From: 'j.gedearka' j.gedea...@upcmail.nl [GELORA45] 
Sent: Wednesday, March 7, 2018 2:21 AM



https://bisnis.tempo.co/read/1067201/jokowi-minta-kementerian-tak-asal-sweeping-tenaga-asing-kenapa?

BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_3


Jokowi Minta Kementerian Tak Asal Sweeping 

Tenaga Asing, Kenapa? 
Reporter: 
Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor: 
Yudono Yanuar
Selasa, 6 Maret 2018 18:25 WIB 
 
Jokowi mengatakan latihan tinju sangat berat dan memerlukan ketahanan fisik 
yang sangat tinggi. Dimana di dalamnya ada pelajaran tentang kecepatan tubuh, 
gerak refleks, dan konsentrasi pikiran. youtube.com

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Tenaga 
Kerja, Kementerian Hukum dan HAM, dan instansi lainnya saling berkoordinasi 
bila ingin melakukan penyisiran atau sweeping terhadap tenaga kerja asing, yang 
diduga melanggar peraturan.

Jokowi menilai selama ini pengendalian dan pengawasan terhadap tenaga kerja 
asing jalan sendiri-sendiri. Imbasnya aksi sweeping ini diprotes oleh para 
pengusaha. 

"Saya mendapatkan beberapa laporan pengguna tenaga kerja merasa terganggu dan 
tidak nyaman," katanya saat memimpin rapat kabinet terbatas membahas penataan 
tenaga kerja asing (TKA) di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018.

Jokowi menjelaskan di era globalisasi saat ini, pasar tenaga kerja sudah lintas 
negara. Indonesia selain mengirimkan banyak buruh migran ke luar negeri, juga 
membuka ruang bagi masuknya TKA dengan kualifikasi tertentu yang dibutuhkan 
dalam proses investasi. 

Untuk menjaga daya tarik investasi tumbuh tapi tidak sampai mengganggu 
penyerapan tenaga kerja lokal, Jokowi meminta penataan TKA dilakukan dengan 
baik. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta izin dan prosedur penggunaan TKA 
dipermudah. Menurut dia, urusan mengenai rencana pengajuan TKA, izin 
mempekerjakan TKA hingga kartu izin tinggal terbatas bisa diselesaikan lebih 
cepat dan berbasis online.

"Dan dilakukan terintegrasi, terpadu antara kementerian tenaga kerja, Imigrasi, 
dan Kementerian Hukum dan HAM," ucapnya. 

Akhir Januari lalu Jokowi telah menyampaikan agar izin penggunaan tenaga kerja 
asing dipermudah. Hal ini agar "ease of doing business" di Indonesia makin 
kompetitif. 


Kirim email ke