----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected]
[nasional-list] <[email protected]>Kepada:
'[email protected]' [email protected] [temu_eropa]
<[email protected]>; Chalik Hamid <[email protected]>;
Sunny ambon <[email protected]>; Awind <[email protected]>; K. Prawira
<[email protected]>; RKB <[email protected]>; kh djie
<[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; Hsin Hui Lin <[email protected]>; NESARE
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 27 Februari 2018 02.00.33 GMT+1Judul: Re:
[temu_eropa] Re: [nasional-list] Jokowi Terima Kunjungan Direktur IMF Hari Ini
>> Baiklah dan demikianlah penilaian yang sangta sederhana tsb ..JIka dilihat
>> dan dinilai sedemikian SEDERHANA masalahnya dari Satu SEGI SEMATA...
>> ((Misanya Kepentingan IMF semata ... yang tentunya belum tentu datang untuk
>> Mmeminjamkan uang ... Taoi bagauman jika sebaliknya MENGONTROL PEMAKIAN
>> UANG PINJAMAN IMF pada INDONESIA dan atau ingin MENAGIH HTANDG DAB BUNGA
>> HUTAN INDONESIA ( Yang MUNGKIN KEBANYAKAN HABIS2AN DIKORUPT PARA PEJABAYT
>> SEMNTARA LEMBAGA NEGARA ... dan jor2an atau Habis2an DIPAKAI untuk MEMBEAYI
>> BEAYA DAN PROYEKT2 YANG TIDAK SAMA SEKALI PRODUKTIVE ( Misalnya: Pembanguna
>> Jutaan Masjid dan Anggaran Belanja Negara yg besar untuk Pilgrim Haji serta
>> tak urung Borosnya untuk Beaya Study Banding dan Gajih yang Melangit dari
>> para pejabat PNS dsna Segaal Tunjangan Exclusive dari Pejabat atau cenderung
>> Pegawai Negri yang Super Special itiu.....) ...maka Jelas MASALAHNYA HANYA
>> YANG SATU ITU DAN SANGAT SEDERHANA seperti yang Anda LiHAT.... TIDAKKAH
>> DEMIKIAN....?
Tetapi AGENDA KENEGARAAN dan HUBUNGAN LUAR NEGRI antara Negara2 disatu Pihak
DAN AGENDA ADHOK / khusus/ YANG MENYANGKUT MASALAH KEUANGAN INTERNATIONAL/
DUNIA DIILAIN PIHAK dan atau masalah AUDIT KEUANGAN ANTARA NEGARA yg LEBIH
KHUSUS DAN LEBIH DALAM LAGI - dan atau Jika Kita bicara lebih jauh dan lebih
luas lagi tentang MONETARY SYSTEM DAN MASALAH KEUANGAN DUNIA secara
keseluruhannya,.... maka Anda akan Tercengang Heran.. bahwa MASALAHNYA TIDAK
SEMUDAH DAN SESEDERHANA yang Anda /Kita PIKIR bersama ..... dan dengan
demikian pula soal PERTANGGUNG- JAWABAN Politik/EKONOMI / KEUANGAN Khusunya
dari seorang Pakar Keuangan seperti Sri Mulyani Indrawati , yang toh CUKUP
BERPENGALAMAN DALAM BIDANGNYA dan dalam Tugasnya / baik atas nama Pemerintah
dan Negara R.I , maupun selaku Mneteri Keuangan RI dan bahkan sebagai
Perorangan pun / individu Sri Mulyani ...dalam MENGHADAPI LEMBAGA KEUANGAN
INTERNATIONAL [ IMF ] yang merupakan bagian dari World Bank dan sekali gus
berfungsi sebagai COMMERCIAL dan EXECUTIVE AGENCY dari THE WORLD BANK ....and
so on... ( Maaf , Mungkin Pengetahuan Anda jauh lebih dan lebih banyak tahu
dari saya pribadi )
PERTANYAAN SAYA YANG SEDERHANA dan Ptaktis {Pragatis) ialah:> bahwa Masalah
Ekonomi tidak lepas dari Maslah Politik yang ( ketat ) membayanginya. Jadi jika
sebanarnya Seorang POLITIK atau seorang Tokoh yang menjabat kedudukan POLITIK (
baik sebagai seorang Menteri maupun sebagai seorang ''WAKIL RAKYAT'' maupunsbg
angouta atau Pimpinan Partai PolItik, mau tak mau karena Kedudukannya dan atau
Jabatan Tingginya harus CONCERN /sadar akan Masalah EKONOMI ( Karena Politik
dan Ekonomi adalah Two side of One Coin ) dan dalam banyak hal Seorang Pakar
Ekonomi yang baik dan Profesional akan memahami masalah Politik dan Hukum
(paling tidak secara Umum dalam level Pengetahuan yang cukup baik ) dibanding
