Tiongkok Kembangkan Pesawat Hipersonik Lima Kali Kecepatan Suara 
http://ayobandung.com/read/20180226/66/29241/tiongkok-kembangkan-pesawat-hipersonik-lima-kali-kecepatan-suara
 Oleh Hengky Sulaksono, pada Feb 26, 2018 | 09:24 WIB
 
 Iplane. Pesawat hipersonik.
 BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Sejumlah peneliti Tiongkok dilaporkan tengah 
mengembangkan desain sebuah pesawat ultra cepat yang mampu melesat hingga lima 
kali kecepatan suara. 
  
 Selain berkecepatan tinggi, pesawat jet ini juga disebut-sebut mampu menampung 
puluhan orang dan berton-ton kargo di dalamnya.
  
 Dilansir dari South China Morning Post, Senin (26/2/2018), pesawat tersebut 
bakal melaju dalam kecepatan hipersonik. Jika dikonversi, pesawat mampu 
menempuh jarak lebih dari 6.000 kilometer/jam. 
  
 Sebagai perbandingan, kecepatan suara cuma mampu mencapai 343 meter per detik 
alias 1.235 km/jam.
  
 "Pesawat ini cuma membutuhkan waktu beberapa jam untuk perjalanan dari Beijing 
ke New York dalam kecepatan hipersonik," demilkian penjelasan tim peneliti yang 
dipimpin Cui Kai dalam makalah berjudul Physics, Mechanics and Astronomy, 
terbitan Science China Press.
  
 Dengan laju secepat itu, kecepatan pesawat ini mencapai tujuh kali lipat 
daripada laju pesawat jet komersil yang biasa digunakan dalam penerbangan 
udara. 
  
 Saat ini, pesawat jet komersil biasa membutuhkan waktu 14 jam untuk perjalanan 
Beijing-New York dengan jarak mencapai 11.000 km.
  
 Cui dan timnya di Akademi Ilmu Pengetahuan China di Beijing telah menguji 
model pesawat berskala kecil dalam sebuah terowongan angin yang juga digunakan 
sebagai lokasi uji aerodinamika prototipe senjata hipersonik terbaru di 
Tiongkok.
  
 Para peneliti bahkan sempat menggenjot laju pesawat hingga ekuivalen dengan 
tujuh kali kecepatan suara atau mencapai 8.600 km/jam. Hasilnya? Mengejutkan 
para peneliti. Pesawat bekerja dengan baik.
  
 Pesawat tersebut disepakati dinamai I-Plane. Nama ini dipilih lantaran pesawat 
meninggalkan bayangan asap di atas langit yang membentuk huruf 'I'. Jejak 
tersebut dapat terlihat saat pesawat menukik ke bawah.
 Source: South China Morning Post

 
 Editor : Adi Ginanjar Maulana
 

Kirim email ke