IWD Siap Jadi Fasilitator Debat Lanjutan Sekjen PSI dengan Fadli Zon 
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/03/10/iwd-siap-jadi-fasilitator-debat-lanjutan-sekjen-psi-dengan-fadli-zon
 Sabtu, 10 Maret 2018 07:28 WIB
 
 

 
 
 Kolase/TribunWow.com
 
 Raja J Antoni dan Fadli Zon 
 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam diskusi media yang diselenggarakan Indonesia 
Watch fot Democracy (IWD) yang bertajuk “Hoax Tumbuh Subur Karena Partai 
Oposisi Tidak Kredibel?” di Bakoel Koffie, Jum’ at (9/03/2018), Peneliti IWD 
Abi Rekso mengatakan, IWD siap menjadi fasilitator debat antara Sekjen PSI Raja 
Juli Antoni dan Waketum Gerindra Fadli Zon.
 

 “IWD siap memfasilitasi diskusi atau bahkan debat terbuka yang konstruktif 
antara oposisi dan pemerintah. Bahkan debat lanjutan antara Raja Juli Antoni 
dan Fadli Zon,” ungkap Abi.
 

 Abir Rekso menjelaskan bahwa perdebatan itu sebagai sebagai pintu masuk untuk 
memulai diskusi mendalam dalam rangka pembangunan kualitas demokrasi kita.
 

 “Oposisi itu penting dalam penguatan demokrasi dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni 
sudah memulai itu dalam acara ILC belum lama ini” pungkas Abi.
 

 Baca: Kata Ruhut, Fadli Zon Kalah Berdebat dengan Anak Muda PSI 
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/03/08/kata-ruhut-fadli-zon-kalah-berdebat-dengan-anak-muda-psi
 

 Selain Abi Rekso, dalam diskusi tersebut hadir Aktivis Lingkar Madani, Ray 
Rangkuti. Menurut Ray, hampir semua parpol permisif terhadap hoax, mereka 
berteriak ketika menjadi korban.
 

 “Reaksi Fadli Zon terhadap MCA misalnya, bukannya mendorong kepolisian untuk 
mengungkap siapa di belakang MCA, malah muncul dengan wacana MCA Asli dan MCA 
Palsu. Harusnya Fadli Zon tahu betapa sakitnya menjadi korban. Minimal 
tunjukkan empati,” kata Ray.
 

 Selain mengkritik Fadli Zon, Ray juga mengkritisi Fahri Hamzah sebagai 
pimpinan DPR.
 

 “Jika bahasa Anda (Fahri Hamzah) setiap hari hanya lewat begitu saja dianggap 
angin lalu bahkan jadi olok-olokan publik maka jabatan anda bermasalah. 
Harusnya pimpinan DPR bahasanya bisa menggerakkan orang. Jadi karena bahasa 
mereka, setiap hari malah menjadi olok-olokkan. Maka dibuatlah UU MD3 untuk 
membentengi mereka dari olok-olokkan publik. Harusnya intropeksi diri, batasi 
bicara yang tidak penting, berikan pendidikan politik,” tegas Ray.
 

 Soal hoax yang marak, Ray menilai persoalannya hoax sudah masuk menjadi bagian 
integral sebagai strategi pemenangan untuk meraih kekuasaan tanpa memikirkan 
daya rusak terhadap demokrasi itu sendiri.
 

 “Di satu sisi oposisi tidak membangun tradisi kritik yang sehat. Ini 
menyumbang tumbuh suburnya hoax. Hoax menajdi penyakit sosial, dan harus ada 
parpol yang tegas menolak cara-cara hoax. Sehingga ada suara yang sama menolak 
penyakit sosial ini. Sisakan juga ruang publik untuk memfasilitasi jembatan 
penyelesaian,” pungkas Ray.
 

 Pengamat politik Boni Hargens seyogianya hadir dalam diskusi ini memberikan 
catatan. Menurutnya oposisi harus mau belajar lagi. Belajar tentang berpolitik 
yang cerdas, etis dan demokratis.
 

 “Dialektika demokrasi itu bukan seberapa banyak kita mengkritik lawan, tapi 
seberapa bermutu kualitas kritik kita,” kata Boni.
 

 Pembicara lain yang sudah diundang IWD adalah Politisi Gerindra, A Riza 
Patria. Namun Riza Patria berhalangan hadir karena ada tugas di luar kota.
 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com http://www.tribunnews.com/ dengan 
judul IWD Siap Jadi Fasilitator Debat Lanjutan Sekjen PSI dengan Fadli Zon, 
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/03/10/iwd-siap-jadi-fasilitator-debat-lanjutan-sekjen-psi-dengan-fadli-zon
 
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/03/10/iwd-siap-jadi-fasilitator-debat-lanjutan-sekjen-psi-dengan-fadli-zon.

Editor: Hasanudin Aco
 

 

 

  • [GELORA45] IWD Siap Jadi ... jonathango...@yahoo.com [GELORA45]

Kirim email ke