China Kerahkan 11 Kapal Perang di Tengah Krisis Maladewa


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
China Kerahkan 11 Kapal Perang di Tengah Krisis Maladewa

Sebanyak 11 kapal perang dan satu kapal selam China dikerahkan ke Samudra 
Hindia Timur.
 |

 |

 |




Muhaimin
Rabu, 21 Februari 2018 - 00:33 WIB

views: 18.440China mengerahkan 11 kapal perang ke Samudra Hindia Timur di 
tengah krisis konstitusional di Maladewa. Foto/CCTV

SHANGHAI - Sekitar 11 kapal perang China dikerahkan ke Samudra Hindia Timur 
sejak beberapa hari lalu di tengah krisis konstitusional yang memanas di 
Maladewa. Krisis di negara itu dinilai menjadi medan perseteruan antara India 
dan China, dimana pemerintah Maladewa pro-China sedangkan oposisi pro-India.

Pemerintahan di negara kepulauan yang dipimpin Presiden Abdulla Yameen telah 
menindak oposisi politik selama beberapa tahun terakhir. Namun pada 1 Februari, 
Mahkamah Agung Maladewa memerintahkan pembebasan dan pemulihan anggota parlemen 
dari kubu oposisi.
 
Krisis konstitusional itu membuat pemerintah Yameen menetapkan status darurat. 
Namun, Beijing yang telah dituduh oposisi menjerat Maladewa melalui “perangkap 
utang” tetap mendukung pemerintah Yameen.

Pengerahan 11 kapal perang China ke Samudra Hindia Timur itu dilaporkan situs 
berita Sina.com.cn, tanpa mengaitkannya dengan krisis di Maladewa. Selain 11 
kapal perang, satu kapal selam dan tiga kapal tanker pendukung juga ikut 
memasuki perairan serupa.

”Jika Anda melihat kapal perang dan peralatan lainnya, kesenjangan antara 
Angkatan Laut India dan China tidak besar,” tulis Sina.com.cn dalam laporannya 
pada hari Minggu, yang dikutip Reuters, Selasa (20/2/2018).

Laporan tersebut tidak merinci sejak kapan armada kapal perang China dikerahkan 
dan berapa lama misi di Samudra Hindia Timur berlangsung.

Presiden Yameen dikenal menjadi sekutu China dalam membangun jaringan 
perdagangan dan transportasi di Asia dan sekitarnya.

Pemimpin oposisi Maladewa telah mendesak India untuk campur tangan dalam krisis 
tersebut.

Kementerian Pertahanan China tidak menanggapi permintaan komentar terkait 
pengerahan armada kapal perangnya.

Pada hari Jumat pekan lalu, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China mengunggah 
foto dan sebuah laporan tentang latihan penyelamatan yang terjadi di Samudra 
Hindia Timur di akun Weibo-nya.

Beijing pada awal bulan ini menyarankan warga China untuk tidak mengunjungi 
Maladewa yang terkenal dengan hotel mewah, resor dan laut tropisnya, sampai 
ketegangan politik mereda.

Yameen memberlakukan status darurat selama 15 hari sejak 5 Februari untuk 
membatalkan putusan Mahkamah Agung yang memerintahkan pembebasan sembilan 
pemimpin oposisi dari penjara. Yameen meminta persetujuan parlemen untuk 
memperpanjang masa darurat selama 30 hari pada hari Senin lalu.(mas)
  • [GELORA45] China Kerahka... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke