----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'j.gedearka' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 28 Februari 2018 19.44.20 GMT+1Judul: 
[GELORA45] Susi Pudjiastuti Memperkenalkan Konsep,Susinisasi, Apa Itu?
     
 


 
 

 
 
https://bisnis.tempo.co/read/1065286/susi-pudjiastuti-memperkenalkan-konsep-
 
susinisasi-apa-itu?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_3
 
 
 Susi Pudjiastuti Memperkenalkan Konsep 
 
 
Susinisasi, Apa Itu? 
   Reporter: 
Antara
   Editor: 
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
  Rabu, 28 Februari 2018 16:28 WIB     0 komentar     00001       
   -  Font: 
           
   -  Ukuran Font: - + 
   -    
 
   -    
 
       
Penampilan Menteri Susi Pudjiastuti dengan kacamata hitam dan pakaian renang di 
atas "paddle board" dalam perlombaan adu kecepatan Festival Danau Sunter di 
Jakarta Utara, 25 Februari 2018. Festival tersebut untuk membuat danau-danau di 
Jakarta menjadi bersih dan terawat. ANTARA
  
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memiliki 
konsep berbeda, yang disebut dengan Susinisasi, yang telah diterapkan dalam 
sistem penganggaran di Kementerian Kelautan dan Perikanan dan diharapkan bisa 
menyebar ke lembaga negara lain. "Susinisasi itu poin yang simpel," kata Susi 
dalam acara bedah buku Laut Masa Depan Bangsa di kantornya, Jakarta, Rabu, 28 
Februari 2018.
 
Susi menjelaskan, konsep Susinisasi diterapkan setelah dia merasa pusing 
mendengar sejumlah kata bersayap yang rancu digunakan dalam perumusan 
penganggaran Kementerian. Kata-kata itu di antaranya penguatan, pemberdayaan, 
dan harmonisasi. Dengan konsep Susinisasi, nomenklatur anggaran diharapkan 
menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah dipahami.
 
Baca: Susi Pudjiastuti: Buang Sampah di Danau Sunter Bakal Ditenggelamkan
 
Berdasarkan buku Laut Masa Depan Bangsa, poin-poin kebijakan anggaran 
Kementerian di bawah Menteri Susi di antaranya porsi 80 persen anggaran untuk 
keperluan pemangku kepentingan, seperti nelayan dan pelaku ekonomi perikanan 
lain. Barulah sisanya 20 persen digunakan untuk anggaran rutin Kementerian.
   
Poin lain dalam buku itu di antaranya memangkas anggaran biaya dinas dan rapat 
di luar kantor serta memperbaiki mekanisme dan memperketat pengawasan belanja 
barang melalui lelang. Dengan pengawasan melalui lelang, diharapkan tidak 
terjadi penggelembungan harga akibat harga satuan yang dibeli lebih mahal dari 
harga di pasaran.
 
Selanjutnya, Kementerian dinyatakan hanya ingin menerima utang yang bisa 
dipakai untuk investasi atau membeli aset. Sebelumnya, Susi menginginkan 
jajarannya benar-benar transparan dalam mengelola anggaran guna menyukseskan 
visi pembangunan kelautan dan perikanan secara nasional.
 
Susi melarang jajarannya melakukan tender-tender secara tertutup yang dapat 
berakibat program yang ada terganggu dan bermasalah. Selain itu, kalangan 
pengusaha diharapkan menjadi pihak yang patuh dengan regulasi dan transparan 
terhadap aset yang mereka miliki.
 
Lebih jauh, Susi Pudjiastuti berharap nelayan dapat membuat asosiasi yang dapat 
betul-betul memastikan ikan di kawasan perairan nasional hanya ditangkap warga 
negara Indonesia. "Mari bergerak bersama-sama karena waktu saya tidak banyak. 
Menteri itu jabatan politis dan rezim pemerintahan ada batasnya," ujarnya.
 
ANTARA
  
 
 
 
 
 
 
    

Kirim email ke