https://tirto.id/membakar-kalori-dengan-berhubungan-seks-cFad?utm_source=PushNotif&utm_campaign=1113&utm_medium=Notification


Membakar Kalori dengan Berhubungan Seks

Ilustrasi bercinta. Getty Images/iStockphoto

62 Shares

Reporter: M Faisal
<https://tirto.id/author/faisalrezairfan?utm_source=internal&utm_medium=topauthor>

25 Februari, 2018 *dibaca normal 2:30 menit *

   -

   Meski ada sejumlah energi yang dibakar, aktivitas seksual tidak
   seharusnya menggantikan olahraga

*Ada penelitian menghitung energi yang terkuras saat bercinta.*

*tirto.id <http://tirto.id> - *Keri Gans, konsultan gizi yang tinggal di
New York sekaligus penulis *The Small Change Diet: 10 Steps to a Thinner,
Healthier You* (2011) pernah menyatakan cara terbaik untuk menurunkan berat
badan ialah dengan rutin berolahraga.

Dalam proses menurunkan berat badan, pembakaran kalori, jelas Gans,
memegang peran penting. Singkat kata, pengeluaran kalori harus lebih banyak
dibandingkan pemasukannya agar tercipta keseimbangan energi.

Cara membakar kalori bisa beraneka ragam. Selain berolahraga rutin,
membakar kalori dapat dilakukan dengan menjaga pola makan. Contoh
sederhananya adalah mengurangi kafein, minum santan dan susu, jeruk, hingga
menghindari santapan yang diolah menggunakan mentega. Tak ketinggalan,
langkah lain yang bisa dilakukan untuk membakar kalori adalah dengan
berhubungan seks.

Gagasan mengenai seks dapat membantu pembakaran kalori, menurut National
Health Service UK, sebetulnya sudah muncul sejak lama. Ia menjadi bahan
obrolan majalah gaya hidup sampai acara *reality show*. Akan tetapi, jelas
NHS, tidak ada yang mampu mengukur secara akurat berapa banyak kalori yang
dikeluarkan saat sedang berhubungan badan.

Baca juga: Masturbasi Ekstrem Bisa Membunuhmu
<https://tirto.id/masturbasi-ekstrem-bisa-membunuhmu-cEWs>


Namun, penelitian Julie Frappier
<http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0079342>,
Isabelle Toupin, Joseph Levy, Mylene Aubertin-Leheudre, dan Antoni
Karelis menunjukkan angka energi yang dibakar lewat aktivitas seks.
<http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0079342>
Penelitian itu dilakukan terhadap 21 pasangan heteroseksual yang rata-rata
berusia 23 tahun dan berada di Montreal. Dalam pelaksanaannya, para
pasangan tersebut diminta melakukan dua hal: berhubungan badan serta
lari-lari di atas *treadmill* selama 30 menit.

Aktivitas peserta lantas direkam dengan alat bernama *SenseWear* yang
ditempelkan di lengan. Alat tersebut bakal mengukur tingkat energi yang
dikeluarkan.

Konteks aktivitas seksual yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi
*foreplay* sampai orgasme yang didapatkan kedua pihak. Selama satu bulan,
pasangan diinstruksikan untuk melakukan satu aktivitas seksual tiap
minggunya. Saat berhubungan seksual, pasangan dilarang menggunakan
obat-obatan terlarang, alkohol, sampai Viagra.

Baca juga: Aksi Melawan Kekerasan Seksual di Kereta
<https://tirto.id/aksi-melawan-kekerasan-seksual-di-kereta-cEy9>


Setelah bekerja satu bulan, peneliti lantas menghasilkan perhitungan bahwa
saat berhubungan seks, pria membakar sekitar 101 kkal (kilokalori) atau 4,2
kkal per menit dan perempuan mengeluarkan 69,1 kkal (3,1 kkal per menit).
Sementara kalori yang dibakar ketika berlari di atas *treadmill* adalah 276
untuk pria (9,2 kkal per menit) dan 213 untuk perempuan (7,1 kkal per
menit).

Apabila diambil rata-rata secara keseluruhan aktivitas seksual mampu
membakar 85 kkal atau 3,6 kkal per menit. Hasil ini, di lain sisi,
menunjukkan bahwa aktivitas seks dianggap berpotensi menjadi sesi latihan
fisik. Tak hanya itu, aktivitas seks menurut para peserta dipandang lebih
menyenangkan daripada lari-lari di atas *treadmill* selama 30 menit.

