Meneruskan terjemahan seorang sahabat dari tulisan bahasa Tionghoa yang 
selengkapnya berada dibagian bawah, ... Menarik untuk diikuti!

Salam,
ChanCT


Mrs. Fu Ying -- "Mrs. Diplomat Besi": 
Menyanggah Isu “Bahaya Ancaman Tiongkok”

Dalam konferensi internasional tentang keamanan dunia yg ke-54 yg dihadiri oleh 
500 top politisi dan pakar masalah pertahanan dari berbagai negri yg 
diselenggarakan di Munchen 16 -18 febr.yg baru lalu, delegasi Tiongkok Mrs. Fu 
Ying (anggota dewan pimpinan urusan luar negeri Kongres Rakyat RRT) telah 
mendapat julukan "Mrs.diplomat besi". 

Beliau dengan tutur bahasa yg halus, tenang dan diselingi senyum serta gelak 
ketawa telah dengan jitu menangkis setiap tuduhan terhadap Tiongkok dg isi yg 
tajam, berprinsip dan berargumentasi. Dalam satu forum dgn tema: "senjata 
nuklear sudah tidak terkendalikan lagi..?" Mrs. Fu Ying telah membahasnya dgn 
tema "bertolak dari kebersamaan nasib manusia dikolong langit ini, sangat perlu 
adanya perbaikan2 dlm penertiban masalah senjata nuklear dlm sekala global". 

Senjata nuklear hingga kini masih tetap merupakan satu senjata dengan daya 
musnah yg besar. Setiap negeri agar dgn rasa tanggung yg tinggi perlu 
memperhatikan masalah ini dan kita semua agar ber-sama2 bergandengan tangan 
memperbaiki dan mendorong maju penyempurnaan tata tertibnya. 

Tiongkok hanya memiliki senjata nuklear dlm jumlah terbatas, Tiongkok 
mempertahankan strategi pertahanan/bela diri, untuk sedapat mungkin mencegah 
kemungkinan kerusakan yg diakibatkannya. Tiongkok senantiasa berjanji kpd dunia 
bhw dlm segala situasi dan kapan saja tidak akan mendahului menggunakannya dan 
dgn tanpa syarat tidak akan melakukan santage/ancaman senjata nuklear kepada 
mereka yg tidak memilikinya. Tujuan strategi Tiongkok dlm persenjataan nuklear 
ini tidak lain utk pada akhirnya melarang menggunakannya dan memusnahkannya 
samasekali. 

Negara2 yg memiliki senjata nuklear perlu dgn cara berdialog melakukan 
pendekatan2 demi menegakkan saling kepercayaan satu sama lain dan jangan malah 
sebaliknya merusak strategi utk adanya saling kepercayaan tsb. 

Dalam membantah tuduhan AS yg mengatakan "Tiongkok sdh tidak bisa lagi 
mengendalikan Korut", ... Mrs. Fu Ying dengan sambil tertawa balik bertanya: 
Jadi tuan2 mengira Tiongkok mengendalikan Korut, ... satu negeri yg merdeka dan 
berdaulat itu? Tidak, ...! Tiongkok sejak dulu tidak pernah mengendalikan 
negara manapun. Tak peduli negara itu besar atau kecil, Tiongkok senantiasa 
bersikap sederajat dgn mereka, tidak ada masalah mengendalikan atau 
dikendalikan. Tuan2 janganlah berusaha mencoba menilai Tiongkok dengan figur 
AS.. Tiongkok tidak akan menjadi AS yg kedua. Cukuplah sudah didunia ini hanya 
ada 1 AS saja. 

Korut dgn tidak henti2nya meningkatkan taraf persenjataan mereka, tidak 
henti2nya melakukan percobaan senjata nuklearnya, ini samasekali bukan karena 
merasa terancam oleh Tiongkok tapi justru karena merasa terancam oleh tekanan2 
militer AS bersama sekutunya. 

Dalam penyelesaian konflik semenanjung Korea, Tiongkok sudah berbuat seoptimal 
mungkin menjalankan tanggung jawabnya, tentu saja satu hal yg tidak mungkin 
Tiongkok bisa menggantikan tanggungjawab AS, janganlah AS selalu mau 
melemparkan tanggung jawabnya dlm menyelesaikan konflik ini kepada Tiongkok. 
Terus terang saja, ... kalau betul2 serius mau menyelesaikan masalahnya dengan 
tujuan damai, sebenarnya kunci penyelesaiannya berada ditangan AS sendiri. 

Dalam perdebatan tentang "perlunya AS meninjau kembali kapasitet persenjataan 
nuklearnya berhubung situasi dunia kini yg memanas dan apa yg disebutnya dlm 
menghadapi "bahaya ancaman Tiongkok", Mrs. Fu Ying terhadap tuduhan "bahaya 
ancaman Tiongkok" yg se-mena2 dan sudah basi ini: 
Coba lihatlah, ... kapasitas arsenal senjata nuklear AS berlipat ganda jauh, 
... jauh lebih besar daripada yg Tiongkok miliki. Mana ada orang yg berpikiran 
sehat bisa percaya kalau AS terancam oleh Tiongkok, ... bukankah yang masuk 
akal adalah kebalikannya. 

Tuduhan AS dan sementara negara dgn apa yg disebutnya "bahaya ancaman Tiongkok" 
samasekali tidak berdasar. Sudahlah, ... AS tidak usah memakai Tiongkok sebagai 
alasan utk meningkatkan arsenal persenjataannya sendiri.

Negara2 didunia ini ada yg besar, yg kecil, ada yg kuat dan juga yg lemah, ada 
yg bersekutu dan ada pula yg berdiri sendiri. Semuanya tentu menginginkan damai 
dan aman. Adalah tidak benar jika prinsip keamanan kita "aman hanya untuk 
dirinya sendiri bersama sekutu2nya saja" sedang apa yg diperbuatnya justru 
berakibat dan menimbulkan perasaan terancam, dan tidak nyaman bagi negara lain, 
... 

Prinsip keamanan kita perlu bertolak dari sudut kebersamaan nasib manusia 
didunia, ... kebersamaan yg mencakup keseluruhan.

Dalam satu forum yg lain, kepala departemen research masalah strategi 
internasional di London Mr. Chipman, mengatakan bhw budget pertahanan negeri2 
Asia beberapa tahun terakhir ini besar sekali bahkan telah melampaui Eropa, dan 
diantara negeri2 Asia itu sendiri budget pertahanan Tiongkok lah yg paling 
besar, 1,8 kalilipat jumlah budget pertahanan Jepang dan Korea atau lebih 3,7 
kalilipat jumlah budget pertahanan negeri2 lain disekitarnya. 

Mrs. Fu Ying dengan tenang menjawabnya: Kenaikan biaya pertahanan Tiongkok 
hanya 1,5%GDP sedangkan dari negri2 NATO menurut berita yg resmi adalah 2% GDP, 
… Dengan perbandingan seperti ini saja, bagaimana bisa berani menuding dan 
me-nyalah2kan Tiongkok, sedang dirinya sendiri malah naik lebih tinggi lagi? 

Sekarang ini sudah zamannya globalisasi, mulailah membiasakan memakai standard 
yg sama untuk mengukur orang lain dan diri sendiri. Jangan guna standard lain 
untuk melihat satu sama lain pada negara lain. 

Saya percaya, mayoritas terbesar Rakyat Tiongkok mempunyai perasaan yg sama dg 
saya sendiri: Merasa bangga melihat tanah air kami yg semakin kuat dalam 
melindungi wilayahnya dan membela tanah sirnya.

Mendengar tangkisan2 Mrs. Fu Ying yg begitu tegas, tajam dan penuh dgn 
argumentasi yg meyakinkan, tuduhan2 itupun akhirnya.. ceeep terdiam tidak 
terdengar lagi suaranyaa, ... menghilang, ... tanpa meninggalkan jejak 
(消弭于无形之中) dan suasana konferensi itupun segera berubah menjadii cerah ceriah, 
menerangi jalan Tiongkok menuju panggung politik dunia.

Seorang anggota dari dewan keamanan bond Republik Jerman bahkan mengatakan: 
Tiongkok yg senantiasa gigih membela keamanan dunia, samasekali bukanlah mereka 
mau menegakkan satu systim yg lain, tetapi justru yang menanancapkan lebih 
kokoh lagi sistim internasional yg berlaku dan berintikan di PBB ini, bahkan 
juga telah memainkan peranan yg besar yg membuat sistim ini berfungsi lebih 
stabil, ...

Seorang dari bagian investasi pertahanan NAVO mengatakan: Tiongkok bukan saja 
kini telah menjadi satu kekuatan yg memimpin ekonomi dunia, tetapi juga sebagai 
anggota tetap dewan keamanan PBB, Tiongkok merupakan anggota yg penting dalam 
mempertahankan keamanan dunia.
--



傅莹的战斗力在德国再次爆表 见招拆招驳中国威胁论
新浪军事百家号02-20 18:39
关注
来源:长安街知事

  2月16日至18日,第54届慕尼黑安全会议在德国举行,来自世界各国约500名政要及各界人士出席。日益走近世界舞台中央的中国,也带来了自己的主张。

  
全国人大外事委员会主任委员傅莹应邀出席会议,并参加主题为“失控的核安全”的全会论坛。长安街知事(微信ID:Capitalnews)发现,面对所谓“中国威胁”等老生常谈无端指则,“铁娘子外交官”傅莹战斗力再次爆表,谈笑间“见招拆招”,将“威胁论”消弭于无形之中。

慕安会会场。(央视新闻客户端)

  
本届慕安会聚焦地缘危机、全球秩序、全球治理、欧盟未来的全球角色等重要议题。与往年一样,主办方今年会前发布的安全报告《危机边缘,悬崖勒马?》,用长达88页的篇幅写尽了对世界安全形势的不安和焦虑——

  
2017年,美国与朝鲜、沙特与伊朗冲突升级,北约与俄罗斯矛盾不减,乌克兰危机依旧,全球范围军备控制遭遇挑战,民粹主义、单边主义盛行,现有国际秩序体系遭遇前所未有的冲击……

  
在“危机边缘”日益接近的背景下,傅莹在论坛上以“从人类命运共同体的角度看核领域全球治理”为题发表谈话。她说,核武器仍是当今世界杀伤力最大的武器,各国应采取负责任的态度携手推进核领域全球治理。

  围绕核安全,五核国应增进而不是破坏战略互信,并切实履行相关义务。傅莹说,中国核武库规模非常小,坚持自卫防御的核战略,维持最低限度的核威慑。

  
“中国始终奉行在任何时候、任何情况下都不首先使用核武器的政策,无条件地承诺不对无核武器国家和无核武器区使用或威胁使用核武器。中国也一直主张全面禁止和彻底销毁核武器。”

  意料之中,情理之外,这个有“防务达沃斯”之称的慕安会,又成了某些西方国家抨击中国的阵地。

  
在辩论中,针对美国核态势评估涉及国际安全环境变化的观点和所谓来自中国的威胁的说法,傅莹说,美国不应拿中国作为自己调整核态势的借口。所谓的中国对美国威胁毫无根据。在当前国际形势复杂多变的情况下,中美俄等大国不应互相视对方为战略竞争对手或威胁,应进一步加强对话,增强而不是破坏战略互信。

傅莹在慕安会发言。(资料图)

  长安街知事(微信ID:Capitalnews)注意到,这已是傅莹连续第三年来到这个重要国际场合,她横刀立马舌战群雄,发出了响亮却不刺耳的中国声音。

  去年2月第53届慕安会上,面对对中国军费指手画脚的“刁难”,傅莹的回答相当机智。

  
在一次分论坛讨论上,伦敦国际战略研究所所长奇普曼对中国军费问题提出疑问。他称亚洲国家军事发展快,军费庞大,2012年超过欧洲,2016年达到后者的1.3倍。其中,中国军费最高,是日韩总和的1.8倍,是其他南海沿岸国总和的3.7倍,位居亚洲首位……

  
面对带刺的问题,傅莹不疾不徐地答道:奇普曼所长的发言让我想到,当你们在研究亚洲的时候,你们似乎是在另一个角度看待这个问题。北约要求成员国将军费提高到GDP的2%,却对中国1.5%的水平指指戳戳,这种双重标准,让人大跌眼镜。

  
“在当今社会,我们越来越全球化,所以我也希望评判的标准能够更加地统一。我们或许能够以同一种角度看待彼此,我们彼此并不是敌人。”傅莹说,作为一个中国人,我认为绝大多数中国人都和我有一个想法:我们对祖国能增强军力保卫主权和安全而自豪!

