Jumat 02 Maret 2018, 12:10 WIB

Tolak UU MD3, Mahasiswa Kota Madiun Usung Keranda Jenazah ke DPRD
Sugeng Harianto - detikNewsShare 0TweetShare 06 komentarFoto: Sugeng 
HariantoMadiun - Revisi Undang-undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) menuai 
kecaman dan penolakan dari sejumlah kalangan masyarakat. Tak terkecuali puluhan 
aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Madiun yang menyatakan 
menolak UU MD3 dengan aksi demo

Dalam aksinya mereka membawa sejumlah poster di antaranya bertuliskan, 'Tolak 
UU MD3 Save Demokrasi' dan 'Demokrasi Mati di Tangan DPR'. Bahkan mereka datang 
ke Gedung DPRD Kota Madiun sembari membawa replika keranda mayat, menggambarkan 
matinya demokrasi Indonesia jika RUU itu disahkan.

"Kami mendesak DPR RI, melakukan peninjauan kembali terhadap pasal-pasal yang 
bertentangan dengan demokrasi. Mendesak kepada Presiden Republik Indonesia agar 
tidak menyetujui UU MD3 dan mengeluarkan PERPPU pengganti UU MD3," ucap salah 
satu mahasiswa saat berorasi di depan Gedung DPRD Kota Madiun, Jumat (2/3/2018).

Mahasiswa juga meminta dan mengingatkan anggota DPRD Kota Madiun agar siap 
untuk dikritisi oleh masyarakatnya sendiri dalam bentuk apapun. 

"Kita melakukan audiensi dengan DPRD dan mendapat kesepakatan bersama untuk 
menolak karena revisi UU MD3 mencederai demokrasi di Indonesia," jelas ketua 
Aktivis PMII Kota Madiun, Asep Amruloh kepada wartawan.

| Foto: Sugeng Harianto |


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Madiun, Istono yang menemui perwakilan 
demonstran mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa dan menyampaikan ke DPR 
RI.. 

"Menurut hemat kami, usulan itu baik. Walaupun itu wilayahnya DPR RI. Apa yang 
mereka suarakan bagus, dalam rangka memberikan warna demokrasi yang ruhnya 
menyejahterakan maayarakat," kata Istono.

Menanggapi tuntutan mahasiswa yang meminta DPRD Kota Madiun agar tidak 
antikritik, Politisi Demorkat ini menambahkan, selama ini pihaknya selalu 
terbuka dan siap menerima kritikan.

"Kami sangat welcome. Kami sangat siap kapan saja dan di mana saja," pungkas 
Istono.

Pantauan detikcom di lokasi, unjuk rasa yang dimulai pada pukul 09.00 WIB dan 
berakhir pada sekitar pukul 10.30 WIB itu berlangsung damai. Usai menyampaikan 
aspirasinya, mahasiswa pulang diantar menggunakan mobil truk polisi.

| 
 |


Kirim email ke