https://dunia.tempo.co/read/1065731/eksplorasi-laut-cina-selatan-filipina-syaratkan-ini-ke-cina
Eksplorasi Laut Cina Selatan, Filipina Syaratkan
Ini ke Cina
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Suci Sekarwati
Kamis, 1 Maret 2018 19:25 WIB
0 komentar
<https://dunia.tempo.co/read/1065731/eksplorasi-laut-cina-selatan-filipina-syaratkan-ini-ke-cina#comments>
00000
#
#
#
#
Komunike ASEAN Terganjal Isu Laut Cina Selatan
<https://statik.tempo.co/data/2017/08/07/id_630037/630037_620.jpg>
Komunike ASEAN Terganjal Isu Laut Cina Selatan
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Sengketa wilayah perairan Laut Cina Selatan
antara Filipina
<https://dunia.tempo.co/read/877124/karena-konflik-laut-cina-selatan-duterte-sebut-cina-ancam-perang>
dan Cina memasuki babak baru. Pemerintah Filipina pada Kamis, 1 Maret
2018, mengatakan segala bentuk potensi kesepakatan antara Manila dan
Beijing menyangkut eksplorasi energi di Laut Cina Selatan harus
disetujui atas nama perusahaan, bukan atas nama pemerintah Cina.
“Kami kemungkinan masuk pada sebuah kesepakatan dengan perusahaan Cina
dan bukan dengan negara Cina itu sendiri,” kata Harry Roque, juru bicara
Presiden Rodrigo Duterte, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 1 Maret 2018.
Baca: Cina dan Filipina Bicarakan Perselisihan Laut Cina Selatan
<https://dunia.tempo.co/read/875169/cina-dan-filipina-bicarakan-perselisihan-laut-cina-selatan>
Nelayan Filipina tersenyum saat memperlihatkan seekor lobster hasil
tangkapannya di dekat Scarborough Shoal di laut Cina Selatan, 5 April
2017. REUTERS
Pernyataan Roque itu terkait pada kesepakatan Januari lalu, di mana
Filipina dan Cina setuju untuk membuat sebuah panel khusus, yang
bertugas mencari jalan keluar terkait upaya kedua negara untuk saling
bekerja sama mengeksplorasi minyak lepas pantai dan gas, yang ada di
Laut Cina Selatan tanpa harus menyinggung masalah kedaulatan di wilayah
yang diperebutkan tersebut.
“Kami tidak memasuki ranah kesepakatan kedaulatan terkait eksplorasi.
Ini akan menjadi sebuah kesepakatan antara dua perusahaan di kedua
negara,” kata Roque.
Sebelumnya pada Rabu malam, 28 Februari 2018, Duterte mengatakan Beijing
telah mengajukan proposal agar dilakukan eksplorasi bersama semacam
/co-ownership/, ketimbang saling menyerang memperebutkan Laut Cina
Selatan. Presiden Duterte menggunakan analogi /co-ownership/ untuk
menyederhanakan masalah sengketa wilayah antara Cina dan Filipina.
Baca: Cina-Filipina Kelola Sumber Energi di Laut Cina Selatan
<https://dunia.tempo.co/read/894696/cina-filipina-kelola-sumber-energi-di-laut-cina-selatan>
Mewujudkan proyek kerja sama ini akan sangat komplek dan sensitif karena
saling membagi cadangan minyak dan gas bisa dipandang sebagai sikap
mendukung klaim negara lain. Wilayah perairan Laut Cina Selatan
diperebutkan oleh Cina
<https://dunia.tempo.co/read/664670/krisis-laut-cina-selatan-cina-peringatkan-kapal-filipina>,
Taiwan, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam dan Filipina.