----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com 
[nasional-list] <nasional-l...@yahoogroups.com>Terkirim: Sabtu, 10 Maret 2018 
13.45.35 GMT+1Judul: [nasional-list] Larangan Cadar Bukan Berarti Anti Islam
     

  
NKRIdibawah kekuasaan rezim neo-Mojopahit seharusnya menyatakan diribahagian 
dari Arab Saudi atau sebaliknya? Bukankah dengan demikianselesai masalah pakai 
cador, burqa, nikap dan garabea (jubah), zakat,makan korma, minum kencing unta 
dsb., karena tidak ada lagi yangmempersoalkan. Jumlah turis agama ke Arab Saudi 
terbanyak jumlahnyaatau nomor wahid di dunia. Orang- Para penjual di toko-toko 
mahirberbahasa Indonesia. Arab Saudi akan menyiarkan Tv bahasa Indonesia. 




http://mediaindonesia.com/news/read/148640/larangan-cadar-bukan-berarti-anti-i/2018-03-09

Larangan Cadar Bukan Berarti Anti Islam

Jum'at, 9 March 2018 13:14 WIB Penulis:Antara 



ANTARA

UTUSAN Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab mengatakanlarangan 
penggunaan cadar di kampus Islam jangan dianggap sebagaibentuk penolakan 
terhadap agama Islam.

"Saya kira tidak usah dipermasalahkan, seakan-akan (larangan)ini anti-Islam.. 
Islam itu luas kok, yang (hijab biasa) begini bagus,pakai kerudung model Bu 
Nuriyah (Wahid) juga bagus," kata Alwidi Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat.

Alwi menjelaskan bahwa Islam sesungguhnya adalah agama yangmengajarkan umatnya 
untuk berpakaian sopan. Namun pengertian batasanpakaian sopan dan Islami 
tersebut ditafsirkan berbeda-beda olehsejumlah orang.

Cara berpakaian tersebut juga menjadi berbeda jika diterapkan dinegara Eropa 
dan Amerika, dimana perempuan yang memakai cadar akanmenjadi pusat perhatian 
karena dianggap mencurigakan.

"Jadi semuanya itu kita lihat kemaslahatannya, Islam ituagama yang 
memperhatikan kemaslahatan. Maslahat Universitas (UINYogyakarta) mungkin tidak 
tercermin kalau itu dibiarkan. Tapi kalaumaslahat pribadi ya silakan. Kita juga 
harus toleran dalam menerimaperbedaan pendapat," katanya.

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakartamengeluarkan surat 
larangan bagi mahasiswinya untuk menggunakan cadardi lingkungan kampus.

Larangan tersebut dikeluarkan dengan pertimbangan untuk mencegahperluasan paham 
Islam radikal di lingkungan kampus. Sementara itu,Pusat Studi Hukum Islam 
(PSHI) Universitas Indonesia menilai laranganyang dikeluarkan UIN Yogyakarta 
tersebut kurang tepat karena UINtidak menerapkan pemisahan kampus antara 
laki-laki dan perempuan.

"Sayangnya, kondisi Kampus UIN masih menggabungkan laki-lakidan perempuan dalam 
proses belajar-mengajar. Maka pada konteks inilahkebijakan Rektor UIN Sunan 
Kalijaga menjadi kurang tepat," kataPeneliti PSHI UI Ahmad Sadzali. (OL-7)







    

Kirim email ke