*Partai baru harus siapkan caleg bersih dan partai lama boleh mencalonkan
caleg kotor? hehehehehehehe*

http://sp.beritasatu.com/politikdanhukum/partai-baru-di-pemilu-2019-harus-siapkan-caleg-bersih/123059


*Partai Baru di Pemilu 2019 Harus Siapkan Caleg Bersih*
Senin, 5 Maret 2018 | 8:13

[image: Ilustrasi partai politik baru peserta Pemilu 2019 [kompastv]]
Ilustrasi partai politik baru peserta Pemilu 2019 [kompastv]

Berita Terkait

   -

   PBB dan PKPI Gagal Jadi Peserta Pemilu 2019
   
<http://sp.beritasatu.com/home/pbb-dan-pkpi-gagal-jadi-peserta-pemilu-2019/122844>
   -

   Jakut dan Jakbar Rawan Konflik Pemilu 2019
   
<http://sp.beritasatu.com/home/jakut-dan-jakbar-rawan-konflik-pemilu-2019/122676>
   -

   PKB Minta Marwan Jafar Jadi Ketua Pemenangan Pemilu 2019
   
<http://sp.beritasatu.com/home/pkb-minta-marwan-jafar-jadi-ketua-pemenangan-pemilu-2019/116396>
   -

   DPR Sepakat Pemilu 2019 Dilakukan Serentak
   
<http://sp.beritasatu.com/home/dpr-sepakat-pemilu-2019-dilakukan-serentak/16936>

[JAKARTA] Partai baru yang akan berlaga di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019
mendatang diminta untuk mempersiapkan para calon legislatif (caleg) yang
bersih.

Di Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) meloloskan empat partai baru,
yakni Partai Garuda, Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI),
dan Partain Persatuan Indonesia (Perindo).

Ketua Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti mengatakan, tren di pemilu
saat ini, paling khusus adalah soal caleg yang bersih. Caleg-caleg yang
bersih akan memberikan keuntungan bagi partai itu sendiri, terlebih partai
baru.

"Tren sekarang adalah caleg bersih. Kalau party ID kita masih 10 persen,
acuannya pasti oartai lama. Sehingga partai baru peluangnya besar jika
kinerja partai politik lama buruk. Tinggal mereka (partai baru) mampu
menjadi sesuatu yang beda," ujar Ray di Jakarta, Minggu (4/3).

Ia mengatakan, keempat partai baru tersebut memiliki kans menjadi partai
besar kendati di 2019 ini sulit. Party ID di Indonesia tidak lebih dari 10
persen karena mayoritas masyarakatnya tidak memiliki ideologis partai
tertentu. Artinya, jumlah mereka yang tak berideologi partai ada sebanyak
90 persen lebih.

Bermunculannya partai-partai baru juga menurutnya karena ada kekecewaan
yang tinggi terhadap parpol yang sekarang, khususnya partai-partai yang
perwakilan legislatifnya mengeluarkan UU MD3 seperti yang saat ini terjadi.

"Kalau partai mampu mengidentifikasi mereka sebagai partai baru, berani
melakukan koreksi terhadap apa yang dicapai dan diputuskan parpol
sebelumnya, boleh jadi kans mereka (partai baru) jadi tinggi," katanya.

Jika partai-partai baru tersebut menyuarakan dan terus menerus mengisukan
hal-hal yang sedang menjadi isu hangat, katanya, maka ia meyakini mereka
akan dilirik oleh masyarakat. Terutama isu-isu yang dinilai masyarakat bisa
merugikan, contohnya seperti persoalan UU MD3.

"Saran saya, sikapi UU yang dikeluarkan partai, lama lalu buktikan
caleg-caleg mereka kalian bersih," katanya.

Ia melihat, salah satu partai baru yang sudah memiliki tekad untuk
menghasilkan caleg-caleg bersih adalah PSI. Mereka, katanya, memastikan
track record yang akan menjadi caleg dari partainya serta menguji visi-misi
hingga akhirnya ditetapkan sebagai caleg.

Jika partai yang dipimpin oleh mantan jurnalis, Grace Natalie tersebut
berlanjut menerapkan hal seperti itu, katanya, maka bisa saja mereka
mengambil ceruk pasar yang besar. Pemilihnya, katanya, merupakan pemilih
partai tapi tidak memiliki keterikatan yang kuat terhadap partai-partai
lama.

Generasi saat ini juga sudah berbeda dengan generasi sebelumnya. Apalagi
pemilih di 2024 mendatang merupaka generasi tahun 2000 yang isunya sudah
pasti meninggalkan isu-isu lama, termasuk tak melirik lagi isu orde baru.

Orde baru yang terbaca sejauh ini adalah soal perampasan Hak Azasi Manusia
(HAM) dan sistem politik yang ketat. Jika ada partai baru saat ini yang
mengangkat kesuksesan di zaman orde baru, katanya, maka hal itu tidak cocok
dengan gaya generasi milenial saat ini yang terbuka dan bebas.

"Orang yang masih menyukai orde baru sebetulnya karena masih suka
bersentuhan secara baik denga orde baru atau pernah merasa hidup senang
saat itu. Partai akan kesulitan maju kalau yang diusung masa lalu di tengah
trend seperti ini," katanya.

Salah satu partai baru yang mengusung orde baru adalah Partai Berkarya yang
didirikan oleh salah satu keluarga Cendana, yakni Hutomo Mandala Putra atau
Tommy Soeharto yang tak lain adalah putra bungsu Presiden RI kedua,
Soeharto.

Sementara partai baru lainnya seperti Partai Garuda yang dipimpin Ahmad
Ridha Sabana mengusung anak muda seperti PSI, sedangkan Partai Persatuan
Indonesia yang dibentuk oleh pengusaha Hary Tanoesoedibjo menitikberatkan
pada ekonomi kerakyatan. [D-14]
  • [GELORA45] Partai Baru di... Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45]

Kirim email ke