----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com 
[GELORA45] <GELORA45@yahoogroups.com>Terkirim: Kamis, 22 Februari 2018 
11..20.47 GMT+1Judul: [GELORA45] Revisi UU MD3 Diketok, Bukti DPR Sibuk 
Bagi-Bagi Jatah Kursi
     

  
Bagi-bagijatah kursi sama dengan bagi-bagi jatah rejeki atas nama wakilrakyat. 
Rakyat dibodohi dan oleh sebab itu mudah ditipu dengan adanyaPesta Demokrasi.




http://nasional.kompas.com/read/2018/02/13/08055561/revisi-uu-md3-diketok-bukti-dpr-sibuk-bagi-bagi-jatah-kursi




Revisi UU MD3 Diketok, Bukti DPRSibuk Bagi-Bagi Jatah Kursi 

YogaSukmana

Kompas.com - 13/02/2018, 08:05 WIB
 
Pimpinan DPR dan Pimpinan Fraksi melakukan di sela rapat paripurna yang tengah 
di skors, Kamis (15/12/2016). Lobi terkait dengan revisi UU MD3 untuk menambah 
jumlah kursi pimpinan DPR dan MPR.(Ihsanuddin)
 

 
  

 
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengesahkan revisiUndang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 
tentang MPR, DPR,DPRD, dan DPD (MD3) dinilai sarat dengan kompromi politik.

Hal itu dilakukan untuk mengakomodir kepentingan bagi-bagi jatahkursi di 
parlemen.

Apalagi di dalam UUMD3 yang disahkan kemarin memberikan satu kursipimpinan di 
DPR dan 3 pimpinan di MPR. Artinya, jumlahpimpinan DPR menjadi 6 sementara MPR 
menjadi 8.

"Ini sekaligus menjadi ajang kompromi paripurna antarfraksi-fraksi di DPR," 
ujar Peneliti Forum Masyarakat PeduliParlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus 
kepada Kompas.com,Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Dikatakan kompromi paripurna lantaran Lucius menilai DPR sejakawal nyaris 
selalu disibukkan dengan kompromi-kompromi terkaitkepentingan bagi-bagi jatah 
kekuasaan.

Mulai dari diborong habis kursi pimpinan oleh Koalisi Merah Putih(KMP), hingga 
perjuangan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) mendapatkanjatah kursi pimpinan.

(Baca juga: DPRSecara Berjemaah Membunuh Demokrasi Lewat UU MD3)

Hal ini terwujud lantaran berbekal cairnya koalisi Pilpres denganmenyeberangnya 
Golkar dan PAN ke partai pendukung pemerintah.

Lucius menduga, kenapa partai-partai ngotot mengejar kursipimpinan, karena 
dalam banyak kasus, peran pimpinan ini krusial.Khususnya dalam menentukan 
agenda DPR dan juga dalam berhubungandengan lembaga lain.

"Tentu yang paling jelas adalah tambahan anggaran bagi figuryang didapuk 
mengisi kursi, yang mungkin bisa disumbangkansebagiannya untuk Parpol," kata 
dia.

Lucius tidak yakin penambahan kursi pimpinan di dalam UU MD3 akanberjalan lurus 
dengan bertambah baiknya kinerja DPR.

Justru, kebijakan yang hanya dibuat untuk menampung kompromipolitik hanya akan 
melahirkan kebijakan-kebijakan baru yang jugakompromistis.

Apalagi, tutur dia, kompromi dalam dunia politik sangat dekatdengan transaksi. 
Jika kepentingan tak terpenuhi, maka uang ataujabatan jadi solusi demi ratanya 
jatah kekuasaan tersebut.




    
  • [GELORA45] Revisi UU MD3 ... Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45]
    • Fw: [GELORA45] Revis... Chalik Hamid chalik.ha...@yahoo.co.id [GELORA45]

Kirim email ke