Mengapa tidak dibuka DISKUSI bagaimana bangsa Indonesia bisa TEGAK BEDIRI 
berkesadaran BERKEPRIBADIAN INDONESIA! Bisa mempertahankan KEBUDAYAAN NASIONAL 
dan tidak ikut-ikutan atau latah menjadi ARAB, ARABIAN, ...! Padahal JELAS 
untuk menjadi MUSLIM-MUSLIMAH yang baik TIDAK berarti harus menjadi ARAB!

Lalu dasar orang Arab mengenakan jilbab, cadar itu sesungguhnya untuk apa dan 
mengapa orang yang hidup di Indonesia harus mengikutinya? Bagaimana orang 
sekeliling bisa dengan baik mengenal identitas dirinya kalau yang terlihat 
hanya matanya, ...? Siapa tahu kalau dibalik cadar itu justru seorang pemuda??? 
Hehehee, ...

SELAMAT HARI PEREMPUAN Internasional, ... jadilah PEREMPUAN yang TERBUKA secara 
wajar untuk lebih lanjut BERDIRI TEGAK meneruskan memperjuangkan HAK SAMA 
disegala bidang dengan kehidupan laki-laki! Begitu juga kaum perempuan dinegara 
Arab sana, yang berfikiran dan bisa mengikuti perkembangan jaman tentu sudah 
mulai melepaskan cadar dan Tidak menutupi diri rapat-rapat dengan cadar lagi.

Salam-damai,
ChanCT

From: 'j.gedearka' j.gedea...@upcmail.nl [GELORA45] 
Sent: Thursday, March 8, 2018 2:56 AM
  





https://nasional.tempo.co/read/1067401/kata-kementerian-agama-soal-larangan-cadar-di-uin-sunan-kalijaga


Kata Kementerian Agama Soal Larangan Cadar di 

UIN Sunan Kalijaga 
Reporter: 
Antara
Editor: 
Ninis Chairunnisa
Rabu, 7 Maret 2018 11:33 WIB 
 
Sejumlah wanita mengenakan cadar yang mengatasnamakan Komunitas Niqab Squad 
saat melakukan aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 10 September 
2017. Aksi ini juga untuk mensosialisasikan penggunaan cadar oleh kaum 
muslimah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama 
Kamaruddin Amin akan meninjau dasar argumen pelarangan penggunaan cadar di 
lingkungan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hal 
tersebut akan dilakukan setelah kebijakan tersebut menimbulkan kontroversi.

"Pembinaannya tentu kami dukung. Tetapi kebijakan setelah pembinaan tentu kita 
harus lihat nanti dasar dan argumennya," kata Kamaruddin kepada wartawan di 
Jakarta pada Selasa, 6 Maret 2018.

Baca: Larangan Cadar di Kampus Dianggap Bisa Turunkan Pamor Pemerintah

Kamaruddin mengatakan sejatinya menggunakan cadar tidak dilarang secara 
syariah, termasuk di lingkungan pendidikan. Pertimbangan larangan cadar 
kemungkinan ditengarai aspek sosiologis, ideologis dan proses belajar mengajar.

"Kalau pakai cadar mungkin dikhawatirkan pergaulannya menjadi eksklusif, tidak 
membaur, demikian juga pikiran dan perilaku keagamaannya dikhawatirkan 
eksklusif," kata Kamaruddin. Selain itu, ia menduga ada kekhawatiran penetrasi 
ideologi tertentu sehingga pihak kampus ingin melakukan pembinaan khusus 
melalui pelarangan itu. "Tetapi harus dibuktikan dulu."

Baca: Menristekdikti Minta Universitas Tak Larang Mahasiswi Bercadar

Meski begitu, Kamaruddin meminta UIN Sunan Kalijaga agar melakukan pembinaan 
searif mungkin terhadap civitas akademika yang terindikasi terlibat radikalisme.

Kementerian, kata Kamaruddin, akan terus mengawasi lembaga pendidikan Islam 
lainnya di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam ketika memberlakukan 
pembinaan serupa. Jika ada kebijakan mengeluarkan mahasiswi bercadar maka akan 
dilihat alasan lembaga pendidikan terkait.

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta melarang 
mahasiswi menggunakan cadar di lingkungan kampus. Rektor UIN Sunan Kalijaga 
Yudian Wahyudi bahkan mengancam akan mengeluarkan mahasiswi yang nekat 
menggunakan cadar jika sudah tujuh kali diperingatkan dan dibina.









Kirim email ke