dengan sebaliknya Seorang Pakar Hukum dan lebih2 jika hanya seorang POLITIK
dan MBA tok.... dst.... { Tanpa bermaksud sedikitpun untuk mengecilkan Arti
atau menyinggung dan merendahkan drajat sesorang , melainkan Hanya Suatu
Konstalasi Umum yang bertolak dari Kenyataan Real yang ada...}
Sekarang to the Point > ADAKAH kiranya Menteri2 lainnya yang akan lebih baik
dan lebih sanggup dan lebih siap ( jangan dibilang lagi itu para Anggouta atau
Para Pimpinan Parati2 Politik dan atau yang sekali gusmenjadi Wakil
Rakyat..dan PImpinannya Dewannya ) dari Ibu Sri Mulyani sbg Menteri /Politikus
dan sebagi Pakar yang lam berkecimpungan dalm bidangnya (Keungaan dan Monetary
System ) dan YANG CUKUP SIAP untuk menghadapi dan Beruding dan meruiundingan
Masalh Kenegaran dibidang Keuangan > Fiscal dan Moneter serta sekali gus
Masalah Pinjaman dan Bunga Pinjaman atau Bunga Utang yang maha besar itu (
Loan Interest, atau Annual Debt Interest ) atau Masalah yang lebih Ruwet lagi
misalnya > Masalah Neraca /Bilance Keuangan Negara atau Yearly Balance of
Sheet dari Negara / sesuai dengan atau jika ada Permintaan tentang AUDiT
KEUANGAN R.I dari Pihak IMF sehubungan dengan MENINGKATNYA UTANG DAN PINJAMAN
dari misalnya IMF ataupun Bank Dunia ....yang mungkin saja akan menanyakan
Misalnya : KENAPA R.I selalu tidak mentaatti Masa Pembayaran Hutang dan Bunga
Hutang pada waktu yang telah ditentukan dalam Perjanjian PINJAMAN UANG dari
IMF dan Word Bank..? Dipakai Apa itu Uang Pinjaman sehingga R.I lagi2 perlu
meminjam Uang tanpa bisa membayar Bunga Hutang dan lebih2 untuk Mengembalikan
Hutang2 di tahun2 sebelumnya dalam Waktu yang tealh ditentukan dalam Perjanjian
Injaman Uang antara Pem.RI dan IMF /World Bank ...? - Your Excellence , could
you please as to demonstrate your yearly Official /Government/ Fianancial
Statements and also We would like to have the right and opportunity to conduct
A Financial Audit , mainly as to your ASSETS & LIABILITY ....etc... Lalu
bagaimana Kiranya pendapat Anda/Kita semua dalam menilai Situasi dan
Kesiap-siagan , dan Argument Pembelaan serta Pertanggungan Jawab Keuangan ,
Ekonomi dan sekali gus Politis, yang harus disiapkan JIKA ternyata misalnya
para Pejabat Politik dan para Pimpinan Partai yang bersangkutan masing2 dan
Para Wakil Rakyat Lainnya ...HARUS MENGHADAPI PERTANYAAN2 dari DIREKTUR IMF
atau Lembaga Keuangan Dunia lainnya / seperti THE WORLD BANK terkait...dan
atau IBRD ?
>> Dan yang mungkin paling membingungkan IMF dan Tak urung misalnya juga bagi
>> Bank of China dan Pem.Rep.China ( jika betul ingin melihat atau
>> melaksanakan AUDIT Keuangan R.I sehubungan dengan Tunggakan dan atau
>> Permintaan Pinjaman Uang lagi....) ialah ANGGARAN KEM.AGAMA ( yang sangat
>> Menyolok -Tidak sebanding dan Tidak Produktive dan tidak Ekonomis dari
>> lebih2 segi STRUKTUR ABN UMUMNYA > JATAH PEMBEAYAAN HAJI DAN PEMBANGUNAN
>> Puluhan ribu Masdjid dan Pesantrenan ... instead of Proyekt JEMBATAN2 DAN
>> INFRASTRUKTUR dan Kimunikasi dan Penyaluran Listrik didaerah2 / terutama
>> Daerah Pedalaman dan Daerah terpencil dan SAWAH serta Ladang Pertanian ,
>> System Irigasi dan Pengaiaran , Sekolah2 Negri (segala Level) dan Kursus2
>> Kejuruan serta Research dan Training Center dan Industri2 Kecil & Manufatur
>> terutama di Daerah2YANG BERSANGKUTAN .
SEKIAN DULU YAH ..... sudah cape dan sudah jau malam.. Mrc , Manusia awan yg
tak bisa dan tak sanggup menilai segalanya hanya dari segi Politik dan Idiolagi
tok....
