From: 'j.gedearka' j.gedea...@upcmail.nl [GELORA45] 
Sent: Wednesday, March 7, 2018 2:11 AM



https://metro.tempo.co/read/1067097/anies-baswedan-larang-pkl-di-trotoar-sudirman-thamrin-kios-boleh?

BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_2


Anies Baswedan Larang PKL di Trotoar Sudirman-
Thamrin, Kios Boleh 
Reporter: 
Budiarti Utami Putri
Editor: 
Jobpie Sugiharto
Selasa, 6 Maret 2018 14:38 WIB 
 
Koalisi pejalan kaki melakukan aksi pengecatan zebra cross di depan stasiun 
Sudirman, Jakarta, 13 Maret 2015. Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas 
terhadap kelayakan bagi pejalan kaki yang selama ini haknya di rebut oleh 
pengendara hingga pedagang kaki lima (PKL). TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa tak 
boleh ada pedagang kaki lima (PKL) di trotoar sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin 
menyusul desain baru penataan kawasan tersebut.

"Trotoar sepanjang Sudirman-Thamrin bukan tempat berjualan PKL, itu tempat 
untuk pejalan kaki. Tidak ada yang lain (selain pejalan kaki)," kata Anies 
seusai sosialisasi desain baru penataan jalan dan trotoar Sudirman-Thamrin di 
Balai Kota DKI Jakarta hari ini, Selasa, 6 Maret 2018.

Di sisi lain, Anies Baswedan mengatakan sesuai desain baru di trotoar nanti 
didirikan kios-kios. Namun, lapak-lapak dagang itu dirancang tidak menjual 
makanan atau minuman, melainkan menjual barang-barang yang relevan dengan 
konsep penataan kawasan itu. 

"Kemungkinan besar (kios berjualan) seperti majalah, koran, kartu Transjakarta. 
(Kios itu) Penunjang orang-orang yang berlalu-lalang di tempat itu."

Baca: Anies Rombak Rancangan Trotoar Sudirman-Thamrin Warisan Djarot 

Menurut Wikipedia, PKL adalah istilah untuk menyebut penjaja dagangan yang 
melakukan kegiatan komersial di atas daerah milik jalan atau trotoar yang 
seharusnya daerah itu untuk pejalan kaki (pedestrian). Sedangkan berdasarkan 
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), PKL diartikan sebagai pedagang yang 
berjualan di serambi muka (emper) toko atau di lantai tepi jalan.

Adapun kios, dalam KBBI diartikan sebagai toko kecil, tempat berjualan buku, 
koran, dan sebagainya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari ini mengumumkan desain penataan jalan dan 
trotoar di kawasan Sudirman-Thamrin. Dalam desain yang baru, jalan Sudirman 
Thamrin akan dijadikan lima lajur, yaitu satu lajur untuk Transjakarta, tiga 
lajur untuk kendaraan roda empat, dan satu lajur untuk sepeda motor dan bus 
umum atau bus wisata.

Lihat juga: Desain Baru Sudirman-Thamrin: Ada Kios PKL dan Toilet di Trotoar

Jalur hijau pemisah jalan Sudirman-Thamrin bakal dibongkar. Sebagai gantinya, 
tanaman akan ditenam di pot-pot di tepian trotoar. Trotoar akan dibelah dua: 
untuk fasilitas dan pejalan kaki. Kios-kios akan berada di atas jalur 
fasilitas, selain halte, bangku, toilet, dan fasilitas lainnya.

Presiden Direktur PT Arkonin, perancang desain Sudirman-Thamrin, Achmad 
Noerzaman, mengatakan bahwa kios itu nantinya ditempatkan di dekat halte bus 
umum sepanjang jalan Sudirman-Thamrin.

Anies baswedan berjanji mencari tempat tempat baru untuk PKL penjual 
makanan-mimuman yang akan digusur dari kawasan Sudirman-Thamrin. Menurut dia, 
masih luas lahan berdagang di belakang dan kanan-kiri gedung Sudirman-Thamrin 
yang bisa ditempati oleh PKL. "Kami harus bicara dengan satu gedung, para 
PKL-nya, dan kebutuhan di tempat itu."


--------------------------------------------------------------------------------

a.. Anies Baswedan 












Kirim email ke