Haaiiiyaaaa, ... ini nenek dalam tempurung sedang meneriakkan apa??? Begitu 
Riang-Gembira mendapatkan amunisi membuktikan RRT yg dituduh imperialisme itu???

Tanpa berhasil melihat kenyataan bahwa masalah utang yg menentukan adalah 
Pemerintah Maladewa sendiri! Sedang RRT dalam posisi MEMBANTU yang diperkirakan 
bisa dibantu, ...! Lalu, bagaimana kalau terjadi negara yg utang itu tidak bisa 
bayar? Sekalipun itu baru “ramalan” penulis yg entah apa tujuannya itu, kok 
oleh nenek yg satu ini sudah dianggap sebagai KENYATAAN yg PASTI terjadi, 
Maladewa Terancam Diambil Alih RRT! Hanya karena infrastruktur setelah dibangun 
dikatakan sebagai proyek “KESOMBONGAN” itu, tidak berperan menguntungkan warga? 
Ekonomi Maladewa tidak berkembang baik dan tidak bisa bayar utang, ... Lalu? 
Salah siapa? RRT? Itulah bukti praktek imperialisme??? Satu RAMALAN yang BELUM 
terjadi saja kok dibilang KENYATAAN!!! Bukankah penulis itu juga menyatakan 
keharusan pembayaran utang baru mulai awal 2019??? Bagaimana pemerintah 
Maladewa akan membayar utang yg katanya lebih 80% dari keuangan negara itu, 
BELUM TENTU diketahui dengan baik! Lalu yang PASTI juga tidak diketahui 
bagaimana sikap RRT kalau Maladewa tidak mampu bayar utang? Lalu, kalau saja 
betuuul semua negara yang dikucuri bantu dana oleh RRT, dari negara-negara di 
Afrika, Pakistan, Sri Lanka, Nepal, Burma, Kamboja, Laos, Filipina, Malaysia 
sampai Indonesia, ... TIDAK BISA Bayar UTANG, rakyat dinegera-negara itu jatuh 
melaraat menderita kelaparan, ... lalu? RRT jatuh BANKRUT atau jadi 
IMPERIALISME??? KENYATAAN apa yang terjadi???

BUKANKAH RRT sendiri sudah berulangkali di RAMALKAN segera akan BANKRUT, sejak 
dunia menghadapi gempuran dahsyat krismon ditahun 1997, 2008, 2013, ...? Ahli2 
ekonomi kaliber dunia sudah menganalisaq TIBA saatnya Gelembung bola sabun yang 
gemilang itu segera akan meledak dan ekonomi Tiongkok yg dibanggakan itu 
BANKRUT? Termasuk nenek yang satu ini BERSORAK-RIA, ...! Tanpa sedikitpun rasa 
prihatin apa yang akan terjadi menimpa 1,3 RAKYAT Tiongkok kalau yg diramalkan 
itu menjadi KENYATAAN! Hanya tertancap pada membuktikan kebenaran pemikiran 
absurd-SAMPAHnya itu saja!

ENTAH ini jiwa pemikiran setan-iblis yang mana sedang menguasai diri nenek 
dalam tempurung ini atau sekadar kebencian pada RRT yang dituduh sudah REMO???



From: Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45] 
Sent: Friday, February 23, 2018 5:10 AM
To: GELORA45@yahoogroups.com ; Jonathan Goeij 
Cc: Yahoogroups ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Gol ; Farida 
Ishaja ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; in...@ozemail.com.au ; Billy 
Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; da...@telia.com ; Sie Tik Tan ; Sahala 
Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; Nunu Nugroho 
Subject: Re: [GELORA45] Maladewa Terancam Diambil Alih Tiongkok Karena Terjerat 
Hutang

  

Lha ini kan bukti lagi yang membenarkan tulisan yang pernah saya postingkan, 
yang bicara tentang jeratan utang Tiongkok dalam kasus pelabuhan di Srilangka. 
Tapi si Chan masih bilang :Marilah kita saksikan bersama saja bagaimana 
KENYATAAN yang terjadi". Jadi KENYATAAN yang sudah dibuktikan oleh begitu 
banyak berita tentang praktek kolonial-imperial Tiongkok masih belum cukup!!!! 
Nggak tahu KENYATAAN yang gimana lagi yang ditunggu Chan!!







On Thursday, February 22, 2018 9:52 PM, "Jonathan Goeij 
jonathango...@yahoo..com [GELORA45]" <GELORA45@yahoogroups.com> wrote:




  
Ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake.

