https://dunia.tempo.co/read/1064516/cina-ternyata-pernah-kirim-2-anjing-ke-luar-angkasa-ini-
kisahnya?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1
Cina Ternyata Pernah Kirim 2 Anjing ke Luar
Angkasa, Ini Kisahnya
Reporter:
Yon Yoseph
Editor:
Maria Rita Hasugian
Senin, 26 Februari 2018 18:15 WIB
0 komentar
<https://dunia.tempo.co/read/1064516/cina-ternyata-pernah-kirim-2-anjing-ke-luar-angkasa-ini-kisahnya?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1#comments>
00000
#
#
#
#
Cina Ternyata Pernah Kirim 2 Anjing ke Luar Angkasa, Ini Kisahnya
<https://dunia.tempo.co/read/1064516/cina-ternyata-pernah-kirim-2-anjing-ke-luar-angkasa-ini-kisahnya?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_1>
Cina Ungkap Kirim Anjing ke Luar Angkasa
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Badan Antariksa Cina ternyata pernah mengirimkan
dua anjing <https://www.tempo.co/tag/anjing>ke luar angkasa pada medio
1960-an, sebelum peristiwa Rovolusi Budaya.
Seperti dilansir South China Morning Post pada 25 Februari 2018, fakta
itu diungkapkan bertepatan dengan Hari Raya Imlek, menandai dimulainya
tahun baru yang diperingati sebagai Tahun Anjing sesuai penanggalan Cina.
Astronot Wanita Cina pertama Liu Yang saat konferensi pers di Jiuquan
Satellite Launch Center, di barat laut China provinsi Gansu, 15-6, 2012.
Shenzhou-9 adalah pesawat ruang angkasa berawak yang akan diluncurkan
pada 18:37 (10:37 GMT) pada tanggal 16-6, 2012. REUTERS/Jason Lee
Baca: Luar Biasa, Anjing Ini Sendirian Naik Kereta Sejauh 181 Kilometer
<https://dunia.tempo.co/read/1053003/luar-biasa-anjing-ini-sendirian-naik-kereta-sejauh-181-kilometer>
Perincian program rahasia Cina untuk meluncurkan anjing ke luar angkasa
lebih dari setengah abad yang lalu itu pertama kali diungkap pekan lalu
dalam sebuah artikel yang diterbitkan di media sosial oleh Chinese
Academy of Sciences. Untuk menyambut Tahun Anjing, badan yang mengawasi
program tersebut mengatakan, pihaknya ingin memperingati perjalanan
legendaris hewan itu ke angkasa.
Pada tahun 1966, Badan Antariksa Cina mengirimkan 2 ekor anjing dalam 2
uji coba peluncuran yang dikatakan nyaris berhasil tersebut.
Anjing pertama yang dikirim adalah Little Leopard. Para ilmuwan
secara hati-hati menempatkan anjing berusia 2 tahun itu yang
dipanggil Xiao Bao dalam bahasa Mandarin, ke keranjang dan
mengangkatnya ke kapsul mungil yang terpasang di roket T-7A.
Dia terpilih untuk bergabung dalam misi di daerah Guangde, provinsi
Anhui dari lebih dari 100 anak anjing yang dibesarkan dalam penangkaran
hewan. Little Leopard dipilih karena penampilannya yang lucu dan lulus
dari serangkaian tes. Tes yang dijalaninya termasuk dikurung di sebuah
ruangan dan dikenai suara bising lebih dari 100 desibel untuk melihat
apakah anjing dapat mentolerir suara sebuah ledakan roket.
Selain Little Leopard, anjing lainnya yang terpilih adalah Shan
Shan berusia tiga tahun. Kedua anjing itu mampu beradaptasi dengan baik
dan dinobatkan sebagai yang paling cerdas dan berani.
Baca: Tahun Baru 2018, ini Prediksi Astrolog di Tahun Anjing
<https://gaya.tempo.co/read/1046910/tahun-baru-2018-ini-prediksi-astrolog-di-tahun-anjing>
Tapi para ilmuwan telah mengabaikan beberapa hal signifikan saat
melakukan tes terhadap anjing-anjing itu. Leopard mulai panik, dia
digambarkan takut ketinggian.
Pada hari perjalanannya ke luar angkasa, Jumat 15 Juli, 1966,
Xiao Bao diantar pelatihnya, Zhao Xiuhua. Pria yang saat itu berusia 21
mengatakan, Xiao Bao tidak pernah dilatih tentang ketinggian. Anjing
kecil itu pun ketakutan dengan ketinggian. Zhao menenangkannya dengan
memeluknya erat, menepuk-nepuk tubuhnya sambil berbicara lembut dengannya.
