Kerja Sama Multi Partai Tiongkok Menjadi Referensi Bagi Partai Politik di 
Dunia 
        2018-03-07 12:02:20  CRI 


      Sidang pertama Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat (MPPR) Tiongkok 
sedang berlangsung di Beijing. Para pemimpin komite sentral partai demokratis 
Tiongkok hari Selasa (6/3) menyatakan, inovasi dan perkembangan sistem kerja 
sama multi partai Tiongkok telah mengundang sorotan dunia, Tiongkok telah 
menyumbangkan konsep dan kecerdasannya bagi perkembangan partai politik di 
dunia.

      Dalam waktu tidak sampai satu bulan, Sekretaris Jenderal Komite Sentral 
Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jinping selaku Presiden dan Ketua Komisi 
Militer Pusat Tiongkok telah dua kali menyampaikan pidato penting tentang kerja 
sama multi partai dan sistem musyawarah politik yang dipimpin oleh PKT. Dalam 
pidatonya, Xi Jinping mengajukan beberapa butir tuntutan, antara lain: 
membentuk sistem partai politik tipe baru, menghadirkan suasana baru dalam 
kerja sama multi partai, meningkatkan kesepahaman ideologi, mencetak prestasi 
baru dalam pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab, serta menunjukkan wajah 
baru berbagai partai yang berpartisipasi dalam pemerintahan.



      Dalam jumpa pers dengan para pemimpin komite sentral golongan partai 
demokratis dan Federasi Industri dan Perdagangan Nasional yang berlangsung 
kemarin, Ketua Komite Sentral Asosiasi Konstruksi Nasional Demokratis Tiongkok, 
Hao Mingjin mengatakan, sistem kerja sama multi partai telah berurat berakar di 
Tiongkok, sehingga dianggap sebagai "ciptaan Tiongkok" yang unik. Sistem kerja 
sama multi partai telah melahirkan model sistem partai politik yang baru, 
hubungan partai politik yang baru dan cara pemerintahan yang baru, sekaligus 
mewujudkan keunggulan sistem kepemimpinan terpusat yang demokratis, serta 
menangani urusan penting negara dengan mengumpulkan tenaga dan pikiran dari 
berbagai kalangan masyarakat.

      Asosiasi Konstruksi Nasional Demokratis Tiongkok adalah salah satu dari 
delapan partai demokratis di Tiongkok, para anggotanya telah menyerahkan 30 
rancangan resolusi selama sidang MPPR tahun ini berlangsung.

      Liga Demokratis Tiongkok yang beranggotakan 295.000 orang yang menekuni 
bidang kebudayaan, iptek dan pendidikan, di antaranya termasuk 51 akademikus.



      Ketua Komite Sentral Liga Demokratis Tiongkok Ding Zhongli mengatakan, 
dalam sistem kerja sama multi partai, partai berkuasa dan partai yang 
berpartisipasi dalam pemerintahan telah bersama-sama merumuskan rancangan dan 
mengadakan diskusi mengenai masa depan bangsa Tionghoa.
     

Kirim email ke