Ritual Klenik, Ibu Tewas Dipaksa Minum Air Campur Teri oleh Keluarganya
Rabu, 7 Maret 2018 | 9:24

http://sp.beritasatu.com/home/ritual-klenik-ibu-tewas-dipaksa-minum-air-campur-teri-oleh-keluarganya/123101

Ilustrasi korban tewas [google] 

Berita Terkait

  a.. Bocah Tewas dalam Ritual Pengusiran Setan, TKI Terlibat


[BENDUNGAN] Tukiyem (51), warga Dusun Jeruk, Desa Surenlor, Kecamatan 
Bendungan, Kabupaten Trenggalek, ditemukan meninggal secara tidak wajar di 
halaman rumah belakang, Senin (5/3) baru lalu, pascamenjalani prosesi ritual 
klenik yang dilakukan tujuh orang anggota keluarganya sendiri.

Maklum, rumah tinggal ibu itu bertetangga dengan tiga rumah anak dan 
kerabatnya. Almarhumah dalam proses otopsi dokter forensik RS Bhayangkara, Kota 
Kediri di RSUD dr Soedomo, Trenggalek, dipastikan korban meninggal akibat perut 
dan paru-parunya penuh air campur ikan teri.

Almarhumah merupakan korban pelaksanaan ritual klenik anak kandungnya sendiri 
yang sangat tidak rasional. Mulanya, perangkat desa dibantu sekitar 20 orang 
warga Dusun Jeruk yang bahu-membahu berusaha membantu menyadarkan kembali tujuh 
orang kelurga Tukiyem yang diduga sedang kesurupan massal. Dugaan itu karena 
keluarga Tukiyem sambil berteriak-teriak disertai melempar barang apa saja 
keluar rumah.

“Kita yakhin, mereka sedang kesurupan massal, lha serumah pada mbuangin 
barang-barang ke halaman. Kami anggap mereka mengamuk,” aku salah seorang 
perangkat Desa Surenlor. Khawatir membahayakan keselamatan warga, satu-persatu 
keluarga Tukiyem yang diduga kesurupan diikat di tiang kedua tangannya. Disaat 
sibuk mengikat anggota keluarga yang diduga kesurupan, perangkat desa melihat 
Tukiyem tergeletak di tanah halaman belakang rumah. Pada mulutnya terdapat 
luka-luka lebam dan banyak air berceceran serta ditemukan slang plastik.

Ketika petugas Polsek Bendungan datang ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama 
petugas Koramil setempat, diperoleh penuturan dari Rini Astuti, anak bungsu 
almarhumah, behwa mereka memang menggelar prosesi ritual klenik dengan slametan 
nasi kuning beserta jajan pasar guna mengusir roh jahat yang menggangu ibunya 
(Ny. Tukiyem) yang setiap hari mengeluh sakit perut.

Dalam prosesi ritual klenik yang mereka lakukan tepat hari Senin Wage itu, 
mendadak almarhumah mengaku perutnya sakit setelah makan nasi kuning. Rini 
Astuti spontan mengajak sanak saudaranya untuk menggelonggong air campur ikan 
teri secara paksa ke mulut ibunya dengan dengan menggunakan slang plastik. “Itu 
bagian dari ritual klenik mengusir roh jahat yang masuk perut ibu agar bisa 
keluar setelah dilaksanakan slametan nasi kuning,” aku Rini yang kini 
ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh orang tersangka, Rabu (7/3).

Diakuinya seluruh anggota keluarga sepakat melakukan penyembuhan dengan cara 
irasional guna mengusir mahluk jahat yang ada di perut agar keluar dari tubuh 
ibunya. Dari hasil otopsi diketahui, almarhumah mengalami penyakit asam lambung 
akut. Sesudah Rini mengetahui penyebab sakit ibunya, ia mengaku menyesal karena 
secara tidak langsung sebagai orang pertama yang berinisiatif menggelongong ibu 
kandungnya hingga menemui ajalnya. “Saya tidak pernah berfikir air yang 
diminumkan berlebihan untuk mengusir roh jahat justru memenuhi paru-paru ibu,” 
ujar Rini di depan penyidik Polres Trenggalek.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana yang 
dikonfirmasi menyatakan masih akan berkoordinasi dengan psikiater untuk 
membantu proses penyidikan, guna memastikan tujuh orang tersangka yang masih 
satu keluarga besar almarhumah itu sehat jasmani. Ketujuh orang tersangka itu 
antara lain; Rini Astuti (anak korban) bersama suaminya Jayadi Budi (menantu 
korban), dan Jemitun (adik kandung Rini) yang dijerat dengan undang-undang 
kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Terhadap empat tersangka lainnya, yakni Suyono dan Katenun (keduanya adik 
ipar), serta Apriliani dan Andris Prasetyo keduanya keponakan almarhumah, 
dijerat pelanggaran Pasal 170 (1) KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan 
korban meninggal dunia. [ARS]

Kirim email ke