Amerika Serikat, Perancis, Jepang dengan urutan besarnya kekuatan sudah
berpangkalan di sana,
jaga keamanan lalu lintas kapal dari pembajakan.
Tiongkok sudah mendapat persetujuan Jibouti, bangun pangkalannya dekat
pangkalan Amerika.
Saudi Arabia menyusul.
Jadi ada lima negara jaga keamanan lalu lintas kapal dari pembajakan.
5 Kekuatan Militer Bangun Pangkalan di Djibouti
<https://jakartagreater.com/lima-kekuatan-militer-bangun-pangkalan-di-djibouti/>
 Internasional <https://jakartagreater.com/internasional/>
Mar202016


Tiga kekuatan militer asing, yaitu Amerika Serikat, Perancis dan Jepang,
telah membangun kekuatan militer strategis di Djibouti. Sementara dua
negara lain, Cina dan Arab Saudi, akan segera mendirikan basis di negara
Afrika itu.

Djibouti memiliki luas tanah hanya 23.000 kilometer persegi, dengan jumlah
penduduk hanya 830.000 orang. Walau negara itu tidak memiliki sumber daya
alam yang perlu diperhatikan, namun Djibouti menjadi negara penting di
arena keamanan internasional.

Amerika Serikat menjadi kekuatan militer asing terbesar, dengan sekitar
4.000 personel di Camp Lemonier. Kehadiran militer asing terbesar kedua di
Djibouti adalah mantan kekuatan kolonial negara itu, Perancis, dengan
sekitar 1.900 tentara.

Jepang memiliki sekitar 600 anggota *Maritime Self-Defense Force *yang
berotasi di fasilitas darat dan kapal angkatan laut. Mereka beroperasi di
sekitar pelabuhan Djibouti.

Tiongkok dan Arab Saudi baru-baru ini telah bergabung dalam kelompok itu.
Pada bulan Januari, Republik Rakyat Tiongkok telah menyelesaikan
kesepakatan dengan Djibouti. Fasilitas itu menjadi pangkalan militer
pertama Tiongkok di luar negeri.

Lokasi geografis Djibouti menjadi penarik kekuatan asing. Negara itu
menjadi simpul kunci di Teluk Aden-Suez Canal.

Wilayah itu merupakan rute perdagangan yang sangat penting untuk ekonomi
dunia, dengan dilalui sekitar 20.000 kapal. Tak hanya itu, 20 persen ekspor
global tahunan melalui jalur itu.


2018-02-22 11:55 GMT+01:00 'Lusi D.' lus...@rantar.de [GELORA45] <
GELORA45@yahoogroups.com>:

>
>
> Sejarah Jerman memberi pelajaran bahwa setiap kemajuan teknologi,
> terutama waktu itu bidang maschinenbau senantiasa tersangkut paut dengan
> kepentingan kemiliteran. Dan segala urusan industri persenjataan diurus
> oleh kementerian peperangan tapi resminya bernama kementerian
> pertahanan. Sementara itu pekerjaan pokoknya melancarkan pengiriman
> eksport alat-alat material peperangan ke luarnegeri.
> Ketika membangun autobahn yang dikerjakan oleh tenaga kerja para
> tawanan hasil menangkapi terutama kaum komunis, oh kalau tidak salah
> termasuk almarhum bung Djajeng Pratomo yang baru saja meninggal, dan
> kaum sosial-demokrat maupun orang-orang yahudi, kekuasaan jaman rezim
> Hitler dulu menjelaskannya demi kemakmuran dan kejayaan negara dan ras
> Jerman. Ternyata semua itu diabdikan untuk persiapan PD-II.
> Lha pembangunan cepat-cepat yang dijelaskan ini apa tidak ada
> sangkut-pautnya dengan pangkalan militer Tiongkok di Jibouti dan
> di tempat-tempat yang lain itu?
>
> Am Thu, 22 Feb 2018 09:18:34 +0100
> schrieb "kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]"
> <GELORA45@yahoogroups.com>:
>
>
> > Dari milis lain :
> >
> > *Jalan TOL Beijing - Xinjiang urumuqi melewati Padang Pasir sepanjang
> > 3.171 km sudah selesai.* Kalau menurut You tube : 2582 km.
> > (terpanjang di dunia.)
> > Hanya memakan *waktu 16 bulan dgn 30.000 orang pekerja* dan libatkan
> > 56 pihak perencana dan pembangunan, sepanjang jalan melewatin gurun
> > pasir dan curam.
> > Tahukah Anda panjang jalan ini hampir *4 kali lipat jarak Jakarta
> > Surabaya,* berarti setiap 4 bulan mereka selesaikan 1 jalan tol
> > jaraknya Jakarta-Surabaya,
> > Suatu prestasi Yg luar biasa hebatnya.
> > *Ada 3 tujuan membuat jalan ini.*
> > *1)* Mau makmur harus buatkan sarana jalan agar barang barang dari
> > tempat terpencil bisa di kirim keluar dgn cepat dan murah biayanya
> > langsung ke pelabuhan.
> > *2)* Dgn adanya jalan bisa mereka tanam buah Delima merah dan pohon
> > pohon penghijauan merobah gurun pasir menjadi padang hijau.
> > *3)* Dgn tembusnya jalan ini dpt menjaga stabilitas keamanan dan
> > pertahanan negara dari ibu kota Beijing sampai di Urumuqi Xinjiang
> > dapat di tempuh dlm waktu 1 hari saja, sekalian mencapai negara Eropa
> > dan Pakistan. Disini kita dpt belajar cara sukses satu negara dengan :
> > 1) keuletan.
> > 2) semangat kerja.
> > 3) teknologi.
> > 4) pengalaman kerja.
> > *Semoga bermanfaat buat kita semua dan pada suatu hari nanti negara
> > kita RI bisa maju seperti CHINA.
> > https://www.youtube.com/watch?v=AIpzg9NEKEw
>
> 
>

Kirim email ke