2018-02-26 23:41 GMT+01:00 Nurlia Basten [email protected] [temu_eropa]
<[email protected]>:
Mau ngapain IMF datang ke Indonesia ? Mau membujuk Indonesia supaya pemerintah
pinjam uang dari Bank Dunia dan IMF, kalau nggak kebayar mau dibayar pake
sumber alam yg ada di Indonesia, bukankah begitu maksud mereka ? Atau mau
membujuk Indonesia supaya ikut menandatangani persetujuan dan perjanjian
ekonomi seperti CETA, TTIP dsb.Indonesia mau punya utang berapa sih ? Apa utang
yg sekarang bisa dibayar ? Dan bunganya ?
Am Montag, 26. Februar 2018, 20:39:32 MEZ hat Marco 45665
[email protected] [temu_eropa] <[email protected]> Folgendes
geschrieben:
JIka Ibu Menteri Sri Mulyani Indrawati yang menyatakan SIAP > saya pribadi
akan cenderung merasa yakin tentang Kesiapan Beliau dalam menerima Kunjungan
Direktur Executive IMF - Christine Lagarde yang justru sekarang duduk
menggantikan Mantan Direktur Executive IMF dari Indonesia > Ibu Menteri
Keuangan R.I. - Prof.Dr. Sri Mulyani Indrawati ( yang jelas bukan sembarangan
Doctor Habib ... dan Doctor2 sejenisnya..etc..... 😂... )
2018-02-26 19:49 GMT+01:00 'j.gedearka' [email protected] [nasional-list]
<[email protected] >:
https://nasional.tempo.co/ read/1064408/jokowi-terima-
kunjungan-direktur-imf-hari- ini?
BeritaUtama&campaign= BeritaUtama_Click_2
Jokowi Terima Kunjungan Direktur IMF Hari Ini
Reporter:
Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor:
Endri Kurniawati
Senin, 26 Februari 2018 10:13 WIB 0 komentar 02002
-
-
-
-
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyambut peserta Pertemuan Tahunan
Dana Moneter Internasional (IMF) 2018 yang akan berlangsung di Bali, Indonesia,
Oktober tahun depan. Y TOMI ARYANTO
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menerima kunjungan
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF)
Christine Lagarde di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 26 Februari 2018.
Lagarde pernah datang pada September 2015.
Melalui akun Twitter resmi IMF, @IMFNewes, Lagarde menyampaikan kegembiraannya
bisa kembali ke Indonesia. "Saya sangat senang kembali ke Indonesia untuk
mengunjungi negara Anda yang indah, berjumpa dengan masyarakat serta menikmati
budaya yang sangat kaya dan beragam, karena saya suka Indonesia," katanya,
Kamis, 22 Februari 2018.
Baca:
17.000 Delegasi Akan Hadiri Annual Meeting IMF-World Bank di Bali...
Gunung Agung Meletus, Luhut: Pertemuan IMF Tetap di Bali
Selain itu, menurut Lagarde, kunjungannya kali ini menjadi penting lantaran
Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF dengan Bank Dunia,
Oktober mendatang. "Ini momen penting bagi Indonesia dan IMF."
Kedatangan Lagarde dikomentari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai
Gerakan Indonesia Raya, Fadli Zon. Melalui akun Twitter-nya, Ahad, 25 Februari
2018, Fadli mengatakan pemerintah bermental inlander. "IMF adalah institusi
yang bikin hancur ekonomi RI 20 tahun lalu. Kini pemerintah menjamu besar2an
IMF dengan biaya Rp 1 triliun. Mental inlander?" cuit Fadli.
Angka Rp 1 triliun yang disampaikan Fadli merupakan anggaran negara untuk
membiayai pertemuan tahunan IMF dengan Bank Dunia nanti.
Baca juga: Budi Karya Minta Pelabuhan Yacht Siap Sebelum Pertemuan IMF Bali....
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan pertemuan
tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali akan memerlukan anggaran Rp 868 miliar.
Jumlah itu terdiri atas beberapa rincian, di antaranya sewa hotel. "Dari jumlah
itu, yang digunakan betul adalah Rp 555 miliar. Sedangkan Rp 243 miliar untuk
menyewa hotel," kata Luhut saat ditemui di Bali Nusa Dua Convention Center,
Bali, Jumat, 25 Agustus 2017.
Luhut mengatakan sebenarnya pemerintah mengeluarkan uang sebesar Rp 655 miliar
untuk infrastruktur dan cultural event. "Untuk hotel pakai dana BI.. Nanti
di-reimburse oleh orang yang menginap."
Acara yang akan diselenggarakan pada Oktober 2018 ini merupakan pertemuan rutin
IMF-World Bank. Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 189 negara
akan hadir serta membicarakan tentang sektor keuangan dan perekonomian dunia.
Diperkirakan, pertemuan ini menghadirkan 15 ribu orang selama penyelenggaraan.
AHMAD FAIZ | DIKO OKTARA