermasalah, kok! Seperti halnya juga dengan pemakan daging babi yang di HARAM kan umat Islam itu, pengalaman seorang sahabat bisa segera merasa mual dan memuntahkan keluar makanan uuueenak yang didilahapnya, begitu dibilang yang dimakan tadi adalah daging babi, ... Salam, ChanCT From: 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] Sent: Thursday, February 22, 2018 8:07 AM To: '[email protected]' ; 'j.gedearka' Subject: [GELORA45] Dalam Sehari 1.200 Anjing Dikonsumsi di Kota Solo Kalau di hindu memakan daging anjing sangat dilarang, karena makanan akan mempengaruhi pikiran kita. Saya pernah ditipu teman saat SMA ditempat kos, katanya sate dan rawon yang dia berikan adalah daging sapi kebetulan bapaknya memotong sapi dirumahnya. Setelah saya santap baru dia bilang bahwa dia habis rendeman disungai, karena badannya panas. Kenapa badannya bisa panas, karena dia telah menyantap daging anjing. Dan sate yang diberikan tadi pada saya adalah daging anjing. Dalam beberapa lontar di bali disebutkan, orang yang memakan daging anjing pada hari kelahiran tertentu badannya bisa sakit. From: [email protected]<mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, February 22, 2018 3:21 AM To: [email protected]<mailto:[email protected]>; [email protected]<mailto:[email protected]>; [email protected]<mailto:[email protected]>; Persaudaraan <[email protected]<mailto:[email protected]>>; Sahala Silalahi <[email protected]<mailto:[email protected]>> Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Dalam Sehari 1.200 Anjing Dikonsumsi di Kota Solo http://regional.kompas.com/read/2018/02/21/13223601/dalam-sehari-1200-anjing-dikonsumsi-di- kota-solo Dalam Sehari 1.200 Anjing Dikonsumsi di Kota Solo Kompas.com - 21/02/2018, 13:22 WIB [Salah satu warung yang menyediakan kuliner berbahan dasar daging anjing di kota Solo, Jawa Tengah.] Salah satu warung yang menyediakan kuliner berbahan dasar daging anjing di kota Solo, Jawa Tengah.(Kompas.com/Ervan Hardoko) SOLO<http://indeks.kompas.com/tag/Solo>, KOMPAS.com — Heru Krisnandi adalah seorang penikmat daging anjing<http://indeks.kompas.com/tag/daging-anjing> asal Solo<http://indeks.kompas.com/tag/Solo>, Jawa Tengah. Dia tidak hanya menyukai rasa daging hewan itu, tetapi juga sensasi hangat yang menurutnya menjadikan dia jauh lebih energik. Heru sangat memahami anjing adalah hewan peliharaan yang tak lazim untuk dikonsumsi dagingnya. Namun, fakta itu tak membuatnya berhenti menyantap daging hewan tersebut dan pria ini bahkan memelihara seekor anjing di rumahnya. Baca juga: Sengsu, Tongseng Jamu, dan Kenyataan Bahayanya<http://sains.kompas.com/read/2018/02/07/170000823/-sengsu-tongseng-jamu-dan-kenyataan-bahayanya> "Saya punya seekor anjing, tetapi saya tidak tega menyantap anjing milik sendiri. Saya tak peduli bagaimana anjing-anjing itu dibunuh selama saya tidak melihat prosesnya," ujar Heru seperti dikutip harian The Jakarta Post, Rabu (21/2/2018). Heru tak mengetahui bahwa menurut para aktivis hak hewan, anjing-anjing itu diperlakukan brutal sebelum dipotong dan dagingnya disajikan untuk para penggemar kuliner ekstrem itu. Di sisi lain, banyak orang yang mendapatkan keuntungan dari menjual daging hewan yang kerap disebut sahabat terbaik manusia itu. Salah satunya adalah Sukardi (61) yang sudah menjual masakan berbahan daging anjing sejak 1979. Kini, Sukardi memiliki empat warung makan dengan menu utama daging anjing. Dia harus merogoh kocek Rp 150.000 untuk mendapatkan seekor anjing. Namun, dia bisa meraih keuntungan hingga Rp 3 juta sehari. Dalam satu hari, Sukardi membutuhkan 8 hingga 12 anjing untuk dipotong dan dimasak demi memenuhi kebutuhan pelanggan di keempat warungnya itu. Di Solo, warung-warung daging anjing bisa dengan mudah ditemukan. Mereka menawarkan berbagai jenis kuliner, mulai dari apa yang disebut dengan nama sengsu hingga sate anjing. Baca juga: Seorang Bocah Tewas Usai Makan Daging Anjing<http://regional.kompas.com/read/2017/10/20/12530021/seorang-bocah-tewas-usai-makan-daging-anjing> Warung-warung ini sudah menjamur di Solo selama berpuluh-puluh tahun dan keberadaannya tak pernah diusik semua wali kota, termasuk Joko Widodo yang saat ini menjadi presiden Indonesia. "Kami tak bisa melarangnya karena tak ada regulasi yang bisa digunakan untuk melarang. Tradisi kuliner ini sudah ada sejak dahulu," kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, masih kepada The Jakarta Post.
