Apakah benar begitu? tahu darimana?Sepertinya tidak masuk akal kalau masa 
kerja sudah hampir habis kemudian menambah investasi lagi.
    On Tuesday, March 6, 2018, 8:24:04 AM PST, kh djie <dji...@gmail.com> 
wrote:  
 
 Probleemnya kan banyak alat2 baru, besar2 untuk bikin terowongan dan ambil 
material dari kedalaman dan alat2 memperbesar kapaciteit.Menteri Jonan kan 
sudah lihat nilai2 alat2 menurut pembukuan dengan penyusutannya.Dia yang tahu 
kwantitasnya. Berdasarkan kwantitas, angka2, diambil keputusan tertentu.
2018-03-06 16:46 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45] 
<GELORA45@yahoogroups.com>:

     

Benar begitu, kurang lebih kalau kontrak karya-nya 20 tahun depresiasi pertahun 
sekitar 1/20 shg nilai buku jadi NOL pada waktu berakhir. Biasanya kontraktor 
disuruh beresin sendiri peralatan tersisa itu dikasih kesempatan jual dipasar, 
jadinya merupakan keuntungan tambahan/extra.
Itulah, alasan mengganti nilai buku kok seperti di-buat2, kemudian biar 
bagaimanapun biarpun mungkin tidak jadi nol nilai buku sdh susut banyak sekali..
Menurut saya sih memang pemerintah tetap menginginkan Freeport, dengan berbagai 
alasan apapun.

---In GELORA45@yahoogroups.com, <djiekh@...> wrote :

Di kebanyakan industri kimia Nederland, afschrijving untuk reaktor2 kebanyakan 
untuk 15 tahun.Setelah 15 tahun, dianggap harganya nul, padahal reaktor itu 
masih bisa dipakai misalnya untuk10 tahun lagi. Jadi tiap tahun nilai bukunya 
reaktor tersebut turun 1/15 nya.Tidak tahu bagaimana perjanjian international 
di bidang pertambangan, penyusutan hingga harga nol setelah berapa tahun.Kalau 
banyak mesin2 baru di Free Port, ya harganya masih tinggi. Ada negeri yang 
memilih penyusutan lebih cepat, agar mesin2nya dapat cepat diperbarui.
2018-03-06 1:49 GMT+01:00 jonathangoeij@... [ GELORA45] <GELORA45@ 
yahoogroups.com>:




Alasan yg seperti di-buat2, apakah benar ada klausul seperti ini? Dalam 
investasi pertambangan seperti ini umumnya depresiasi yg diterapkan sepanjang 
perkiraan waktu operasi, dalam kontrak karya tentu selama jangka waktu kontrak, 
yg artinya nilai buku jadi nol pada akhir masa kontrak kerja. 

kutipan:
"Memang pertanyaan ini wajar sih kalau ditanyakan. Jawabannya satu bahwa kalau 
misalnya ditunggu 2021 ambil alih harus bayar sekurangnya nilai buku dari semua 
investasi Freeport dilakukan di situ," ujar Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta 
Pusat, Senin (5/3/2018).

---In GELORA45@yahoogroups.com , <SADAR@...> wrote :

  From: 'j.gedearka' j.gedearka@... [GELORA45]Sent: Tuesday, March 6, 2018 3:31 
AM


 

https://finance.detik.com/ energi/d-3900074/ini-alasan- 
ri-tak-caplok-freeport-saat- kontrak-habis-2021?_ga=2. 165066559.1654485037. 
1520277749-99006399.1520277749

Senin 05 Mar 2018, 22:35 WIB
Ini Alasan RI Tak Caplok Freeport Saat 


Kontrak Habis 2021
Ardan Adhi Chandra – detikFinance Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya 
Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membeberkan alasan pemerintah tidak mencaplok PT 
Freeport Indonesia saat kontraknya berakhir di 2021 mendatang. Pertanyaan ini 
seringkali ditanyakan kepadanya.

Jonan mengatakan, jika pemerintah Indonesia mencaplok Freeport saat kontraknya 
habis di 2021 , maka harus bayar seluruh investasi yang sudah dikeluarkan 
Freeport Indonesia. 

"Memang pertanyaan ini wajar sih kalau ditanyakan. Jawabannya satu bahwa kalau 
misalnya ditunggu 2021 ambil alih harus bayar sekurangnya nilai buku dari semua 
investasi Freeport dilakukan di situ," ujar Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta 
Pusat, Senin (5/3/2018).


| Baca juga: Jonan: Divestasi Saham Freeport Selesai April |


"Kedua, Freeport akan tetap upaya arbitrase dan sebagainya. Nanti kalau 
penilaiannya, pengambilalihan dan sebagainya juga. Bukan saya bilang tidak 
mudah, makan waktu dan harus bayar karena di kontrak karya (KK) gitu," lanjut 
Jonan

Dia menambahkan, proses divestasi saham Freeport hingga 51% dilakukan dengan 
harga yang sewajar mungkin. Proses divestasi dilakukan dengan mengambil alih 
40% participating interest (PI) Rio Tinto dan 9,36% saham Indocopper Investama.

"Ketiga, kita akan beli dengan harga sewajar mungkin sampai saham pemerintah 
51%. Mengambil participating interest Rio Tinto 40% dikonversi saham dan 
lainnya kepemilikan saham Freeport Mcmoran di PT Indocopper. Arahan Bapak 
Presiden kalau bisa April sudah selesai," kata Jonan.


| Baca juga: Jonan: Freeport Harus Jual 51% Saham ke Pemerintah Sebelum 2021 |


Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menambahkan, pemerintah 
berupaya agar 40% participating interest Rio Tinto di tambang Grasberg 
persentasenya tidak berubah setelah dikonversi ke saham. Selanjutnya, ditambah 
dengan 9,36% saham Indocopper Investama di Freeport Indonesia.

"Upayanya 40% dikonversi. Diupayakan, harus diupayakan," tutur Bambang. 
(ara/hns)









 







   

  
  • Fw: [GELORA... 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]
    • Re: Fw... jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
      • Re... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
    • Re: Fw... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
      • Re... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
        • ... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
          • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
            • ... marthaja...@yahoo.com [GELORA45]
    • Re: [G... ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45]
      • Re... Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45]
    • Re: Fw... Jonathan Goeij jonathango...@yahoo.com [GELORA45]
    • [GELOR... 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' ineng...@chevron.com [GELORA45]

Kirim email ke