Mengapa rezim neo-Mojopahit mengundang NTT untuk ikut serta dalam proyek
Masela, apakah maksudnya mengadudomakan pertentangan antar daerah?


http://www.tribun-maluku.com/2018/02/gubernur-pi-blok-masela-milik-maluku.html?utm_source=feedburner&utm_medium=twitter&utm_campaign=Feed%3A+Tribun-malukucom+%28Tribun-Maluku.com+%7C+Berita+dan+Informasi+Seputar+Maluku+Terkini%29



Gubernur: PI Blok Masela Milik Maluku

Rabu, Februari 28, 2018
<http://www.tribun-maluku.com/2018/02/gubernur-pi-blok-masela-milik-maluku.html>
Maluku <http://www.tribun-maluku.com/search/label/Maluku>

[image: Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Maluku, Zeth Sahuburuaa menegaskan,
hak partisipasi (participating interest - PI) 10 persen dalam pengelolaan
gas alam abadi Blok Masela hanya milik Maluku sehingga tidak bisa dibagi
dengan Nusa Tenggara Timur (NTT).]
<https://1.bp.blogspot.com/-osMG6lyVBX8/WNu6TVdAniI/AAAAAAAALGA/zZyPbni4XME1unLUpDXrvKtJ316aWfezgCLcB/s1600/wagub-1.jpg>

*Ambon, Tribun-Maluku.com : *Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Maluku, Zeth
Sahuburuaa menegaskan, hak partisipasi (participating interest - PI) 10
persen dalam pengelolaan gas alam abadi Blok Masela hanya milik Maluku
sehingga tidak bisa dibagi dengan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Saya sebenarnya siap memprotes Menteri ESDM, Ignasius Jonan bila pertemuan
jadi dilaksanakan pada 23 Februari 2018. Hanya, belum ketemu sehingga siap
memperjuangkan PI 10 persen Blok Masela milik Maluku karena telah
diputuskan Menteri ESDM saat dijabat, Sudirman Said pada 10 Agustus 2016,"
kata Zeth, dikonfirmasi, Rabu (28/2).

Dia memastikan, bila Menteri Ignasius mengundang untuk memutuskan PI 10
persen Blok Masela, maka DPRD Maluku akan disertakan untuk memperjuangkan
apa yang sebenarnya telah menjadi hak Maluku.

"Pertimbangannya dari letak lokasi, maka Blok Masela sebenarnya lebih dekat
dengan negara tetangga Timor Leste dan NTT relatif jauh sehingga tidak
mungkin PI 10 persen itu dibagi bersama Maluku," kata Zeth.

Apalagi, letak Blok Masela berada dalam wilayah teritorial Maluku, kendati
keluar sedikit dari 12 mil.

"Kami sudah menyiapkan berbagai hal terkait PI 10 persen sehingga Menteri
Ignasius hendaknya menghargai apa yang telah diputuskan," tandas Zeth.

Sebelumnya, Menteri Ignasius saat menjadi pembicara dihadapan peserta
Kongres HMI XXX di auditorium Universitas Pattimura, Ambon, Rabu (14/2),
menyatakan, PI 10 persen Blok Masela dikelola Maluku dan NTT.

Dia memastikan membutuhkan waktu 6-7 tahun, Blok Masela beroperasi.

"Masih enam tahun lagi baru bisa menghasilkan gas, jangan kaget," ujar
mantan Menhub.

Blok Masela digarap oleh perusahaan minyak Royal-Shell Belanda dan Inpex
yang berbasis di Jepang dengan nilai investasi sekitar 20 miliar dolar AS
atau sekitar Rp200 triliun untuk mengembangkan blok gas Masela yang
terletak di laut Timor antara Provinsi NTT dan Maluku.

Investasi di Blok Masela bisa naik sampai 20 miliar dolar AS, karena
perusahaan minyak tersebut berusaha untuk meningkatkan kapasitas produksi
gas alam cair di fasilitas abadi terkait untuk 6.000.000 metrik ton/ tahun.

"Kandungan gas di Blok Masela itu sekitar 10 triliun kubik feet.
Kementerian ESDM telah meminta Inpex untuk melibatkan masyarakat Maluku dan
NTT dalam proses pembangunan Blok Masela. Jadi pemberdayaan masyarakat itu
penting," tegas Ignasius.

Kirim email ke