Ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake.
---
“Buktinya, jalan-jalan yang terbangun tak memunyai manfaat bagi peningkatan 
perekonomian warga yang terbelakang. Bandara-bandara juga kosong,” tukasnya.
“Lantas, apa yang didapatkan warga Maladewa? hanya utang luar negeri kepada 
Tiongkok yang terus bertumpuk dan disertai tingkat suku bunga tinggi,” 
tambahnya....“Tanpa melepaskan satu tembakan pun, Tiongkok berhasil menguasai 
lahan Maladewa, melebihi apa yang dikuasai East India Company (penjajah Inggris 
abad ke-19),” tukasnya lagi.

....
Maladewa Terancam Diambil Alih Tiongkok Karena Terjerat Hutang


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Maladewa Terancam Diambil Alih Tiongkok Karena Terjerat Hutang - Poskota...

MALADEWA – Maladewa atau Maldives, kini tengah berada dalam posisi sulit, 
ketika pemerintahnya terjerat jejari...
 |

 |

 |




Selasa, 20 Februari 2018 — 10:34 WIB




Kepulauan Maladewa.(Ist)



MALADEWA –  Maladewa atau  Maldives, kini tengah berada dalam posisi sulit, 
ketika pemerintahnya terjerat jejaring utang luar negeri yang bertumpuk dan 
susah terbayar.

Mantan Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed, bahkan mengungkapkan seluruh wilayah 
negerinya terancam diambil alih Tiongkok pada awal tahun 2019 gara-gara gagal 
membayar utang kepada negara tersebut.

“Kami tak bisa membayar utang  1,5 juta dolar AS dari total 2 miliar dolar AS 
kepada Tiongkok,” tutur Nasheed kepada Nikkei Asian Review saat sesi wawancara 
di Sri Lanka, Selasa (13/2/2018) pekan lalu.

Kekinian, kata dia, negara yang menjadi salah satu destinasi wisata eksotis 
dunia tersebut bahkan hanya mempunyai dana 100 juta dolar AS untuk membiayai 
pengeluaran pemerintah per bulan.

Nasheed, yang memerintah Maladewa dari tahun 2008 sampai 2012, terbang ke 
Inggris tahun 2016 untuk menghindari penahanannya.

Ia dianggap melanggar undang-undang anti-terorisme setelah memerintahkan 
menangkap sejumlah hakim. Kekinian, ia hidup sebagai pelarian di Sri Lanka.

Pada Januari 2018, utang Maladewa kepada Tiongkok mencapai 80 persen dari 
keuangan negara.

Sebagian besar dana utang itu dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur 
seperti jalan, jembatan, dan bandar udara.

Tapi menurutnya, ambisi pemerintah Maladewa untuk melakukan pembangunan 
infrastruktur itu hanyalah “proyek kesombongan”.

“Buktinya, jalan-jalan yang terbangun tak memunyai manfaat bagi peningkatan 
perekonomian warga yang terbelakang. Bandara-bandara juga kosong,” tukasnya.

“Lantas, apa yang didapatkan warga Maladewa? hanya utang luar negeri kepada 
Tiongkok yang terus bertumpuk dan disertai tingkat suku bunga tinggi,” 
tambahnya.

Maladewa diharuskan mulai melakukan pembayaran utang kepada Tiongkok sejak 2019 
atau 2010.

“Prediksi saya, Maladewa tak bisa menyanggupi pembayaran utang terjadwal 
tersebut. Kalau itu terjadi, Tiongkok akan ‘meminta keadilan’ yakni menjadi 
pemilik dari seluruh pulau Maladewa,” terangnya.

“Tanpa melepaskan satu tembakan pun, Tiongkok berhasil menguasai lahan 
Maladewa, melebihi apa yang dikuasai East India Company (penjajah Inggris abad 
ke-19),” tukasnya lagi.

Ia menuturkan, pengambilalihan negara tersebut oleh Tiongkok sebenarnya sudah 
terjadi. Ia menuding, ada 16 pulau Maladewa yang sudah dikuasai secara ekonomi 
oleh Tiongkok.

Nasheed tak mau menyebut nama 16 pulau yang diklaimnya sudah dikuasai Tiongkok. 
Namun, ia mengungkapkan Tiongkok telah membangun pelabuhan-pelabuhan di 16 
pulau itu.

“infrastruktur komersial ini bisa dengan mudah menjadi aset militer.. Konversi 
semacam itu sangat sederhana. Misalnya seperti Tiongkok yang mendirikan 
pelabuhan dan setelahnya menjadi pangkalan militer di Djibouti, Afrika Timur, 
Agustus 2017. Itu adalah instalasi militer mereka pertama di luar negeri,” 
bebernya.(Tri)

  • [GELORA45] Maladewa Tera... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke