Waktu jamannya Gus Dur jadi presiden 1999- 2001, DPR masih Taman Kanak2. 18 tahun kemudian, mestinya DPR sudah tingkat mahasiswa, kalau naik terus dan tidak sering bolos....... DPR jadi mahapinter membentengi diri........
On 24 February 2018 at 13:31, ajeg [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Bukti bahwa krisis kepartaian sudah sangat parah. > Kerjanya cuma mengemis dukungan suara Rakyat > untuk lagi-lagi menjadi kumpulan parasit belaka. > > --- arif.harsana@... wrote: > > *#TolakUUMD3* > > *DPR RI sekarang ini dikenal sebagai lembaga negara legislatif paling > korup sepanjang sejarahnya. Selain itu, DPR juga memiliki kinerja paling > buruk dalam fungsinya sebagai pembuat peraturan perundang-undangan yang > diperlukan masyarakat. Anehnya, dalam keadaan seperti itu, DPR bukannya > berbenah mawas diri dan memperbaiki kinerjanya, tetapi DPR malah > menunjukkan arogansi sok kuasa yang mengakibatkan citranya semakin terpuruk > dimuka publik*. > > A.H. > > Wajah Seram Senayan > > " ... DPR seakan ingin memposisikan dirinya sebagai penegak hukum, dan > hal ini sudah tidak sesuai dengan kewenangan DPR sesuai amanah UUD 1945. > Tugas DPR harusnya berkonsentrasi pada proses pengawasan terhdap eksekutif > dan membuat produk legislasi yang baik. Bukan membuat benteng kemudian > menakuti dan menyerang masyarakat. > > ... MK (Mahkamah Konstitusi) dalam putusannya menegaskan, pemanggilan dan > permintaan keterangan kepada anggota DPR untuk kepentingan penyidikan hanya > perlu mendapatkan persetujan tertulis dari Presiden dan tidak perlu izin > dari MKD. Selain itu, MK memutuskan izin dari presiden tak diperlukan bagi > tindak pindana khusus seperti korupsi, narkotika, dan terorisme. > > ... Bersama-sama kita harus mengembalikan citra DPR sebagai > sebenar-benarnya rumah bagi suara rakyat. Rumah yang rakyat juga merasa > memiliki sehingga ada rasa untuk sama-sama menjaga dan merawat senayan. > Senayan jangan sampai menjadi seperti rumah yang menyeramkan, mengembalikan > Senayan pada khittahnya." > > Selengkapnya: https://geotimes.co.id/opini/wajah-seram-senayan/ > > *** > > > > Gesendet mit Telekom Mail <https://t-online.de/email-kostenlos> - > kostenlos und sicher für alle! > > > > > >
