Sudah lumrah, ayam bergabung dengan ayam, babi bersatu dengan babi.
   ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: kh djie dji...@gmail.com [GELORA45] 
<GELORA45@yahoogroups.com>Kepada: Gelora45 <GELORA45@yahoogroups.com>; kh djie 
<dji...@gmail.com>Terkirim: Rabu, 7 Maret 2018 12.03.33 GMT+1Judul: Re: 
[GELORA45] Kata Wiranto Soal Pollycarpus dan Muchdi PR Gabung ke Partai Tommy
     

Partai Yakuza Indonesia ?
2018-03-07 11:24 GMT+01:00 kh djie dji...@gmail.com [GELORA45] 
<GELORA45@yahoogroups.com>:

     

Namanya sudah benar Partai Berkarya, apa lengkapnya bukan Partai Berkarya 
Membunuh  ?Tokoh2nya : Pembunuh Hakim, Pembunuh Munir, Bosnya pembunuh 
Munir.Birds of a feather, flock together. Soort zoekt soort ( Yang sejenis 
ngumpul jadi satu, kata orang Belanda).
2018-03-07 10:24 GMT+01:00 Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45] 
<GELORA45@yahoogroups.com>:

     

  
https://news.detik.com/berita/ d-3903597/kata-wiranto-soal-po 
llycarpus-dan-muchdi-pr-gabung -ke-partai-tommy?_ga=2.6610077 
6.747408245.1520414178-1000916 458.1492368516




Kata Wiranto Soal Pollycarpus danMuchdi PR Gabung ke Partai Tommy

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
 
 
 

Menko Polhukam Wiranto. (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom). 



 
Jakarta - Pollycarpus Budihari Priyanto dan Muchdi PR bergabung di Partai 
Berkarya. Menko Polhukam Wiranto berpendapat setiap warga negara berhak 
bergabung ke parpol mana saja.

"Itu hak setiap warga negara. Mau gabung partai mana aja boleh. Apa ada 
larangannya? Nggak ada toh. Itu memang semuanya punya hak untuk bergabung ke 
partai apa aja," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta 
Pusat, Rabu (7/3/2018).
 
|  
Baca juga: Pollycarpus Bergabung ke Partai Tommy Soeharto
  |

 

Berkarya sudah membenarkan bergabungnya Pollycarpus, orang yang terlibat dalam 
pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, sebagai kadernya. Partai besutan 
Hutomo Mandala Putro alias Tommy Soeharto itu juga membenarkan mantan Deputi V 
Badan Intelijen Negara, Muchdi PR menjadi pengurus di Berkarya.
  

  
Meski membidangi urusan politik di pemerintahan, Wiranto menyebut bukan berarti 
bisa mengatur internal partai. Mantan Pangab di era Orde Baru ini tak 
mempermasalahkan pilihan politik Pollycarpus.
  
|  
Pollycarpus.. (Foto: dok. detikcom).
  |

  
Saya tidak punya kewenangan untuk mengizinkan atau izinkan. Jadi saya kira biar 
aja siapa milih partai apa aja. Itu hak mereka," ujar Wiranto.

Sebelumnya diberitakan Sekjen Berkarya Andi Picunang membenarkan kabar 
Pollycarpus dan Muchdi PR ada di dalam partainya. Ia menyebut, Berkarya tak 
membeda-bedakan tiap anggota berdasarkan latar belakang masa lalunya.
 
|  
Baca juga: Jejak Muchdi PR: Dirikan Gerindra, Berlabuh di Partai Tommy Soeharto
  |

 
"Kita nggak mau melihat latar belakang orang ya. Yang penting mau jadi anggota, 
silakan," ujar Andi saat dihubungi, Selasa (6/3/2018).

Andi menyatakan, Pollycarpus mungkin memiliki kesamaan visi dan misi dengan 
Partai Berkarya. Menurutnya, Pollycarpus memiliki hak politik yang sama seperti 
WNI lainnya.
  
|  
Muchdi PR. (Foto: Yulida/detikcom).
  |

  
"Semua orang punya hak politik untuk menyalurkan aspirasinya. Mungkin beliau 
melihat Partai Berkarya cocok untuk menyalurkan aspirasi politiknya. Kita nggak 
membatasi, yang penting mereka memenuhi syarat kan. Ia punya hak suara yang 
sama, seorang Pollycarpus dengan seorang presiden ya sama satu suara," urainya.

