*Jangan anggap enteng bawang putih, sebab bukan saja dipakai sebagai obat,
bumbu makanan dan penghalau vampir, tetapi juga mempunyai peranan penting
terhadap naik – turunya inflasi. Bagi yang tidak tahu apa itu wampir, dapat
diberitahukan bahwa wampir itu orang yang sudah mati dan telah dikuburkan,
tetapi bangkit pada malam hari dan menghisap darah mangsanya, yaitu manusia
tua,muda, wanita dan laki-laki . Salah satu wampir terkenal ialah ”Count
Dracula” dari Transilvania.*


*Apakah bawang bisa dijadikan case study dalam ekonomi, kita serahkan saja
kepada ahli-ahli ekonomi dan keuangan rezim neo-Mojopahit.*


http://id.beritasatu.com/macroeconomics/bawang-putih-penyumbang-tertinggi-inflasi-jatim/172679



*Bawang Putih Penyumbang Tertinggi Inflasi Jatim*
Kamis, 1 Maret 2018 | 18:08

*SURABAYA*- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas bawang putih
menjadi penyumbang tertinggi inflasi di Jawa Timur selama Februari 2018.

Kepala BPS Jawa Timur Teguh Pramono saat memberikan keterangan pers terkait
inflasi di Surabaya, Kamis, mengatakan, pada Februari 2018 Jatim mengalami
inflasi sebesar 0,16%, dan terjadi hampir di seluruh kota setempat.

Komoditas utama yang memberikan andil terbesar inflasi, kata dia, adalah
bawang putih, beras, dan sewa rumah. Sedangkan komoditas yang memberikan
andil terbesar deflasi ialah telur ayam ras, tarif angkutan udara, dan
daging ayam ras.

"Berbeda dengan Januari 2018, Jatim mengalami inflasi sebesar 0,60%, dan
komoditas utama yang mendorong inflasi adalah beras, namun harga beras
sudah mulai turun untuk Februari 2018," kata Teguh.

Ia mengatakan, secara umum di berbagai kabupaten dan kota Jatim, inflasi
tertinggi ada di Kota Probolinggo yang mencapai 0,31% sedangkan yang
terendah terjadi di Kabupaten Sumenep yaitu sebesar 0,08%.

Dari tujuh kelompok pengeluaran pada Februari 2018 di Jatim, enam kelompok
mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi.

Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi, kata dia, adalah kelompok
perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,43%, sedangkan
kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok transportasi, komunikasi
dan jasa keuangan sebesar 0,18%.

Untuk laju inflasi tahunan atau *Year on Year* (YoY) Jawa Timur pada
Februari 2018 mencapai 3,01%, angka ini lebih rendah dibanding YoY Februari
2017 sebesar 3,99%.

"Pada Februari 2018, lima ibu kota provinsi di Pulau Jawa mengalami inflasi
dan satu kota mengalami deflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di DKI
Jakarta dan Semarang sebesar 0,37%, sedangkan deflasi terjadi di Yogyakarta
sebesar 0,05%," katanya. (gor/ant)

Berita Terkait

   -

   BPS: Neraca Migas Defisit
   <http://id.beritasatu.com/home/bps-neraca-migas-defisit/132678>
   -

   Defisit RI-RRT Melebar
   <http://id.beritasatu.com/home/defisit-ri-rrt-melebar/132677>
   -

   Pasar Merespons Positif Surplus NPI
   <http://id.beritasatu.com/home/pasar-merespons-positif-surplus-npi/116365>
   -

   BPS: Pengguna Jasa Transportasi Menurun pada Januari
   
<http://id.beritasatu.com/home/bps-pengguna-jasa-transportasi-menurun-pada-januari/172656>
   -

   Impor Melonjak, Januari Defisit US$ 677 Juta
   
<http://id.beritasatu.com/home/impor-melonjak-januari-defisit-us-677-juta/172111>

Kirim email ke