Bung Djie,

Sekarang di Singapura juga sudah ada seperti Belanda, cuma saja  berputar
tempat tanaman, karena bertingkat jadi berputar atas kebawah  dan
sebaliknya dan tidak membutuhkan tempat yang luas.  Bangunan yang dipakai
agak tinggi, jadi pertanian horisontal, +/- 10 tingkat.  Singapura sudah
dapat memproduksi  sebagaian kebutuhan sayur-sayur segar di tempat. Di New
York orang bercocok tanam sayur mayur diatas rumah. Karena pada umumnya
atap rumah (skyscaper) datar.

Seingat saya, dulu waktu dibangku sekolah ada mata pelajaran economic
geography  diantaranya ada teori bahwa untuk kebutuhan penduduk kota,
lingkaran diluar kota diameter 100 km untuk sayur mayur, buah-buahan etc,
lebih dari lingkaran tsb untuk tanam gandum, jagung, padi, etc. kalau tak
salah ingat teori ini diaplikasikan untuk kota Buenos Aires (Argentina).
Saya kira teori tsb perlu direvisi disesuaikan "urban agriculture".

salam,

2018-03-01 12:24 GMT+01:00 kh djie dji...@gmail.com [GELORA45] <
GELORA45@yahoogroups.com>:

>
>
> Kisah sukses pertanian Belanda
>
> ---------- Forwarded message ----------
>
>
> https://www.nationalgeographic.com/magazine/2017/09/holland-
> agriculture-sustainable-farming/
>
> terjemahan
> https://internasional.kompas.com/read/2018/03/01/12001161/ki
> sah-sukses-belanda-jadi-eksportir-makanan-terbesar-kedua-di-dunia
>
> <https://internasional.kompas.com/read/2018/03/01/12001161/kisah-sukses-belanda-jadi-eksportir-makanan-terbesar-kedua-di-dunia>
>
> 
>

Kirim email ke