Ihwal pembakar kalori saat berhubungan seks ini nyatanya menimbulkan
respons beragam. Janita Vidyasari, perempuan 27 tahun yang bekerja sebagai
pegawai bank swasta di Slipi menjelaskan dirinya tak mengetahui jika ada
hitung-hitungan tersebut.

“Jujur, gue enggak terlalu *ngeh* kalau ada kaya gituan [pembakaran
kalori]. Setau gue, kalau bakar kalori itu, ya, dengan olahraga dan lain
sebagainya,” katanya kepada *Tirto*.

Sedangkan Raka Renaldi, pegawai di salah satu kementerian mengungkapkan
dirinya mengetahui jika terdapat kalori yang dibakar ketika berhubungan
seks. Namun, Renaldi tak terlalu memusingkan hal itu. Baginya, seks adalah
“bentuk kesenangan” dan “cara merekatkan hubungan dengan pasangan.”

“Seks bagi gue, ya, soal *having fun*. Gue enggak sempet mikirin hal kaya
gitu [pembakaran kalori]. Bayangin aja, lo mau intim sama pasangan atau
lagi ikut pelajaran olahraga?” timpalnya.

Baca juga: Selera Film Porno Kaum Perempuan
<https://tirto.id/selera-film-porno-kaum-perempuan-cxXk>


[image: Membakar Kalori dengan Berhubungan Seks]

share infografik



*Olahraga Jangan Diganti Seks*

Kendati demikian, anggapan seks dapat membakar banyak kalori tak serta
merta disetujui banyak pihak. Dalam “Myths, Presumptions, and Facts about
Obesity” <http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMsa1208051> yang
dipublikasikan *New England Journal of Medicine*, Krista Casazza dkk
mengatakan aktivitas seks sebetulnya hanya membakar sekitar 21 kkal; tidak
sebanyak hasil penelitian Université du Québec à Montréal yang kerap
dikutip situs gaya hidup.

Sementara itu, National Health Service mengungkapkan ada celah dari hasil
penelitian
<https://www.nhs.uk/news/lifestyle-and-exercise/is-sex-better-exercise-than-walking/>
Université du Québec à Montréal. Beberapa hal yang dikritik National Health
Service antara lain kriteria sampel penelitian yang dirasa homogen
(pasangan dengan kondisi fisik sehat, heteroseksual, dan rata-rata berusia
23 tahun) hingga tidak jelas seberapa akurat ban lengan *SenseWear* dalam
mengukur pengeluaran energi dari berbagai aktivitas yang mungkin, mengutip
NHS, “mengandung kesalahan.”

Tak sebatas itu, NHS juga mempertanyakan mengenai tingginya angka kalori
yang dibakar saat berhubungan seks. NHS berasumsi, angka yang tinggi
tersebut tidak bisa dilepaskan dari faktor bahwa masing-masing pasangan
mengetahui mereka sedang dipantau. Dampaknya membuat pasangan jadi "aktif"
saat di ranjang.

Kemudian, NHS juga menggarisbawahi bahwa aktivitas seks tidak berada dalam
level setingkat dengan lari di *treadmill* untuk mengukur berapa banyak
kalori yang dibakar. NHS menyarankan jika ingin seimbang, maka, intensitas
berhubungan badan (pada penelitian) ditingkatkan dari yang semula sekali
dalam seminggu menjadi lima kali per minggu.

Salah satu penulis studi, Antony Karelis, menyarankan untuk tidak terlalu
mengandalkan seks dan tetap menjalani olahraga rutin dalam membakar kalori.

“Seks seharusnya tidak menggantikan olahraga
<http://time.com/4891579/how-many-calories-does-sex-burn/> secara teratur,”
katanya seperti dilansir *Time*. “Sebaliknya, seks dan olahraga harus
dimasukkan dalam rutinitas Anda dengan baik. Studi menunjukkan
masing-masing kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesehataan. Jadi,
kombinasi keduanya mengarah pada kualitas hidup yang lebih baik.”

Baca juga artikel terkait SEKS
<https://tirto.id/q/seks-cTj?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword>
atau tulisan menarik lainnya M Faisal
<https://tirto.id/author/faisalrezairfan?utm_source=internal&utm_medium=lowauthor>

Kirim email ke