Pollycarpus dan Muchdi pernah terseret dalam kasus yang sama yakni soal kasus 
pembunuhan Munir. Bila Pollycarpus divonis bersalah dengan hukuman 14 tahun 
penjara, Muchdi yang merupakan eks Danjen Kopassus itu divonis tidak bersalah 
dan bebas dari segala dakwaan. Keluar dari penjara, Pollycarpus tetap membantah 
terlibat dalam pembunuhan Munir. 
(elz/tor)



  






https://news.detik.com/berita/ d-3903597/kata-wiranto-soal-po 
llycarpus-dan-muchdi-pr-gabung -ke-partai-tommy?_ga=2.6610077 
6.747408245.1520414178-1000916 458.1492368516







Kata Wiranto Soal Pollycarpus danMuchdi PR Gabung ke Partai Tommy

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
 
 
 

Menko Polhukam Wiranto. (Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom). 



 
Jakarta - Pollycarpus Budihari Priyanto dan Muchdi PR bergabung di Partai 
Berkarya. Menko Polhukam Wiranto berpendapat setiap warga negara berhak 
bergabung ke parpol mana saja.

"Itu hak setiap warga negara. Mau gabung partai mana aja boleh. Apa ada 
larangannya? Nggak ada toh. Itu memang semuanya punya hak untuk bergabung ke 
partai apa aja," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta 
Pusat, Rabu (7/3/2018).
 
|  
Baca juga: Pollycarpus Bergabung ke Partai Tommy Soeharto
  |

 

Berkarya sudah membenarkan bergabungnya Pollycarpus, orang yang terlibat dalam 
pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, sebagai kadernya. Partai besutan 
Hutomo Mandala Putro alias Tommy Soeharto itu juga membenarkan mantan Deputi V 
Badan Intelijen Negara, Muchdi PR menjadi pengurus di Berkarya.
  

  
Meski membidangi urusan politik di pemerintahan, Wiranto menyebut bukan berarti 
bisa mengatur internal partai. Mantan Pangab di era Orde Baru ini tak 
mempermasalahkan pilihan politik Pollycarpus.
  
|  
Pollycarpus.. (Foto: dok. detikcom).
  |

  
Saya tidak punya kewenangan untuk mengizinkan atau izinkan. Jadi saya kira biar 
aja siapa milih partai apa aja. Itu hak mereka," ujar Wiranto.

Sebelumnya diberitakan Sekjen Berkarya Andi Picunang membenarkan kabar 
Pollycarpus dan Muchdi PR ada di dalam partainya. Ia menyebut, Berkarya tak 
membeda-bedakan tiap anggota berdasarkan latar belakang masa lalunya.
 
|  
Baca juga: Jejak Muchdi PR: Dirikan Gerindra, Berlabuh di Partai Tommy Soeharto
  |

 
"Kita nggak mau melihat latar belakang orang ya. Yang penting mau jadi anggota, 
silakan," ujar Andi saat dihubungi, Selasa (6/3/2018).

Andi menyatakan, Pollycarpus mungkin memiliki kesamaan visi dan misi dengan 
Partai Berkarya. Menurutnya, Pollycarpus memiliki hak politik yang sama seperti 
WNI lainnya.
  
|  
Muchdi PR. (Foto: Yulida/detikcom).
  |

  
"Semua orang punya hak politik untuk menyalurkan aspirasinya. Mungkin beliau 
melihat Partai Berkarya cocok untuk menyalurkan aspirasi politiknya. Kita nggak 
membatasi, yang penting mereka memenuhi syarat kan. Ia punya hak suara yang 
sama, seorang Pollycarpus dengan seorang presiden ya sama satu suara," urainya.

Pollycarpus dan Muchdi pernah terseret dalam kasus yang sama yakni soal kasus 
pembunuhan Munir. Bila Pollycarpus divonis bersalah dengan hukuman 14 tahun 
penjara, Muchdi yang merupakan eks Danjen Kopassus itu divonis tidak bersalah 
dan bebas dari segala dakwaan. Keluar dari penjara, Pollycarpus tetap membantah 
terlibat dalam pembunuhan Munir. 
(elz/tor)






   



   

    

Kirim email ke