Itu lisensi atau memang perusahaan pensiunan tentara bersama-sama swasta
asing yang ada di Indopnesia.

Sekarang sedang ada perundingan antara Turki dan Jerman untuk membangun
pabrik tank Jerman di Turki. Lebih murah, langsung dioperasikan dan
Jerman bisa cuci tangan kalau ada gerakan anti perang di dalamnegerinya.
Sementara itu Turki memang terkenal jelek, ganas dan tidak manusiawi
dalam memperlakukan warganegaranya yang kritis.





Am Thu, 22 Feb 2018 01:27:09 +0100 schrieb "kh djie
dji...@gmail.com [GELORA45]" <GELORA45@yahoogroups.com>:

> Bayar lisensi lebih murah dan lebih cepat dari pada bikin penyelidikan
> sendiri.
> Mungkin perlu puluhan tahun baru berhasil ciptakan yang berkwalitas
> baik. Dari hasil membuat senjata berdasarkan lisensi, harus bisa
> mengembangkan sendiri tipe lain yang lebih canggih.
> Dari hanya niru, sampai bisa ciptakan suatu yang baru.
> Anehnya kok perusahaan swasta ?
> Apa ahlinya, dulunya pensiunan dari PINDAD atau PALAD ?
> 
> 2018-02-21 23:00 GMT+01:00 Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com
> [GELORA45] < GELORA45@yahoogroups.com>:  
> 
> >
> >
> >
> > *Pada umumnya senjata-senjata yang diproduksikan adalah dasar
> > lisensi luarnegeri, jadi bukan hasil penyelidikan (research) dalam
> > negeri.*
> >
> > http://poskotanews.com/2018/02/22/indonesia-sudah-mampu-
> > produksi-peralatan-militer-canggih/
> > Indonesia Sudah Mampu Produksi Peralatan Militer Canggih Kamis, 22
> > Februari 2018 — 0:55 WIB
> >
> > [image: Menhan Ryamizard dan ketua DPR Bamsoet pada acara pameran
> > senjata militer produk dalam negeri. (joko)]
> >
> > Menhan Ryamizard dan ketua DPR Bamsoet pada acara pameran senjata
> > militer produk dalam negeri. (joko)
> >
> > *JAKARTA* – Pameran berbagai jenis senjata canggih yang diproduksi
> > oleh Perkumpulan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhatanas)
> > berlangsung di Energy Building, kawasan SCBD Jalan Jenderal
> > Sudirman, Jakarta Pusat. Berbagai peralatan militer produk dalam
> > negeri meliputi dari senjata serbu, sniper, pistol, drone, hingga
> > rompi, dan jaket anti-peluru.
> >
> > “Kita harus bersyukur bahwa putra bangsa sendiri telah berhasil
> > memproduksi alat pertahanan dengan kualitas dunia, tidak kalah dari
> > buatan luar negeri,” ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard
> > Ryacudu, saat membuka pameran sekaligus Rapat Umum Anggota Luar
> > Biasa (RUALB), di Energy Building, SCBD, Jakarta, Rabu (21/2).
> >
> > Seluruh peralatan tersebut adalah buatan dalam negeri, yang
> > diproduksi Persatuan Industri Pertahanan Swasta Nasional
> > (Pinhantanas), untuk memasok kebutuhan TNI dan sebagian juga
> > diekspor ke luar negeri.
> >
> > “Kita sudah mampu membuat peralatan militer canggih, ini tentu
> > sangat membanggakan,” ujar Ryamizard. Menurutnya pemerintah sangat
> > mendukung produksi peralatan militer dalam negeri. Bahkan, saat ini
> > telah dianggarkan sebesar Rp 15 triliun melalui BUMN, seperti
> > PINDAD, PAL, PTDI, PTLEN, dan lainnya, agar mampu meningkatkan
> > produksi yang dibutuhkan Indonesia. “Pemerintah juga mendorong
> > perusahaan nasional untuk bermitra dengan BUMN strategis, dalam hal
> > alih teknologi dan muatan lokal,” kata dia.
> >
> > Perwakilan produsen senjata militer dari PT Komodo Armament
> > Indonesia, Dananjaya A. Trihardjo, mengungkapkan produksi senjata
> > miliknya, memiliki kualitas tinggi yang tidak kalah dari produksi
> > luar negeri. Bahkan, senjata produksi PT Komodo memiliki keunggulan
> > lain, berupa harga yang lebih murah. “Hal ini karena bahan-bahan
> > berkualitas yang digunakan untuk membuat senjata, berasal dari
> > dalam negeri,” ujarnya. PT Komodo merupakan salah satu anggota
> > Pinhantanas yang menggelar pameran tersebut.
> >
> > Menurutnya PT Komodo siap memenuhi kebutuhan senjata untuk dalam
> > negeri. Bahkan ke depan juga berencana melakukan ekspor ke luar
> > negeri. “Produk berkualitas tinggi tapi harga lebih murah karena
> > hampir semua kandungan material merupakan produk dalam negeri,”
> > tandasnya pada acara yang dihadiri sejumlah pejabat negara,
> > termasuk Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (joko/b)
> >
> >
> >
> > 
> >  

Kirim email ke