  2016年2月的慕安会上,还有人就朝核问题向中国发难称,“中国是否完全失去了对朝鲜的控制?”

  
这让傅莹感到十分可笑,她反问说,控制一个主权国家?中国从来不这样做。朝鲜制造核武器,并非因为他们感受到来自中国的威胁。中国尽自己的责任,但不可能取代美国的责任,美国不要总想把问题外包给中国,解决朝鲜安全关切的钥匙在美国人手中。

  
傅莹说,大家不要试图用美国的形象来评价中国,中国不会成为另一个美国,世界上有一个美国就够可以了。这番精彩的言论为傅莹博得了满堂彩。风格辛辣诙谐的她,被不少外媒记者评价为“用一种很温柔的方式去表达一种强硬的姿态”。

  
有过外交部副部长、驻大国大使、全国人大发言人等经历的傅莹,被称为“铁娘子外交官”,在2016年所谓南海仲裁案出炉前后,傅莹多次在美国《国家利益》《外交政策》杂志上发文“南海局势如何走到今天这一步”“中国为什么对南海仲裁案说不?”等,单刀直入阐述中国观点。

  事实上,傅莹在国际场合精彩表现的背后,体现了中国外交官整体的风采。近些年来,中国外交令人刮目相看。

  
在德国联邦议院国防委员会委员格罗尔德·奥滕看来,从支持以联合国为核心的战后国际体系,强调二十国集团等国际多边平台作用,中国维护世界安全不是“另起炉灶”,而是深度融入国际体系,并成为国际体系的稳定器。

  北约负责防务投资事务的助理秘书长卡米耶·格朗则表示,中国不仅正成为世界经济的领导力量,作为安理会常任理事国,中国也成为维护国际安全的重要参与者。

  资料来源:新华网、环球网、观察者网等


美军报告再次渲染中国威胁:中国竞争来了美国慢了


  《超越竞争:一种系统工程的挑战》报告封面

  [环球网军事报道]美国军方为了获取军备采购预算、提升装备研制水平,经常拿所谓中俄等外部威胁说事,美国海军航空系统司令部(Navel Air System 
Comand)在去年年底发布了一份名为《超越竞争:一种系统工程的挑战》的报告,再次渲染所谓的中国挑战。

  报告中提到的中国经济的“海上生命线”

  中国1999年的军力覆盖范围

  1999年到2005年中国军力的变化

  中美海军的发展趋势

  
报告首先提及,海上通道依然是美国经济的生命线,90%的贸易量、70%的贸易值和98%的通讯往来都依赖海山通道,但是“竞争回来了”!报告随即从弹道导弹、新式战机、潜艇和水面舰艇等几个方面,对比了1999年和2015年中国军事建设的快速进展,以此衬托所谓“环境正在改变”、“美国慢了”,必须采取措施应对。总之,还是熟悉的套路。

  
的确,1999年之后,中国军工加速发展,军费也在增长,但很大程度上仍是弥补国防基础薄弱的补偿性增长,同时,中国人民改革开放四十年辛苦积攒的家底儿,必然需要与此相称的军事实力予以捍卫,百年之前列强蚕食中华大地的时代一去不复返,中国军力建设的铿锵步伐与社会各项事业的整体发展大致同步,新的时代,美国军方一些人士还死守冷战思维、时不时拿中国威胁说事的做法,着实让人鄙夷。

-- 
您收到此邮件是因为您订阅了Google网上论坛上的“沸騰45”群组。
要退订此群组并停止接收此群组的电子邮件,请发送电子邮件到gelora45+unsubscr...@googlegroups.com。
要发帖到此群组,请发送电子邮件至gelor...@googlegroups.com。
访问此群组:https://groups.google..com/group/GELORA45。
要查看更多选项,请访问https://groups.google.com/d/optout。

Kirim email ke