Mestinya akademy ini di bagi dalam perekrutan mahasiswanya untuk masing-masing 
daerah.
misalnya maluku  kasi jatah 5 mahasiswa, kaltim jatahnya 5 mahasiswa, palembang 
5 mahasiswa, jadi semua dapat. Saya kira yang di pap… jarang kebagian.


From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Monday, March 05, 2018 9:05 PM
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Gubernur Maluku Prihatin Lulusan Akmil, 
Akpol Minim



Bukan baru masalahnya. hehehe

https://www.tribun-maluku.com/2018/03/gubernur-maluku-prihatin-lulusan-akmil.html



Gubernur Maluku Prihatin Lulusan Akmil, Akpol Minim

3/03/2018<https://www.tribun-maluku.com/2018/03/gubernur-maluku-prihatin-lulusan-akmil.html>Maluku<https://www.tribun-maluku.com/search/label/Maluku>

[Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua merasa prihatin pada 
fakta kurangnya lulusan Akademi Militer (Akmil) dan Akedemi Polisi(Akpol) dari 
daerah ini pada beberapa tahun 
terakhir.]<https://1.bp.blogspot.com/-osMG6lyVBX8/WNu6TVdAniI/AAAAAAAALGA/zZyPbni4XME1unLUpDXrvKtJ316aWfezgCLcB/s1600/wagub-1.jpg>

Ambon, Tribun-Maluku.com : Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Maluku, Zeth 
Sahuburua merasa prihatin pada fakta kurangnya lulusan Akademi Militer (Akmil) 
dan Akedemi Polisi(Akpol) dari daerah ini pada beberapa tahun terakhir.

"Saya dengan Kadis Pendidikan Nasional, Saleh Thio telah berdialog dengan para 
Kepala SMA/SMK se-Kota Ambon pada 2 Maret 2018 untuk menyikapi seleksi Akmil 
maupun Akpol pada 2018," katanya, dikonfirmasi, Sabtu (3/3).

Pertimbangannya, relatif sedikit saja dari ratusan para lulusan SMA/SMK dari 
Maluku yang lulus seleksi Akmil, baik angkatan darat, angkatan laut, angkatan 
udara maupun Akpol.

Zeth mengemukakan, pertemuan tersebut disepakati kurangnya lulusan Akmil maupun 
Akpol dari Maluku antara lain disebabkan masalah kesehatan dan psikotest.

"Sebenarnya kualitas SDM lulusan SMA/SMK di Maluku tidak diragukan jika 
dibandingkan dengan provinsi lain. Hanya saja, faktor kesehatan dan psikotest 
yang sering menjadi hambatan sehingga perlu dicari penanganan tepat," ujarnya.

Zeth mengakui, sering kali saat pertemuan internal dengan pimpinan TNI maupun 
Polri di Maluku telah didialogkan perlunya jalan keluar untuk menambah jumlah 
lulusan Akmil maupun Akpol.

"Kami merasa perlu meminta dari Kodam XVI/Pattimura, Lantamal IX/Ambon, Lanud 
Pattimura dan Polda Maluku mengarahkan para perwira muda memberikan pembekalan 
khusus, terutama persiapan kesehatan maupun psikotest dan faktor - faktor 
lainnya terkait seleksi Akmil atau Akpol," katanya.

Karena itu, perlu dijaring para lulusan SMA/ SMK yang dinilai memiliki prestasi 
terbaik dan kesehatan terjamin berminat mengikuti Akmil maupun Akpol agar 
dipersiapkan secara khusus.

"Tenggat waktunya semakin mendesak menjelang seleksi Akmil maupun Akpol. Namun, 
perlu dilaksanakan persiapan khusus agar para lulusan SMA/SMK berminat 
mengikuti seleksi Akmil maupun Akpol telah siap," ujar Zeth.

Dia mengharapkan, seleksi pada 2018 ini Maluku bisa meloloskan sebanyak 10 
hingga 20 lulusan Akmil maupun Akpol sehingga memotivasi adik - adiknya yang 
berminat bisa mempersiapkan diri sejak dini.

"Saya berkeinginan dari lulusan Akmil maupun Akpol pada 2018 bisa mengukir 
prestasi terbaik dengan meraih pangkat Jenderal, baik di TNI - AD, TNI - AU, 
TNI - AL maupun polisi," tandas Zeth.




Kirim email ke