Xiao Bao berhasil ditenangkan dan membiarkan para ilmuwan mengikatnya ke
dalam kapsul tanpa jendela yang penuh dengan peralatan pemantau.
Roket kecil seberat satu ton itu akhirnya diluncurkan. T-7A, sebuah
roket penelitian berdasarkan teknologi rudimenter telah digunakan untuk
mengangkut peralatan bekas ke tepi atmosfir, namun tidak dirancang untuk
perjalanan penumpang yang nyaman atau aman.
Xiao Bao diikat kuat di dalam kapsul, mengalami rasa sakit yang tak
terkatakan dan suara yang memekakkan telinga dalam 20 menit berikutnya.
Kekuatan akselerasi sampai 12 kali tarikan gravitasi, menyebabkan
tekanan, atau G-force, yang membuat jantung anjing memompa cukup darah
ke kepalanya.
Ada fluktuasi besar dalam data biometrik Xiao Bao, kata akademi, yang
bisa disebabkan oleh G-force, getaran kapsul, panas, ketakutan atau
kepanikan.
Sekitar 20 kilometer sebelum mencapai orbit Bumi yang rendah, kapsul
tersebut dilepaskan dari roket pada ketinggian 80 kilometer dan terjun
dengan parasut di sebuah gunung sekitar 40 kilometer dari lokasi peluncuran.
Pesawat ruang angkasa Cina, Shenzhou 11 pembawa roket Long March-2F
lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di laut provinsi
Gansu, Tiongkok, 17 Oktober 2016. Cina meluncurkan sepasang astronot ke
ke Tiangong II laboratorium ruang angkasa. Chinatopix/AP
Baca: Dua Anjing ini Pandai Deteksi Kanker Paru Melalui Endusan
<https://gaya.tempo.co/read/1052592/dua-anjing-ini-pandai-deteksi-kanker-paru-melalui-endusan>
Xia Bao dijemput oleh helikopter dan dibawa kembali ke tempat peluncuran
untuk dipertemukan kembali dengan pawangnya, orang banyak berkumpul dan
anjing itu mendapat sambutan bagai pahlawan.
Dua minggu kemudian, Shan Shan menjalani proses yang sama di T-7A yang
lain. Tapi perjalanannya lebih buruk, dan gelombang kejut yang sangat
besar yang dihasilkan oleh mesin roket merusak peralatan pemantau, jadi
tidak ada data untuknya. Dan roket tidak mencapai orbit. Shan
Shan selamat dari misi tersebut.
Kedua anjing tersebut dikembalikan ke Beijing di mana pejabat pemerintah
senior memberikan penghargaan kehormatan kepada mereka.
Tidak diketahui apa yang terjadi pada kedua anjing setelah itu, menyusul
kekacauan dan kekerasan selama Revolusi Kebudayaan Cina pada tahun 1966
hingga 1976.
Akademisi itu juga mengungkapkan bahwa mereka telah mencoba menggunakan
monyet untuk misi tersebut namun menyerah karena terlalu aktif.
Akademisi itu akhirnya dilarang melakukan program luar angkasa Cina
setelah menyebabkan malapetaka di fasilitas penelitian berkali-kali.
Saat ini, Cina melakukan beberapa peluncuran pesawat luar angkasa
Shenzhou yang tak berawak sebelum mengirim orang pertamanya ke luar
angkasa, Yang Liwei, pada tahun 2003. Ini Misi tak berawak menggunakan
dummies atau boneka yang dihubungkan dengan sensor canggih yang
dirancang untuk mensimulasikan kehadiran astronot dan mengumpulkan
informasi.
Lebih dari 10 astronot Cina telah dikirim ke luar angkasa, dan program
luar angkasa bernilai miliaran dolar di Beijing mencakup tujuan memiliki
stasiun ruang angkasa yang terawat pada tahun 2022.
Xia Bao dan Shan Shan, adalah anjing <https://www.tempo.co/tag/anjing>
pertama dan satu-satunya yang digunakan Cina untuk program penerbangan
luar angkasa. Tapi kedua misi itu diliputi oleh masalah, dan tidak
sampai mengorbit. Kedua anjing itu selamat dari kondisi yang bisa dengan
mudah melukai atau membunuh astronot manusia.