From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Friday, March 2, 2018 2:56 AM
  



https://news.detik.com/berita/d-3893774/2-tahun-bertugas-brg-restorasi-400-ribu-ha-lahan-gambut?_ga=2.59301549.1813179697.1519930331-1025231915.1519930331


Jumat 02 Maret 2018, 01:38 WIB
2 Tahun Bertugas, BRG Restorasi 400 Ribu 

Ha Lahan Gambut
Danu Damarjati - detikNews

 Kepala BRG Nazir Foead (Foto: Muhammad Ridho) 

Jakarta - Kebakaran hebat di lahan gambut pada 2015 membuat Indonesia disorot 
publik internasional. Bekas lahan gambut yang terbakar tengah dipulihkan.. 
Sudah 400 ribu hektare lahan gambut yang berhasil dipulihkan. 

Pemulihan itu dilakukan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) sejak 2016 secara 
bertahap. Di tahun pertama, ada 200 ribu hektare lahan gambut rusak dan kering 
yang berhasil dibasahi. Pada 2017, ada 200 ribu hektare lagi lahan gambut yang 
berhasil direstorasi. 

"Jadi total ada 400 ribu hektare lahan dari target 2 juta hektare hingga 2020 
sesuai instruksi Presiden Jokowi ," kata Kepala BRG Nazir Foead saat 
mengunjungi kantor detikcom, Jl Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan, Kamis 
(1/3/2018). Turut mendampingi antara lain Myrna A Safitri, deputi bidang 
edukasi, sosialisasi, partisipasi dan kemitraan BRG.

Berkaca dari negara lain, target restorasi yang ditetapkan Presiden tergolong 
sangat ambisius. Sebab negara maju seperti Jepang saja butuh waktu 10 tahun 
untuk merestorasi sekitar 350 ribu hektare lahan gambutnya. Prosesnya terbagi 
lima tahun pertama merupakan perencanaan dan konsultasi, serta lima tahun 
berikutnya implementasi. 

"Mungkin karena kita terinspirasi Bandung Bondowoso yang bisa mengerjakan 
proyek dalam semalam," canda Pemimpin Redaksi detikcom Iin Yumiyanti. Nazir dan 
Myrna hanya tersenyum. 

Keduanya secara bergantian menjelaskan langkah-langkah restorasi yang dilakukan 
BRG. Selain pembasahan lahan gambut dengan menyekat dan menimbun kanal, juga 
membuat ribuan sumur. Pembuatan sumur merujuk kearifan lokal warga di Jambi dan 
Kalimantan Tengah saat terjadi kebakaran hebat di lahan gambut pada 2015. 

"Kami sudah ada 7.000 sumur yang dibangun oleh warga sendiri dengan kedalaman 
20 meter lalu dipasangi pompa untuk menyemprot lahan gambut supaya tetap 
basah," papar Nazir. 

Selain itu, ada program penanaman di lahan gambut yang berhasil direstorasi.. 
Masyarakat setempat diajak untuk menjaga lahan gambut dan tak lagi menerapkan 
pembakaran lahan untuk pertanian. 

Secara umum, ada 14,9 juta hektare lahan gambut di 19 provinsi. Dari semua itu, 
ada tujuh provinsi yang punya gambut relatif luas dan mudah terbakar, yakni 
seluas 12,9 juta hektare. BRG punya wilayah kerja di Riau, Jambi, Sumatera 
Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua. 
(dnu/dkp)










Kirim email ke