Bertemu Megawati, Jokowi Akui Bahas Pilpres
Kamis, 22 Februari 2018 | 8:22

http://sp.beritasatu.com/home/bertemu-megawati-jokowi-akui-bahas-pilpres/122909




Megawati dan Jokowi [rimanews] 


Berita Terkait

  a.. Lawan Jokowi di Pilpres 2019 Bukan Prabowo, Ini Hasil Utak Atiknya 
  b.. Kabais Mendadak Diganti, Waketum Gerindra: Terkait Pilpres 2019 
  c.. Generasi Muda Bengkulu Dorong Jokowi Pilih Cak Imin di Pilpres 2019 
  d.. JK: Dua Pasangan di Pilpres 2019 
  e.. Megejutkan, Dukungan Partai Perindo untuk Jokowi
[JAKARTA] Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pertemuannya dengan 
pimpinan partai politik (parpol) koalisi pemerintah merupakan sesuatu yang 
rutin dilakukan. Diungkapkan, tak ada hal istimewa dari setiap pertemuannya 
dengan Ketua Umum (ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketum PPP M 
Romahurmuziy, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, 
Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), termasuk Ketum PAN Zulkifli Hasan.

“Pertemuan dengan Bu Mega, dengan Pak Romy, dengan Pak Surya Paloh dengan Cak 
Imin (Muhaimin), dengan Pak OSO, Pak Zulkifli, rutin biasa,” kata Jokowi seusai 
menghadiri acara Dzikir Kebangsaan Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, 
Jakarta, Rabu (21/2).

Hal ini disampaikan Jokowi ketika ditanyakan pertemuannya dengan Ketua Umum 
(ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Istana Batutulis Bogor, Jawa 
Barat, Selasa (20/2). Dirinya dan Megawati berbicara banyak hal, termasuk 
mengenai pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) serta pemilihan kepala 
daerah (pilkada). “Kalau saya ngomong tidak (bicara pilpres), kan bohong. Ya 
berbicara pilpres, pilkada agar aman tentram seperti apa. Kurang lebih itu,” 
ujarnya.

Dia tak menjawab eksplisit ketika disinggung sikapnya akan maju pilpres dengan 
diusung PDI Perjuangan. “Ya tadi bicara pilpres,” demikian mantan Gubernur DKI 
Jakarta ini.

Mengenai figur calon wakil presiden (cawapres) yang kemungkinan mendampinginya 
dalam pilpres, dia mengaku belum ingin membahas itu. “Masih panjang sekali,” 
ucapnya.

Sementara itu, Romy menuturkan, Jokowi menginginkan agar Pilkada Serentak 2018 
berlangsung aman. Kontestasi Pilpres 2019, lanjutnya, diharapkan tidak dipenuhi 
ujaran kebencian. Ditambahkan, Jokowi juga menanyakan rencana masing-masing 
partai koalisi terkait sosok ideal cawapres.

“Tentu pada saatnya kan akan dibahas bersama. Saat ini presiden tingkatannya 
masih kepada pertemuan bilateral, antara PPP dengan beliau, antara PAN dengan 
beliau, antara PKB dengan beliau, dan partai-partai yang lain dgn beliau,” kata 
Romy.

Dia optimistis pada saatnya Jokowi akan mengintegrasikan seluruh hasil 
pertemuan. “Direkonsiliasi semua, kemudian sampai pada titik, yuk kita bahas 
bersama,” ujarnya.

Romy mempunyai kriteria cawapres pendamping Jokowi. Pertama, kebutuhan untuk 
menjaga keutuhan NKRI. Narasi besar NKRI dibangun atas dasar nasionalisme dan 
agama. Kedua, dibutuhkan pasangan calon presiden (capres) dan cawapres yang 
jauh dari ujaran kebencian. “Ketiga, tentu adalah kebutuhan elektoral dari 
presiden sendiri, serta kebutuhan kemampuan beliau dengan massa yang akan 
datang,” tegasnya. [C-6]





Kirim email ke