---
“Buktinya, jalan-jalan yang terbangun tak memunyai manfaat bagi peningkatan 
perekonomian warga yang terbelakang. Bandara-bandara juga kosong,” tukasnya.
“Lantas, apa yang didapatkan warga Maladewa? hanya utang luar negeri kepada 
Tiongkok yang terus bertumpuk dan disertai tingkat suku bunga tinggi,” 
tambahnya.
....
“Tanpa melepaskan satu tembakan pun, Tiongkok berhasil menguasai lahan 
Maladewa, melebihi apa yang dikuasai East India Company (penjajah Inggris abad 
ke-19),” tukasnya lagi.



....
Maladewa Terancam Diambil Alih Tiongkok Karena Terjerat Hutang

                        
                 
           
                 Maladewa Terancam Diambil Alih Tiongkok Karena Terjerat Hutang 
- Poskota...
                  MALADEWA – Maladewa atau Maldives, kini tengah berada dalam 
posisi sulit, ketika pemerintahnya terjerat jejari... 
           
     



Selasa, 20 Februari 2018 — 10:34 WIB




 
Kepulauan Maladewa.(Ist)


MALADEWA –  Maladewa atau  Maldives, kini tengah berada dalam posisi sulit, 
ketika pemerintahnya terjerat jejaring utang luar negeri yang bertumpuk dan 
susah terbayar.
Mantan Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed, bahkan mengungkapkan seluruh wilayah 
negerinya terancam diambil alih Tiongkok pada awal tahun 2019 gara-gara gagal 
membayar utang kepada negara tersebut.
“Kami tak bisa membayar utang  1,5 juta dolar AS dari total 2 miliar dolar AS 
kepada Tiongkok,” tutur Nasheed kepada Nikkei Asian Review saat sesi wawancara 
di Sri Lanka, Selasa (13/2/2018) pekan lalu.
Kekinian, kata dia, negara yang menjadi salah satu destinasi wisata eksotis 
dunia tersebut bahkan hanya mempunyai dana 100 juta dolar AS untuk membiayai 
pengeluaran pemerintah per bulan.
Nasheed, yang memerintah Maladewa dari tahun 2008 sampai 2012, terbang ke 
Inggris tahun 2016 untuk menghindari penahanannya.
Ia dianggap melanggar undang-undang anti-terorisme setelah memerintahkan 
menangkap sejumlah hakim. Kekinian, ia hidup sebagai pelarian di Sri Lanka.
Pada Januari 2018, utang Maladewa kepada Tiongkok mencapai 80 persen dari 
keuangan negara.
Sebagian besar dana utang itu dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur 
seperti jalan, jembatan, dan bandar udara.
Tapi menurutnya, ambisi pemerintah Maladewa untuk melakukan pembangunan 
infrastruktur itu hanyalah “proyek kesombongan”.
“Buktinya, jalan-jalan yang terbangun tak memunyai manfaat bagi peningkatan 
perekonomian warga yang terbelakang. Bandara-bandara juga kosong,” tukasnya.
“Lantas, apa yang didapatkan warga Maladewa? hanya utang luar negeri kepada 
Tiongkok yang terus bertumpuk dan disertai tingkat suku bunga tinggi,” 
tambahnya.
Maladewa diharuskan mulai melakukan pembayaran utang kepada Tiongkok sejak 2019 
atau 2010.
“Prediksi saya, Maladewa tak bisa menyanggupi pembayaran utang terjadwal 
tersebut. Kalau itu terjadi, Tiongkok akan ‘meminta keadilan’ yakni menjadi 
pemilik dari seluruh pulau Maladewa,” terangnya.
“Tanpa melepaskan satu tembakan pun, Tiongkok berhasil menguasai lahan 
Maladewa, melebihi apa yang dikuasai East India Company (penjajah Inggris abad 
ke-19),” tukasnya lagi.
Ia menuturkan, pengambilalihan negara tersebut oleh Tiongkok sebenarnya sudah 
terjadi. Ia menuding, ada 16 pulau Maladewa yang sudah dikuasai secara ekonomi 
oleh Tiongkok.
Nasheed tak mau menyebut nama 16 pulau yang diklaimnya sudah dikuasai Tiongkok. 
Namun, ia mengungkapkan Tiongkok telah membangun pelabuhan-pelabuhan di 16 
pulau itu.
“infrastruktur komersial ini bisa dengan mudah menjadi aset militer.. Konversi 
semacam itu sangat sederhana. Misalnya seperti Tiongkok yang mendirikan 
pelabuhan dan setelahnya menjadi pangkalan militer di Djibouti, Afrika Timur, 
Agustus 2017. Itu adalah instalasi militer mereka pertama di luar negeri,” 
bebernya.(Tri)




Kirim email ke