Beaya perang Nazi Jerman itu dicukongi oleh kapitalis Jerman. Karena dlm
PD-II Jerman yang kalah, maka Jerman harus membayar pampasan perang.
Katholik itu agama, Komunisme itu ilmu pengetahuan. Kok dicampur adukkan
analisisnya.



Am Thu, 22 Feb 2018 12:39:51 +0000 (UTC)
schrieb BILLY GUNADIE <billyguna...@rogers.com>:

> Yang jelas pada bukunya Mein Kampf, pendirian parte NAZI (Nationalis
> Sosializ Parti), sudah jelas dari namanya mementingkan NASIONAL dan
> SOSIALIS .... kemudian LEBENSRAUM gagasan Hindenburg...Jadi yang
> perang dengan NAZI itu sudah jelas, kaum KAPITALIS, Katholik, dan
> Komunis... Hitler pernah jadi anggota UNION (buruh/Komunis), melihat
> kolaborasi agama Katholik, dan penindasan Kapitalis...    
> 
>     On Thursday, February 22, 2018 7:22 AM, Lusi D.
> <lus...@rantar.de> wrote: 
> 
>  Dari sudut pandang ilmu pengetahuan geo-politik, itulah yang disebut
> rebutan bahan mentah untuk mengembangkan kekuasaan imperialisme
> negerinya. Dan ini berarti geo-politiknya sosialisme ala Tiongkok itu
> ikut membebek imperialisme kan? Kalau perlu PD-III dimulai dari sana
> dan Tiongkok sudah siap? Persetan nasib rakyat-rakyat negeri-negeri
> itu. Termasuk yang di Indonesia!!! Pokoknya hutang investasi dan
> bunganya infrastruktur dan pengembangan harus dibayar tepat waktu.
> 
> 
> 
> Am Thu, 22 Feb 2018 12:17:43 +0100
> schrieb "kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]"
> <GELORA45@yahoogroups.com>:
> 
> > Amerika Serikat, Perancis, Jepang dengan urutan besarnya kekuatan
> > sudah berpangkalan di sana,
> > jaga keamanan lalu lintas kapal dari pembajakan.
> > Tiongkok sudah mendapat persetujuan Jibouti, bangun pangkalannya
> > dekat pangkalan Amerika.
> > Saudi Arabia menyusul.
> > Jadi ada lima negara jaga keamanan lalu lintas kapal dari
> > pembajakan. 5 Kekuatan Militer Bangun Pangkalan di Djibouti
> > <https://jakartagreater.com/lima-kekuatan-militer-bangun-pangkalan-di-djibouti/>
> >  Internasional <https://jakartagreater.com/internasional/>
> > Mar202016
> > 
> > 
> > Tiga kekuatan militer asing, yaitu Amerika Serikat, Perancis dan
> > Jepang, telah membangun kekuatan militer strategis di Djibouti.
> > Sementara dua negara lain, Cina dan Arab Saudi, akan segera
> > mendirikan basis di negara Afrika itu.
> > 
> > Djibouti memiliki luas tanah hanya 23.000 kilometer persegi, dengan
> > jumlah penduduk hanya 830.000 orang. Walau negara itu tidak memiliki
> > sumber daya alam yang perlu diperhatikan, namun Djibouti menjadi
> > negara penting di arena keamanan internasional.
> > 
> > Amerika Serikat menjadi kekuatan militer asing terbesar, dengan
> > sekitar 4.000 personel di Camp Lemonier. Kehadiran militer asing
> > terbesar kedua di Djibouti adalah mantan kekuatan kolonial negara
> > itu, Perancis, dengan sekitar 1.900 tentara.
> > 
> > Jepang memiliki sekitar 600 anggota *Maritime Self-Defense Force
> > *yang berotasi di fasilitas darat dan kapal angkatan laut. Mereka
> > beroperasi di sekitar pelabuhan Djibouti.
> > 
> > Tiongkok dan Arab Saudi baru-baru ini telah bergabung dalam kelompok
> > itu. Pada bulan Januari, Republik Rakyat Tiongkok telah
> > menyelesaikan kesepakatan dengan Djibouti. Fasilitas itu menjadi
> > pangkalan militer pertama Tiongkok di luar negeri.
> > 
> > Lokasi geografis Djibouti menjadi penarik kekuatan asing. Negara itu
> > menjadi simpul kunci di Teluk Aden-Suez Canal.
> > 
> > Wilayah itu merupakan rute perdagangan yang sangat penting untuk
> > ekonomi dunia, dengan dilalui sekitar 20.000 kapal. Tak hanya itu,
> > 20 persen ekspor global tahunan melalui jalur itu.
> > 
> > 
> > 2018-02-22 11:55 GMT+01:00 'Lusi D.' lus...@rantar.de [GELORA45] <  
> > GELORA45@yahoogroups.com>:    
> >   
> > >
> > >
> > > Sejarah Jerman memberi pelajaran bahwa setiap kemajuan teknologi,
> > > terutama waktu itu bidang maschinenbau senantiasa tersangkut paut
> > > dengan kepentingan kemiliteran. Dan segala urusan industri
> > > persenjataan diurus oleh kementerian peperangan tapi resminya
> > > bernama kementerian pertahanan. Sementara itu pekerjaan pokoknya
> > > melancarkan pengiriman eksport alat-alat material peperangan ke
> > > luarnegeri. Ketika membangun autobahn yang dikerjakan oleh tenaga
> > > kerja para tawanan hasil menangkapi terutama kaum komunis, oh
> > > kalau tidak salah termasuk almarhum bung Djajeng Pratomo yang
> > > baru saja meninggal, dan kaum sosial-demokrat maupun orang-orang
> > > yahudi, kekuasaan jaman rezim Hitler dulu menjelaskannya demi
> > > kemakmuran dan kejayaan negara dan ras Jerman. Ternyata semua itu
> > > diabdikan untuk persiapan PD-II. Lha pembangunan cepat-cepat yang
> > > dijelaskan ini apa tidak ada sangkut-pautnya dengan pangkalan
> > > militer Tiongkok di Jibouti dan di tempat-tempat yang lain itu?
> > >
> > > Am Thu, 22 Feb 2018 09:18:34 +0100
> > > schrieb "kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]"
> > > <GELORA45@yahoogroups.com>:
> > >
> > >    
> > > > Dari milis lain :
> > > >
> > > > *Jalan TOL Beijing - Xinjiang urumuqi melewati Padang Pasir
> > > > sepanjang 3.171 km sudah selesai.* Kalau menurut You tube : 2582
> > > > km. (terpanjang di dunia.)
> > > > Hanya memakan *waktu 16 bulan dgn 30.000 orang pekerja* dan
> > > > libatkan 56 pihak perencana dan pembangunan, sepanjang jalan
> > > > melewatin gurun pasir dan curam.
> > > > Tahukah Anda panjang jalan ini hampir *4 kali lipat jarak
> > > > Jakarta Surabaya,* berarti setiap 4 bulan mereka selesaikan 1
> > > > jalan tol jaraknya Jakarta-Surabaya,
> > > > Suatu prestasi Yg luar biasa hebatnya.
> > > > *Ada 3 tujuan membuat jalan ini.*
> > > > *1)* Mau makmur harus buatkan sarana jalan agar barang barang
> > > > dari tempat terpencil bisa di kirim keluar dgn cepat dan murah
> > > > biayanya langsung ke pelabuhan.
> > > > *2)* Dgn adanya jalan bisa mereka tanam buah Delima merah dan
> > > > pohon pohon penghijauan merobah gurun pasir menjadi padang
> > > > hijau. *3)* Dgn tembusnya jalan ini dpt menjaga stabilitas
> > > > keamanan dan pertahanan negara dari ibu kota Beijing sampai di
> > > > Urumuqi Xinjiang dapat di tempuh dlm waktu 1 hari saja,
> > > > sekalian mencapai negara Eropa dan Pakistan. Disini kita dpt
> > > > belajar cara sukses satu negara dengan : 1) keuletan.
> > > > 2) semangat kerja.
> > > > 3) teknologi.
> > > > 4) pengalaman kerja.
> > > > *Semoga bermanfaat buat kita semua dan pada suatu hari nanti
> > > > negara kita RI bisa maju seperti CHINA.
> > > > https://www.youtube.com/watch?v=AIpzg9NEKEw    
> > >
> > > 
> > >    
> 
> 
> 
>    

Kirim email ke