K 
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/02/25/p4pqfz440-pengamat-gatotanies-atau-gatottgb-bisa-saingi-jokowiata2
 Pangi "pertumbuhan elektoral Prabowo sudah tidak ada 
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/02/25/p4pqfz440-pengamat-gatotanies-atau-gatottgb-bisa-saingi-jokowi";
 saya rasa ada benarnya juga. Cuman kok yg diajukan Gatot? Lebih parah, 
pertumbuhan elektoral negatif.
 

 - 
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/02/25/p4pqfz440-pengamat-gatotanies-atau-gatottgb-bisa-saingi-jokowi--
 Selain itu, ini juga sebagai "kode" bahwa tidak menutup kemungkinan Prabowo 
bakal jadi "king maker". Karena memang, kata Pangi, pertumbuhan elektoral 
Prabowo sudah tidak ada, bahkan sudah klimaks. 
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/02/25/p4pqfz440-pengamat-gatotanies-atau-gatottgb-bisa-saingi-jokowi
 . 
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/02/25/p4pqfz440-pengamat-gatotanies-atau-gatottgb-bisa-saingi-jokowi..
 'Gatot-Anies atau Gatot-TGB Bisa Saingi Jokowi' 
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/02/25/p4pqfz440-pengamat-gatotanies-atau-gatottgb-bisa-saingi-jokowi
 Ahad 25 February 2018 22:45 WIB

 
 Rep: Ali Mansur/ Red: Elba Damhuri

 

 
 
 Ilustrasi Mencari Pemimpin Umat


 

 Ada yang menginginkan munculnya capres alternatif pada Pilpres 2019.

 

 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Joko Widodo sudah resmi menjadi calon presiden 
(capres) PDI Perjuangan yang diumumkan pada Rakernas di Bali akhir pekan ini. 
Direktur Eksekutif lembaga kajian Voxpol Center Research and Consulting, Pangi 
Syarwi Chaniago, menilai Jokowi tampil sebagai calon kuat yang untuk 
menyainginya harus dimunculkan calon presiden alternatif.

 

 Pangi mengatakan, koalisi PKS dan Gerindra membutuhkan sosok baru untuk 
dijadikan capres alias capres alternatif. Hal itu diperlukan, jelas dia, untuk 
menyaingi Joko Widodo yang bakal didukung beberapa parpol besar.
 

 
 "Maka di sinilah diperlukannya calon alternatif, bisa saja Gerindra-PKS 
mengusung Gatot Nurmantyo-TGB (Tuan Guru Bajang -- M Zainul Majdi), atau 
Gatot-Anies Baswedan," kata Pangi, Ahad (25/2).
 

 
 Menurut dia, saat ini mereka sedang menggodok sosok baru karena jika tidak 
muncul capres alternatif, mereka bisa kesulitan melawan Jokowi. Pangi mengutip 
perkataan dari salah satu kader Partai Gerindra bahwa Prabowo Subianto belum 
tentu maju sebagai capres merupakan sinyal adanya sosok baru.
 

 
 Selain itu, ini juga sebagai "kode" bahwa tidak menutup kemungkinan Prabowo 
bakal jadi "king maker". Karena memang, kata Pangi, pertumbuhan elektoral 
Prabowo sudah tidak ada, bahkan sudah klimaks.
 
 "Karena memang orang juga sudah jenuh juga. Apalagi hasil survei masyakarat 
menginginkan sosok baru, mungkin di luar Jokowi dan Prabowo," terang Pangi.
 

 
 PKS dan Gerindra kemungkinan besar tetap dalam satu rel koalisi. Sementara 
PKB, PAN, Demokrat masih belum pasti atau justru mereka akan membuat poros baru.
 

 
 Pangi menyatakan, jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dirangkul Jokowi, maka 
Demokrat pasti bergabung poros PDI Perjuangan. Demikian juga dengan PKB, kalau 
digandeng dengan Jokowi, pasti bakal bergabung ke poros tersebut.
 

 
 
 "Tapi kalau PAN saya lihat cenderungnya ikut PKS-Gerindra. PAN juga sudah 
punya kedekatan dengan PKS Gerindra. Maka tiga poros sangat mungkin terulang," 
jelas Pangi.
 

Kirim email ke