----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Senin, 5 Maret 2018 00.38.43 GMT+1Judul: 
Fw: [GELORA45] Muhaimin Soal Poros Baru Jika Gagal Jadi Cawapres Jokowi
     

  From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] Sent: Monday, March 5, 
2018 3:06 AM  


 

https://nasional.tempo.co/read/1066404/muhaimin-soal-poros-baru-jika-gagal-jadi-cawapres-jokowi

 

Muhaimin Soal Poros Baru 

Jika Gagal Jadi Cawapres Jokowi 
Reporter: 
Antara
Editor: 
Widiarsi Agustina
Minggu, 4 Maret 2018 08:37 WIB    
Presiden Joko widodo (tengah) didampingi Ketua umum PKB Muhaimin (kanan),saat 
menggunakan Kereta Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, 2 Januari 2018. Kereta 
Bandara sudah resmi dioperasikan untuk umum dengan tarif Rp 70.000 untuk 1 kali 
perjalanan. Tempo/ Fakhri Hermansyah
 
TEMPO.CO, JOMBANG - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin 
Iskadar masih enggan menjelaskan terkait dengan rencana PKB yang akan membuat 
poros baru untuk Pemilu Presiden 2019, jika dirinya gagal menjadi bakal Calon 
Wakil Presiden atau Cawapres Jokowi ataupun Prabowo Subianto.

"Itu inisiatif teman-teman yang ingin membawa demokrasi ini dinamis. Tentu kami 
saling mendoakan. PKB belum mengambil sikap," kata Muhaimin di sela-sela 
kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Ke-2, alumni Pondok Pesantren Al Falah 
Ploso di Pondok Pesantren Mamba'ul Maarif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa 
Timur, Sabtu 3 Maret 2018 malam.

Muhaimin menegaskan, hingga kini PKB belum ada pembicaraan serius dengan 
sejumlah partai terkait dengan pencalonan dirinya ikut Pemilu Presiden 2019. Ia 
hanya menegaskan, PKB tidak menutup kemungkinan untuk komunikasi dengan partai 
manapun yang mempunyai visi yang dinilai sama.

BACA: Pilpres 2019, Kelompok Ini Sudah Bergerilya Demi Jokowi -Muhaimin

"Belum ada pembicaraan. Kami tidak tutup komunikasi dengan siapapun. Namun, 
belum ada komunikasi dan saya hanya ikut takdir Allah saja (menjadi calon Wakil 
Presiden)," kata dia.

Sebelumnya, PKB berencana membuat poros baru untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 
2019 jika Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar ditolak menjadi calon Wakil 
Presiden mendampingi Joko Widodo atau Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPP PKB Muhammad Lukman Edy di Jakarta. Ia 
mengatakan sampai saat ini PKB sudah menawarkan Cak Imin agar menjadi calon 
Wakil Presiden mendampingi Jokowi serta Prabowo.

Lukman tidak menampik ada rencana pertemuan antara Cak Imin dengan Prabowo. 
Namun ia belum dapat memastikan waktu dan tempat pertemuan antara kedua ketua 
umum partai tersebut.

Isu pencalonan Muhaimin sebagai Cawapres Jokowi memang santer. Hingga kini, 
sejumlah baliho, poster hingga spanduk dukungan agar Cak Imin menjadi calon 
Wakil Presiden banyak bertebaran, termasuk di Jatim.

Nama Muhaimin juga masuk dalam bursa calon Wakil Presiden potensial untuk 
Pemilu Presiden 2019.








    

Kirim email ke