Kronologi Adelina Menjadi TKI hingga Tewas Mengenaskan di Malaysia


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Kronologi Adelina Menjadi TKI hingga Tewas Mengenaskan di Malaysia

Liputan6.com

Orangtua Adelina, TKI asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, mengaku tak pernah 
mengizinkan anaknya yang masih ber...
 |

 |

 |



Ola Keda
15 Feb 2018, 00:00 WIB


Orangtua Adelina, TKI asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, mengaku tak pernah 
mengizinkan anaknya yang masih berusia 16 tahun saat itu. (Liputan6.com/Ola Keda



Liputan6.com, Kupang - Setelah resmi dilaporkan oleh orangtua Adelina Sau 
(bukan Adelina Lisao), TKI di Malaysia asal RT 08/RW 04 Desa Abi, Kecamatan 
Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), aparat Polres TTS langsung 
melakukan penyelidikan kasus itu.

Langkah awal adalah menyelidiki dugaan pemalsuan dokumen korban. Polisi mengaku 
sudah mengantongi nama calo perekrut yang mengirim korban secara ilegal ke 
Malaysia.

"Namun, identitas pengirim masih dirahasiakan untuk kepentingan pengungkapan 
kasus ini," ujar Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, Rabu, 14 Februari 2018.

Totok mengatakan, setelah korban direkrut dan dikirim, orangtua korban mendapat 
uang Rp 500 ribu dari calo perekrut calon TKI. Uang itu dititip perekrut 
melalui tetangga korban.

Setelah korban dibawa oleh perekrut, sejak saat itu pula komunikasi antara 
korban dengan keluarganya putus hingga keluarga mendapatkan informasi bahwa 
korban sudah meninggal dunia di Malaysia.

"Kami tidak main-main dengan kasus ini. Kami akan usut hingga tuntas karena 
dokumen korban dipalsukan," katanya.


Imigrasi Jatim
Media internasional menyebut TKI yang tewas di Malaysia adalah warga Medan, 
padahal ia warga NTT. (Liputan6.com/Ola Keda)
Ia menjelaskan nama korban sebenarnya adalah Adelina Sau, dan bukan Adelina 
Lisao. Sebab, di Desa Abi tidak ada warga yang bernama Adelina Lisao. Nama 
Adelina Lisao adalah nama yang dipalsukan oleh pihak yang mengirim korban ke 
Malaysia.

Paspor korban diterbitkan oleh kantor Imigrasi Jawa Timur. Saat diberangkatkan 
menjadi TKI, Adelina disebut masih berumur 16 tahun. Sesuai akta lahir, korban 
kelahiran 1998, sementara dalam paspor tertulis kelahiran 1992.

Menurut Totok, tersangka yang merekrut Adelina diduga sudah ditangkap aparat 
Polres TTS dalam kasus yang sama. Namun, Totok pihaknya masih menyelidiki 
sehingga belum bisa dipastikan.

Salah salah satu bukti yang diperoleh Tim Anti-Trafficking Polres TTS, kata 
Totok, adalah kartu keluarga yang dipakai untuk mengurus dokumen korban. Kop 
dari kartu keluarga itu berasal dari Pemerintah Kabupaten Belu, tetapi isinya 
Kabupaten Kupang, Kecamatan Kupang Tengah, Desa Tanah Merah.

"Ini sudah bagian manipulasi dokumen, dan kami akan proses hingga tuntas. Saya 
sudah perintahkan tim yang dipimpin Kasat Reskrim untuk lidik, dan kami akan 
proses sesuai dengan penanganan kasus-kasus trafficking sebelumnya. Tetap akan 
diusut hingga tuntas," ucapnya.

Pemulangan Jenazah
Ibu TKI Adelina melaporkan dugaan pemalsuan dokumen yang dialami putrinya yang 
tewas di kandang anjing majikan di Malaysia. (Liputan6.com/Ola Keda)
Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Yohanes Suhardi mengatakan, polisi terus 
berkoordinasi dengan BP3TKI Kupang untuk pemulangan jenazah. Namun sampai saat 
ini belum ada kepastian.

Kemarin, ibu kandung korban, Yohana Banunaek sudah melaporkan kasus kematian 
anaknya itu ke Polres TTS. Dia meminta kepada aparat Polres untuk segera 
menangkap orang uang merekrut dan mengirim anaknya secara ilegal ke Malaysia.

Korban adalah anak kedua dari pasangan Marthen Sau-Yohana Banunaek. Yohana 
mengatakan, anaknya bernama Adelina Sau dan bukan Adelina Lisao. Korban saat 
itu direkrut oleh calon asal Kupang yang tidak diketahui namanya.

"Agustus 2015 silam, anak saya direkrut untuk dikirim ke Malaysia namun kami 
tidak mau. Keesokan harinya saat kami pergi ke sawah, yang rekrut anak saya itu 
melarikan diri bersama anak saya ke Kupang," kata Yohana.

Ia mengatakan sudah tiga tahun anak kedua dari empat bersaudara itu tidak 
pernah menghubungi keluarganya. Orangtua kandung korban baru mengetahui Adelina 
sudah meninggal dunia di Malaysia. Informasi itu diperoleh dari Pdt Isak Laa.

"Hari Senin, sekitar jam 5 sore, Pak Pendeta Isak Laa telepon kasih tahu bahwa 
anak kami sudah meninggal di Malaysia," tutur Yohana dengan raut wajah sedih.


Kirim email ke